Nikmat nikmat yang datang setelah peristiwa tidak mengenakkan

Assalaamu alaikum pengunjung guruKATRO
Nikmat dari Allah SWT kepada hambaNya, baik yang disadari ataupun  tidak, sangatlah banyak dan tiada terhingga, itu tidaklah mungkin dapat terhitung oleh akal manusia. Namun yang akan di paparkan dalam posting ini hanyalah sebahagian yang teramat kecil dari itu semua, dan hanyalah bertujuan sebagai sarana pengingat bagi kita semua agar selalu berusaha mengingat untuk kemudian mensyukuri serta memperdalam iman dan amal kepada Allah SWT.

Ini hanyalah beberapa penggal kisah cerita nyata yang pernah dialami guruKATRO tentang berbagai kejadian yang terasa sangat spesial menurut versi guruKATRO yang hingga kini dan mungkin akan selalu teringat untuk selamanya. Adalah kisah kisah kejadian yang awalnya disesali, namun kemudian diketahui bahwa ternyata kejadian itu merupakan bentuk perlindungan dari Allah SWT kepada hambaNya dari suatu kejadian atau musibah.

Sekali lagi kisah nyata ini dipaparkan disini dengan tujuan sebagai tindakan
dan sebagai usaha pengamalan QS Adh-Dhuha ayat ke 11, sbb:

وأمّا بنعمة ربّك فحدّث

"dan terhadap nikmat Tuhanmu, Maka hendaklah kamu sebutkan".


Beberapa nikmat tiada terhingga khususnya yang datang setelah terjadinya sesuatu yang awalnya menimbulkan penyesalan atau kekecewaan namun pada akhirnya diketahui bahwa itu adalah perlindungan dan nikmat dari Allah SWT, antara lain sbb :


  • Suatu hari dikala usia masih kanak kanak dan masih duduk di kelas 3 MI, saat itu kami sekeluarga tengah berkegiatan bersama di kebun. Saya yang sedang asyik memasukkan tiga butir demi tiga butir benih biji jagung kedalam lobang yang telah dibuat berbaris lurus oleh sane ayah, tiba tiba dikejutkan oleh kaka sulung (almarhum), dengan menempelkan seekor binatang berekor dan berwarna hijau ke punggung saya, sambil tertawa terbahak bahak kakak lalu menjatuhkan binatang itu ke tanah yang berwarna hitam kecoklatan, beberapa saat kemudian binatang itu berubah warna, tidak lagi hijau dan warna tubuhnya menjadi sama dengan warna tanah. Berikutnya kakak menjelaskan bahwa binatang yang dalam bahasa setempat itu bernama Londok, memiliki nama dalam bahasa Indonesia, “ “Bunglon”.
Keesokan harinya ketika ulangan Catur wulan ada soal kira kira sbb:Binatang yang beradaptasi dengan cara mengubah warna kulit sesuai dengan warna benda yang disinngahi adalah ……

tanpa peristiwa kemaren, pasti saya tidak akan bisa cepat menjawab, karena sebelum itu saya tidak tahu bila londok itu bahasa indonesianya adalah bunglon. Dengan peristiwa dikerjain itu saya bisa langsung menjawab dengan cepat, karena hal itu baru saja dibahas kemari di kebun bersama kakak tercinta.


  • Pada masa masa sekolah dulu, adalah bus dengan nama widya yang menjadi idola para pelajar yang berasal dari Bumiayu hingga Tegal dan Brebes. Bus Widya menjadi idola karena terkenal dengan kecepatannya melebihi bus lainnya dalam trayek yang sama.
Suatu hari ketika datang saatnya pulang kampung, karena sesuatu dan lain hal, saya dan satu orang teman ditinggal oleh teman teman yang lainnya ketika chek out dari tempat kost menuju terminal bus, ternyata peristiwa ini juga mengakibatkan saya dan teman saya tidak terangkut oleh bus andalan itu, yang kami pikir akan berakibat datang ke rumah jauh lebih lambat dari biasanya, rasa kecewa sedikit tersungging di bibir manis kami berdua. 

Setelah bus yang kami tumpangi sampai di Ajibarang, sekelumit rasa kecewa itu sontak berubah menjadi rasa syukur, walaupun bercampur sedih, karena bus yang ditumpangi teman teman yang lebih cepat bisa datang ke terminal itu bagian depannya telah naik ke atas sebuah mikrobus yang ada didepannya. Rasa syukur karena saya dan satu teman saya, dengan perlindunganNya telah terhindar dari petaka itu, dan rasa sedih itu muncul ketika teringat bila ada orang lain yang terkena musibah tersebut.


  • Suatu hari ketika Saya dan pak Fakih Unawin menjadi tenaga guru di MI Miftahul Ulum Cilibur, secara bersama mendapat bagian tugas piket jaga Naskah EBTANAS (sekarang naskah UN) di POSKO ujian (SDN Cilibur III).
Sekitar jam 8 malam kami berdua berangkat ke POSKO Ujian, yang jaraknya hanya sekitar 700m dari tempat awal, namun dengan berjalan kaki pada jalan umum yang berada di area pertanian masyarakat sekitar. Baru sekitar 200m kami berdua berjalan, tiba tiba harus kembali lagi kerumah karena ada salah satu benda yang tertinggal.

Setelah benda yang tertinggal sudah didapatkan, kami berangkat kembali. Beberapa detik setelah sampai disana, datanglah pak Tahril, guru piket yang berasal dari SDN Cilibur IV, masih dengan nafas terengah engah ia segera bercerita bahwa tadi sudah sampai di tengah area persawahan dibawah desa kami berdua, tiba tiba dari tepi jalan muncul seekor harimau dengan auman yang sangat keras, sehingga ia lari kembali sampai ke desa kami berdua, dan masuk ke rumah seorang tukang ojek untuk diantarkan ke SDN Cilibur III.

Berarti kronologisnya seperti ini : Saya berangkat lebih dulu dari pak Tahril, tapi harus kembali sebelum masuk area persawahan untuk mengambil benda yang tertinggal.

Disaat saya kembali dan sudah masuk gang, disaat itulah pak Tahril yang datang dari desa diatas desa saya turun menuju area persawahan tersebut dan ketemu dengan harimau.

Ketika pak Tahril masuk gang untuk meminta pertolongan pada tukang ojek, saya dan pak Fakih Unawin turun, melewati area persawahan, dan harimau telah tidak di tempat lagi, entah kemana, hingga kami berdua sampai di POSKO ujian berjalan kaki dengan tenang, sementara pak Tahril yang naik ojek malah sampai di POSKO dengan terengah-engah.


  • Suatu hari pada bulan September 1997, saya harus mengantarkan Ayah ke Bengkulu, demi menemui adik saya yang terlanjur hidup disana. Sampai di Agen bus Damri, kami langsung membeli tiket.
Ketika berkumandang adzan Maghrib dari Masjid Agung Baiturrahman yang posisinya hanya beberapa meter dari Agen Damri, kami memutuskan untuk melaksanakan Shalat Jamak di Masjid tersebut. Sebenarnya masih ada cukup banyak waktu yang tersedia diantara kami turun dari Masjid dengan waktu Pemberangkatan BUS, tapi alamaaaak hingga BUS siap berangkat saya masih lupa entah dimana tadi menyimpan tiket. Hingga hasil negosiasi terakhir diputuskan bahwa kami tidak dikenakan dana tiket lagi, kami diberi tiket baru tanpa membayar, tapi harus naik BUS ke 2 yang akan berangkat pada jam 9 malam, atau bila jumlah penumpang tidak memenuhi syarat kami akan dinaikan pada asal bus Damri yang lewat, yang penting sampai di Kemayoran (Jakarta).

Ternyata Bus kedua itu bisa terpenuhi penumpang, dan kami tidak jadi dititipkan pada asal bus Damri.

Shubuh, kami sampai di Kemayoran, dan pemandangan apa yang dapat kami lihat disana?, para penumpang bus pertama yang telah sampai terlebih dahulu itu, di Kemayoran beristirahat sambil menunggu datangnya BUS yang akan menuju Bengkulu dengan berbagi posisi, ada yang dengan duduk bersandar dengan memegangi lengan yang sudah terikat perban, bahkan ada yang berbaring dengan tubuh masih banyak bercak darah disana sini.

Didapat kabar bila bus pertama itu meluncur bebas ke sawah ketika di Cirebon, dan mereka sampai di Kemayoran setelah dipindah ke bus yang lain.

Setelah sampai di Bengkulu, ternyata tiket itu ditemukan terselip ditengah tengah uang yang saya simpan dalam tas pinggang dan selama perjalanan tetap melingkar dipinnggang bagian atas serta selalu tersembunyi dibalik jaket tebal.


  • Tahun 2004, kami bersembilan sudah bersepakat untuk menginap dan belajar bersama di hotel sambil menunggu datangnya saat tes nasuk CPNS akhir tahun 2004. Ba’da dhuhur saya berangkat dengan tidak langsung pamit kepada ayah, karena saat itu ayah belum pulang dari kerja.
Sekian lama menunggu ternyata baru ada beberapa teman yang telah ada di terminal bus Bumiayu yang saat itu berada di Pagojengan, baru setelah kami semua berkumpul kami langsung berangkat menuju Brebes, biasa bercanda ria antarteman,… tapi ketika bus hampir memasuki kecamatan kesambi, saya berteriak teriak minta turun dan mengatakan bila kartu ujian saya tertinggal dirumah. Beberapan teman menyuruh saya untuk mencoba cek dalam tas, bilakah kartu itu tidak tertinggal, tapi saya tidak tergeming oleh saran saran positif tersebut, bukannya tidak menghirau nasehat teman, tapti karena masih sangat lekat dalam ingatan bahwa kartu itu memang benar benar tidak terbawa dan pasti masih tergeletak di lemari kamar. 

Selepas Shubuh saya yang tadi malam sudah minta kakak untuk mengantar saya sampai Brebnes menggunakan sepeda motor, segera meluncur, dan Alhamdulillaah sampai disana masih banyak waktu sebelum bel masuk berbunyi.

Langsung saya temui teman teman, dan mereka berkata, “Lebih untung sampeyan di rumah bisa sinau, kita mah boro boro bisa sinau, ketika sampai Brebes, hotel atau losmen yang layak huni sudah terpenuhi semua, terpaksa menginap di Losmen yang tempat duduk dan tempat tidurnya dipenuhi tinggi”.

ket : tinggi adalah sejenis serangga penghisap darah yang mengakibatkan rasa gatal bila menggigit.

Padahal saya yang dirumah juga gak sempat sinau, karena harus sibuk dengan si sulung yang malam itu suhu badannya sedikit naik.

Singkat cerita, saat datangnya pengumuman kelulusan tes CPNS, ternyata memang saya yang lebih beruntung, karena dari 9 berteman itu hanya saya yang lolos.

Itulah sangat sedikit Hikmah yang bisa saya paparkan, sebenarnya masih sangat banyak lagi yang lainnya, namun semoga cerita nyata ini bisa menjadikan kita lebih mampu dalam menghadapi kejadian yang kadang kurang menyesakkan dada atau mengecewakan hati, karena ternyata pada akhirnya itu semua menjadi nikmat yang tiada terkira

Demikian Posting tentang Nikmat nikmat yang datang setelah peristiwa tidak mengenakkan yang dapat guruKATRO sajikan, mohon maaf bila masih banyak kekurangannya, kritik dan saran serta pertanyaan dapat disampaikan melalui kolom komentar.

Terima kasih

gurukatro-like-share-FB

Sukai atau Bagikan
blog guruKATRO

Baca juga Artikel Lainnya

No comments: