Ternyata Aku tidak terluka sedikitpun

Assalaamu alaikum pengunjung guruKATRO
Samar samar mulai terdengar gemerisik, layaknya gesekan gesekan antar daun daun bambu yang halus bergerak tertiup angin malam yang berlalu dengan amat pelan, itu semua membuat anganku menganggap bila aku kini tengah berbaring di kamar rumah orang tuaku di desa.

Namun suara itu berkembang menjadi semakin kentara, dan berubah menjadi seperti suara kendaraan bermotor dan entah bercampur dengan suara apa lagi ... tak dapat aku bayangkan, suara itu masih seperti sangat jauh dari posisiku, dan itu membuat anganku berubah menjadi menganggap jika aku ini sedang tidur di daerah Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan.

Tapi kemudian suara itu menjadi semakin jelas, dan samar samar mulai diiringi dengan munculnya seberkas sinar kekuningan di hadapanku. tapi sinar itu masih sangat tipis, tak lama kemudian suara dan sinar itu mulai semakin jelas, ternyata sinar itu bersumber dari bola lampu 25 watt yang berada tepat diatas tempatku telentang tak berdaya. Suara pun sudah semakin jelas dan sudah dapat aku pastikan bila suara itu berasal dari kendaraan yang lalu lalang di jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Beberapa jenak kemudian baru aku tersadar, dan mulai mampu memastikan bahwa kini aku sedang berada di gudang milik sang BOS penyedia layanan service AC dan Kulkas, yang berada di seputaran daerah Cengkareng Timur. Tapi masih terlalu lemah tubuh ini untuk sekedar mencoba merubah posisi menjadi berbaring dari yang asalnya telentang. perlahan kucoba menggerakkan tangan ini, walau pelan tapi tiba tiba timbul rasa nyeri pada kulit lengan dan diikuti suara gemerincing. ...... ya Allah ternyata aku tengah telentang diatas tumpukan limbah potongan sisa sisa pipa tembaga dari AC dan Kulkas, yang sementara dikumpulkan diantara rak rak peralatan dan komponen service, sebelum nantinya akan dijual pada tukang loak besi tua.



Aku putuskan untuk tetap dulu terdian telentang disitu, karena kini aku sudah bisa membayangkan bila sedikit salah gerak saja, bisa membuat tubuh ini terluka oleh goresan ataupun tusukan potongan potongan pipa tembaga yang kebanyakan berdiameter sebesar jari kelingking orang dewasa serta bentuk yang melengkung dan berujung runcing itu.

Sambil berusdaha mengingat kembali, ku lirik jam dindingt yang sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Anganku terus menyusuri urutan urutan kegiatan, dan akhirnya ditemukan cerita demikian:

Tanggal 5 Februari tahun 1999 kemarin sore itu aku yang selepas dhuhur minum dua tablet obat flu, memutuskan untuk tidak ikut layanan service panggilan sore, karena aku terserang flu berat, dengan hidung tersumbat disertai tubuh panas dingin dan menggigil. Selepas maghrib aku pamitan pada BOS untuk tiduran di gudang dan diijinkan dengan bukti aku diberi kuncinya.

Sembari bersantai santai di gudang aku memutuskan minum kembali dua tablet obat flu yang sebenarnya belum waktunya, dan sementara itu tidak ada masalah apa apa hingga datang waktu isya. Akupun masih tergoda untuk tetap berbaring, baru ketika jam sudah menunjukkan pukul 08.00 malam,  seperti agak hilang efek flu, diiringi tubuh lemas ngantuk pengen tidur, segera aku beranjak ke kamar mandi, pipi5 dan bersuci, kemudian keluar sambil merasakan kepala ini semakin pusing dan dunia seperti bergoyang, aku berusaha untuk tetap berdiri dengan berpegangan pada tiang salah satu rak penyimpan komponen. Sejak itulah hilang sudah semua ... hingga munculnya cerita pada bagian paling atas posting ini.

======= tereretttttttttttt =============

Itu sepenggal cerita pahit masa lalu, ketika aku menjadi karyawan layanan jasa service AC dan Kulkas pada awal Februari tahun 1999. 

Yang hingga kini selalu menjadi bahan renungan adalah
  1. Aku pingsan selama 6 jam (mulai pukul 8 malam hingga pukul 2 pagi) tanpa ada satu orang pun yang tahu hingga aku siuman sendiri.
  2. Tubuhku terjerembab ketumpukan sekian banyak benda benda tajam, tapi ternyata tidak ada satu luka berarti yang mengenai tubuh.
  3. Gara gara ingin lebih cepat kembali bisa bekerja, aku jadi ceroboh karena telah meminum obat lebih cepat dari anjuran petugas kesehatan.
  4. Terima kasih yaa Allah, Kau yang semenjak dahulu hingga kini serta dimasa mendatang selalu dan senantiasa melindungi aku, yaa Allah, maafkan segala dosa dan kesalahan serta kekeliruanku.


Demikian Posting tentang Ternyata Aku tidak terluka sedikitpun yang dapat guruKATRO sajikan, mohon maaf bila masih banyak kekurangannya, kritik dan saran serta pertanyaan dapat disampaikan melalui kolom komentar.

Terima kasih

gurukatro-like-share-FB

Sukai atau Bagikan
blog guruKATRO

Baca juga Artikel Lainnya

No comments: