7/11/2017

Reparasi charger Lampu emergency LED

komentar : 4
Assalaamu alaikum sahabat guruKATRO,

Lampu Emergency atau lampu darurat, semua sudah tahu lah!, pasti hanya digunakan apabila lampu listrik PLN sedang mati lampu.

Dan saya juga percaya bila di masa masa kini sudah hampir seluruhnya memiliki atau setidaknya pernah memiliki yang namanya lampu emergecy tersebut.


Pada posting yang telah lalu, guruKATRO pernah membahas tentang cara mengganti baterai lampu emergency dengan memanfaatkan baterai bekas laptop, dan kali ini akan dibuka masalah kedua tentang kelemahan kedua dari produk lampu emergency yang sering menimpa terutama jenis yang murahan. Yaitu Charger dari alat tersebut.


Baca juga :
Membuat Lampu emergency dari neon bekas yang sudah mati
Mengganti baterai lampu emergency dengan memanfaatkan baterai bekas laptop


Jangan khawatir dengan kerusakan pada bagian tersebut sangat mudah dilakukan, karena rangkaiannya sangat sederhana. coba saja amati yang berikut ini :

urut dari yang paling kiri

  1. Jek listrik,
  2. Resistor ukuran bisa antara 100 kilo hingga 1 mega ( 1 mega = 1000 kilo), contoh diasat menggunakan ukuran 1 mega (coklat-hitam-hijau), dan kapasitor digunakan untuk jemper resistor, ini berfungsi untuk menyetabilkan arus (ukuran kapasitor juga bisa antara 470 nano Farad (474) hingga ukuran 1 mikro farad (105), contoh diatas menggunakan 680 nano farad (684), yang penting ukuran minimal tegangan harus diatas 300 volt (untuk menghindari kerusakan), karena akan dibebani tegangan langsung dari instalasi PLN yang kisaran tegangannya 220 volt. Dua komponen ini difungsikan sebagai penurun tegangan dari 220 volt menjadi sekitar 3 volt. kegunaan dua komponen ini sama saja dengan trafo atau ACmatic pada rangkaian regulator ac adapter atau charger yang lebih besar.
  3. Lampu led dan resistor (opsional), hanya untuk indikator ada atau tidaknya arus listrik. Ukuran antara 330 ohm hingga 1 kilo, contoh diatas menggunakan 1 kilo (coklat-hitam-merah)
  4. 4 biji dioda silikon IN4007 dipasang brigde, difungsikan sebagai penyearah arus dari AC menjadi DC,
  5. Elko dengan ukuran antara 10uF hingga 100uf dipasang pada bagian output DC yang dihasilkan oleh dioda brigde (opsional saja), kebanyakan produk yang lebih murah tidak memasang bagian elko ini.
  6. Dioda pengaman baterai dengan seri IN4002 (opsional), kebanyakan produk yang lebih murah tidak memasang bagian dioda ini.


Semua rangkaian hampir sama dengan regulator atau charger besar. yang paling menakjubkan hanyalah bagian yang dijelaskan pada nomor 2, sebuah trafo atau rangkaian AC adapter bisa diganti hanya dengan satu biji resistor dan satu biji kapasitor

Ockeylah ... pasti cukup rumit bagi pemula untuk memahami hal seperti yang diatas, karena itu kini saya coba untuk memilah sebagian demi sebagian :

1. JEK gak usah dibahas, itu hanya colokan dan dua utas kabel saja, mari langsung lihat dua komponen pengganti trafo, satu buah resistor dijemper alias di paralel dengan satu buah kapasitor:

Rangkaian inilah yang berfungsi sebagai ac adapter, mengubah dalam hal ini menurunkan tegangan listrik dari 220 volt menjadi sekitar 3 volt, dan ternyata bagian inilah yang paling sering rusak ..... kadang rusak kapasitornya, kadang juga resistor yang rusak.


NB :
  • Resistor 1 ataupun 2.2 mega ohm sangat mudah didapat, tapi kapasitor dengan kapasitas 684 (680 nano) dengan voltage 400v seperti gambar diatas, cukup repot mencarinya, mungkin harus ke toko komponen elektronik, atau bila mau, bongkar saja lampu emergency bekas milik tetangga yang rusak kemarin sore itu, heheheheh ...
  • Kerusakan kapasitor pada bagian ini biasanya ditandai dengan pecahnya plastik pembungkus badan kapasitor itu sendiri, walau kadang kerusakan tidak meninggalkan tanda tanda apapun secara kasat mata dan hanya bisa diketahui dengan tester. Ukur dengan tester dan pilih skala x10K, bila jarum tester bergerak kemudian balik lagi, itu artinya kapasitor masih bagus. jika tidak bergerak berarti kapasitor sudah kering, jika bergerak dan tidak balik lagi, berarti kapasitor sudah korslet, tapi jarang sekali terjadi korsluit pada kapasitor disini, karena bila terjadi korsluit (hubung singkat), pasti semua rangkaian lainyya akan gosong karena mendapat asupan tegangan yang 220 Volt!. Perlu diperhatikan juga pada saat mengukur, jari tangan atau benda basah lainnya jangan sampai menyentuh bagian logam pin tester/kaki kapasitor, karena pada skala x10k ohm kita pegang kedua pin tester dengan jari tangan saja sudah memebuat jarum tester bergerak)
  • Kerusakan Resistor biasanya bisa terlihat bila bagian tengah badan resistor gosong, walau badan gosong ini juga belum tentu resistor mati. Tapi bila sudah gosong sebaiknya ganti saja. Resistor dengan ukuran diatas 100K hanya mungkin diukur dengan skala x10K.


2. Sesudah tegangan listrik turun menjadi sekitar 3 volt, mari dilanjutkan dengan melihat rangkaian berikutnya, rangkaian ini akan sama saja dengan regulator adapter lainnya baik dalam bentuk trafo maupun ACmatic. yaitu 4 biji dioda yang tugasnya mengubah arus bolak balik (AC) menjadi arus searah (DC),


Sebelum masuk dioda, kabel kuning dan biru masih arus AC, dan setelah melewati dioda arus menjadi DC (merah + hitam -)


NB :
  • Harus sangat teliti dalam memasang kaki kaki 4 dioda tersebut, perhatikan bila tanda pita ketemu tanda pita, harus menjadi saluran menuju kaki baterai +, kaki tanpa tanda pita  kumpul dengan kaki tanpa tanda pita harus disalurkan ke kaki - baterai. Dua bagian pertemuan kombinasi kaki diaoda (satu tanpa pita satu dengan pita) disalurkan langsung ke jek dan yang melewati kapasitor + resistor. kalau yang ini bisa terbolak balik gak papa.
  • Sebenarnya hanya sampai disini juga rangkaian sudah bisa digunakan untuk men charger baterai lampu emergency, jadi bagi yang minim bahan, bisa sampai disini saja. Tinggal hubungkan kabel merah dengan kaki baterai + dan kabel hitam disambung ke kaki - baterai, colokkan jek ke stop kontak listrik, maka berjalanlah proses pengisian baterai.
  • Pada kasus teretentu ada beberapa produsen yang ngirit bin pelit dengan cara memasang hanya satu buah dioda pada kabel kuning (setelah ac adapter) saja, sementara kabel biru dibiarkan langsung menjadi negatif (ngirit 3 buah dioda untuk satu rangkaian). Tindakan ini sebenarnya tidak mengapa dan rangkaian akan tetap bekerja, namun itu artinya meningkatkan kemungkinan cepat rusaknya komponen yang lain. 

========================================
3. Namun bila ingin arus keluaran lebih stabil, silakan tambah elko antara 4,7uf hingga 100uf dengan minimal voltage 10 volt, pada bagian output DC nya,



pada contoh menggunakan ukuran elko 100uf/16 volt


  • Pemasangan harus sesuai gambar, bagian kaki elko negatif (bertanda pita) harus pada kabel negatif (hitam), bila terbalik maka elko bisa meledak



4. Dan bila ingin baterai benar benar aman, silakan tambah satu buah dioda silikon dengan type IN4002 pada kabel + (merah) sebelum disambungkan ke baterai, pemasangan harus sesuai gambar, bila terbalik maka listrik tidak bisa mengalir.




5. Baru kemudian disambungkan ke kaki baterai






6. Eh kelupaan, ...... untuk bisa tahu ada aliran listrik atau tidak sekaligus isi baterai sudah cukup atau belum, coba pasang led indikator, cara pemasangannya seperti ini saja cukup!



Katoda (-) dipasang lansung pada kebel hitam (kaki - baterai), dan Anoda dipasang pada kabel kuning  (AC 3 volt) setelah disaring dengan resistor ukuran antara 330 ohm hingga sekitar 1k, pada contoh menggunakan resistor 1K (coklat-hitam-merah)

Dengan pemasangan seperti ini, led nyala led akan semakin redup bila isi baterai semakin banyak. lumayan lah, ini jadi seperti indikator yang bagus, walau tidak terlalu akurat.

NB :
Kaki kaki led memiliki ciri yang bisa dilihat dengan mata telanjan, lihat saja ujung ujung kedua kaki led didalam badan kaca tabung led. kaki yang lebih lebar dan berisi inti cahaya led adalah katoda dan mendapat aliran listrik negatif. Sedangkan kaki yang ujungnya lebih kecil serta tidak memiliki sumber cahaya led adalah anoda, mendapak tegangan listriki positif.

7. Terakhir sekali, sebenarnya ini bukan hanya tentang reparasi, tapi bisa juga bahkan lebih mudah bila diaplikasikan sebagai sarana untuk praktek membuat sendiri charger lampu emergency LED.

Penulis berbagi PENGETAHUAN
Pembaca mendukung dg TIDAK MEMBLOKIR IKLAN
dg SALING PENGERTIAN seperti ini
Insya Allah kita selalu dalam KEBERKAHAN

Demikian Posting tentang Reparasi charger Lampu emergency LED yang dapat guruKATRO sajikan, mohon maaf bila masih banyak kekurangannya, kritik dan saran serta pertanyaan dapat disampaikan melalui kolom komentar.

Terima kasih

4 komentar

  1. KALAU PENGEN VOLT NYA JADI 6V ATAU 9V ATAU 12V YG SEBELUMY 3V APA ADA KOMPONEN YG DIGANTI...BLOG ELEKTROY DITAMBAHIN...PENJELASANY DETAIL BAGUS...MOGA JADI BAROKAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sendiri juga masih bingung menentukan Voltage Outputnya untuk jenis yang seperti itu, hanya saja sering melihat variasi ukura R. Mulai dari 2M2 - 1M5 - 1M - 820K - 560K.

      Logikanya semakin kecil ukuran R akan semakin besar arus yang masuk baterai tapi jangan terlalu kecil juga, pasti akan bisa merusak baterai

      anehnya juga saya pernah bongkar emergecy lamp dengan baterai aki kering 6 volt, ternyata menggunakan R 1 mega

      dan pengalaman yang paling mengesankan adalah jangan sekali kali charging ketika lampu sedang nyala, mati semua itu lampu LED. Ini berarti sebenarnya ada tegangan tak terkendali. mungkin kinerja regulator ini hanya menurunkan arus secara drastis saja

      Hapus
  2. Jika kita ingin membuat charge accu basah 12 volt 1ampere,komponen apa yang diganti? Ukuranya brapa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenarnya sih yang paling OKE adalah mengganti C684 dan R1M menjadi Trafo yang memiliki sekunder 12 volt 1 Ampere.

      tapi bila terpaksa bisa coba dengan hanya mengganti R1M menjadi R560K saja kayaknya sudah cukup bisa

      Hapus

Facebook Comments