28/12/18

Cara Mengukur Transistor

Assalaamu alaikum sahabat guruKATRO,

Masih tentang Pengetahuan lama .... dan tentunya makom juga masih berkutat di jenis Transistor BJT (Bipolar Junction Transistor), karena terus terang saja hingga saat ini guruKATRO belum sempat mempelajari bagaimana dan seperti apa cara cara dan atau langkah langkah untuk menentukan masih bagusnya sebuah transistor jenis FET (Field Effect Transistor).

Seperti telah kita maklum bersama bahwa Transistor jenis BJT memiliki 3 kaki, yaitu :

  1. Basis (B),
  2. Kolektor (C), dan
  3. Emitor (E)
Dan kita juga telah paham bersama bila Transistor jenis BJT mempunyai dua keluarga, yaitu :

  1. Transistor PNP, dan
  2. Transistor NPN

Pada skema atau ada orang yang menulis Schematic, Transistor PNP biasa dilambangkan dengan simbol :



Transistor jenis PNP memiliki simbol dengan tanda panah kedalam pada kaki E (Emitor),  guruKATRO biasa mengartikan lambang itu dengan pengertian bahwa :

- Tegangan Positif (+) masuk melalui kaki Emitor dan keluar melalui kaki Kolektor, kalau dibalik berarti :

- Tegangan Negatif masuk melalui Kolektor dan keluar melalui Emitor, atau dengan bahasa :

- Kaki Emitor mendapat asupan tegangan Positif (+).

dan Transistor NPN biasa dilambangkan dengan simbol :






Transistor jenis NPN memiliki simbol dengan tanda panah keluar pada kaki E (Emitor), guruKATRO biasa mengartikan lambang itu dengan pengertian bahwa :

- Tegangan Positif (+) masuk melalui kaki Kolektor dan keluar melalui kaki Emitor, atau bila dibalik :

- Tegangan Negatif masuk melalui Emitor dan akan keluar melalui Kolektor, atau dengan bahasa :

- Kaki Emitor mendapat asupan tegangan Negatif (-).

Bila telah diketahui tata letak kaki kaki transistor, tentu akan sangat mudah bila kita hendak menentukan masih baik atau sudah rusak sebuah transistor.

I. Jenis PNP


a. Basis pin MERAH Kolektor pin HITAM,
b. Basis pin MERAH Emitor pin HITAM,

Pada langkah a dan b, bila
- Jarum tester tidak bergerak pada salah satu langkah atau keduanya, berarti transistor telah putus
- Jarum bergerak dengan skala yang berbeda antara a dengan b, berarti transistor sudah koma,
- Jarum tester bergerak dengan skala yang sama, itu menandakan Transistor masih BAGUS.
tapi tunggu dulu ... kita belum selesai, karena kita juga harus cek kebalikan , yaitu :

Pin HITAM pada basis sementara secara bergantian Kolektor dan Emitor dengan pin MERAH, Jarum harus tidak bergerak sama sekali, ada sedikit gerakan saja itu sudah menunjukkan transistor sudah tidak layak pakai.

Juga cek hubungan antara Kolektor dengan Emitor,

c. Kolektor pin MERAH Emitor pin HITAM,
d. Kolektor pin HITAM Emitor pin MERAH,

Pada langkah c. jarum tester bisa tidak bergerak atau bergerak sedikit atau bergerak lebih jauh dari langkah d, berarti transistor BAGUS.

Pada langkah d. jarum tester harus tidak bergerak atau bergerak tapi jauh lebih kecil dibanding langkah c. berarti Transistor BAGUS, semakin jauh selisihnya dari langklah c, semakin bagus mutu sebuah transistor.


II. Jenis NPN, sebenarnya hanya kebalikan dari PNP, tapi baiklah guruKATRO rinci juga :



e. Basis pin HITAM Kolektor pin MERAH,
f. Basis pin HITAM Emitor pin MERAH,

Pada langkah e dan f, bila :
- Jarum tester tidak bergerak pada salah satu langkah atau keduanya, berarti transistor telah putus,
- Jarum bergerak dengan skala yang berbeda antara e dengan f, berarti transistor sudah koma,
- Jarum tester bergerak dengan skala yang sama, itu menandakan Transistor masih BAGUS.
tapi tunggu dulu ... kita belum selesai, karena kita juga harus cek kebalikan , yaitu :

Pin MERAH pada basis sementara secara bergantian Kolektor dan Emitor dengan pin HITAM, Jarum harus tidak bergerak sama sekali, ada sedikit gerakan saja itu sudah menunjukkan transistor sudah tidak layak pakai.

Juga cek hubungan antara Kolektor dengan Emitor,

g. Kolektor pin HITAM Emitor pin MERAH,
h. Kolektor pin MERAH Emitor pin HITAM,

Pada langkah g. jarum tester bisa tidak bergerak atau bergerak sedikit atau bergerak lebih jauh dari langkah h, berarti transistor BAGUS.

Pada langkah h. jarum tester harus tidak bergerak atau bergerak tapi jauh lebih kecil dibanding langkah g. berarti Transistor BAGUS, semakin jauh selisihnya dari langklah g, semakin bagus mutu sebuah transistor.

NB : untuk transistor tertentu misalnya yang biasa untuk Final Horizontal Televisi CRT, didalamnya terdapat dioda jumper dari Emitor ke Basis, sehingga bila Emitor pin HITAM dan Basis pin MERAH, jarum tester akan bergerak




Sering juga dilapangan kita temui transistor yang tidak menyertakan huruf yang menunjukkan :
mana kaki Basis,
mana kaki Kolektor, dan
mana kaki Emitor,

sedikit referensi dari pengalaman guruKATRO selama berkutat di dunia elektro dulu, ada beberapa perbedaan tata letak kaki kaki transistor, antara lain :

# Transistor dengan fisik cukup kecil biasanya dan kebanyakan menggunakan urutan :
kaki 1 E
kaki 2 C
kaki 3 B
contoh urutan seperti itu biasa di terapkan pada transistor A1015- A564-A684-A733-C828-C829-C945-C458-D400-D438-dll



tapi beberapa jenis transistor seperti tersebut diatas dari produsen tertentu, dan untuk semua transistor tipe 9011-9012-9013-9014-9015 dll menerapkan urutan :
kaki 1 E
kaki 2 B
kaki 3 C



bahkan beberapa tipe dari produsen tertentu, misalnya BC457 menerapkan urutan :
kaki 1 C
kaki 2 B
kaki 3 E





# Transistor dengan fisik cukup besar biasanya dan kebanyakan menggunakan urutan :
kaki 1 B
kaki 2 C
kaki 3 E
contoh urutan seperti itu biasa di terapkan pada transistor A1216-A1941- B507-C1970-C5200-S2922-D313-TIP31-TIP32-TIP2955-TIP3055-dll



beberapa jenis transistor BESAR yang yang diperuntukkan sebagai Final Transmitter radio yang pernah guruKATRO lihat, misalnya C1971, C1972, C2630, C2782 menerapkan urutan :
kaki 1 B
kaki 2 E
kaki 3 C



mungkin urutan BEC itu bertujuan agar papan heatsink (Logam pendingin) tersambung dengan kaki Emitor yang langsung mendapat asupan tegangan negatif (-) dan sekaligus sebagai GND, hasilnya lebih tersalurkan panasnya sekaligus mengurangi interverensi signal.



============


Bila kita menemukan menemukan satu transistor, sementara pada body transistor tidak tertera kaki mana ECB, namun masih ada kode tipe transistornya :

A. Transistor dengan huruf awal adalah A atau b atau 2SA atau 2SB, atau TIP32 atau TIP42 atau TIP2955 atau 2N2955, dll, hampir bisa dipastikan itu adalah jenis PNP, Emitor mendapat asupan tegangan POSITIF (+)

pertama kita tentukan Basisnya dengan cara :

A.1. Ωmeter dengan skala X1,

A.2. Sentuhkan pinMERAH Ωmeter pada salah satu kaki transistor, dan sentuhkan pin HITAM pada kedua kaki lainnya secara bergantian, bila pada kedua sentuhan itu jarum Ωmeter bergerak ke nilai tertentu, maka kaki yang tersentuh pin MERAH itu adalah Basis, selanjutnya sekarang kita anggap saja Basis adalah kaki 1




Setelah ketemu basis, tinggal kita tentukan mana yang Kolektor dan mana yang Emitor (anggap saja itu kaki 2 dan kaki 3), caranya :

Atur Ωmeter dengan skala X10 atau X1K atau bila transistor kecil kadang butuh skala X10K,
A.3 Sentuhkan pin MERAH pada kaki 2 dan pin HITAM pada kaki 3, saat itu juga sentuh kaki basis dengan ujung jari yang lembap (sedikit basah), amati dengan cermat jarum Ωmeter.

A.4 Sentuhkan pin HITAM pada kaki 2 dan pin MERAH pada kaki 3, saat itu juga sentuh kaki basis dengan ujung jari yang lembap (sedikit basah), amati dengan cermat jarum Ωmeter.

A.5 Ketika melakukan langkah A.3 dan A.4, :
Amati jarum Ωmeter, ketika bergerak atau bergerak  lebih jauh dari sebaliknya, kaki transistor yang tersentuh pin HITAM adalah Kolektor,





Dengan demikian akan ditemukan bila kaki yang tersentuh pin MERAH adalah Emitor.

=====================

B. Transistor dengan huruf awal adalah C atau D atau 2SC atau 2SD, atau TIP31 atau TIP41 atau TIP3055 atau 2N3055, dll, hampir bisa dipastikan itu adalah jenis NPN, Emitor mendapat asupan tegangan NEGATIF (-)

pertama kita tentukan Basisnya dengan cara :


B.1. Ωmeter dengan skala X1,

B.2. Sentuhkan ujung pin HITAM Ωmeter pada salah satu kaki transistor, bila pin MERAH di sentuhkan pada kedua kaki lainnya secara bergantian dan jarum Ωmeter bergerak ke nilai tertentu, maka kaki yang tersentuh pin HITAM itu adalah Basis, selanjutnya sekarang kita anggap saja Basis adalah kaki 1




Setelah ketemu basis, tinggal kita tentukan mana yang Kolektor dan mana yang Emitor (anggap saja itu kaki 2 dan kaki 3), caranya :

Atur
Ωmeter dengan skala X10 atau X1K atau bila transistor kecil kadang butuh skala X10K,

B.3 Sentuhkan pin MERAH pada kaki 2 dan pin HITAM pada kaki 3, saat itu juga sentuh kaki basis dengan ujung jari yang lembap (sedikit basah), amati dengan cermat jarum Ωmeter.

B.4 Sentuhkan pin HITAM pada kaki 2 dan pin MERAH pada kaki 3, saat itu juga sentuh kaki basis dengan ujung jari yang lembap (sedikit basah), amati dengan cermat jarum Ωmeter.

B.5 Ketika melakukan langkah B.3 dan B.4, :
Amati jarum Ωmeter, ketika bergerak atau bergerak  lebih jauh dari sebaliknya, kaki transistor yang tersentuh pin MERAH adalah Kolektor,




Dengan demikian akan ditemukan bila kaki tersentuh pin HITAM adalah Emitor.

NB :

Melakukan langkah A.3 - A.4 - B.3 - B.4 perlu ketelitian ekstra, ketika ujung jari lembap disentuhkan ke basis, usahakan kaki kolektor dan emitor jangan tersentuh benda lembap apapun termasuk jari tangan kita. terutama bila kita menggunakan skala X10K.

Demikian kira kira cara menentukan Kaki Basis - Kolektor - Emitor Transistor yang sudah diketahui NPN atau PNP nya.

Bila kita menemui Transistor yang kita belum tahu apa itu PNP atau NPN, maka langkah langkahnya adalah sebagai berikut :

Coba terus sampai menemukan satu kaki dengan satu warna pin meter dan satu pin lainnya disambungkan ke dua kaki transistor lainnya secara bergantian hingga di temukan jarum meter bergerak pada keduanya.

- P-1. Kaki 1 beri Pin MERAH, kaki 2 da 3 secara bergantian beri pin HITAM, bila belum menemukan gerak jarum meter yang sama, lanjut dengan :

- P-2. Kaki 2 beri Pin MERAH, kaki 2 da 3 secara bergantian beri pin HITAM, bila belum menemukan gerak jarum meter yang sama, coba lagi lanjut dengan :


- P-3. Kaki 3 beri Pin MERAH, kaki 2 da 1 secara bergantian beri pin HITAM,

Bila Transistor itu jenis PNP dan masih bagus, pasti salah satu dari tiga langkah diatas akan menemukan jarum yang gerakan sama, bisa pada P-1 atau pada P-2 atau pada P-3.Dan kaki yang mendapat pin MERAH adalah Basis


Bila dari P-1, P-2, P-3 tida ditemukan geser jarum yang sama, barangkali itu transistor NPN, Coba dulu lanjut dengan cara :

- N-1. Kaki 1 beri Pin HITAM, kaki 2 da 3 secara bergantian beri pin MERAH, bila belum menemukan gerak jarum meter yang sama, lanjut dengan :

- N-2. Kaki 2 beri Pin HITAM, kaki 2 da 3 secara bergantian beri pin MERAH, bila belum menemukan gerak jarum meter yang sama, coba lagi lanjut dengan :


- N-3. Kaki 3 beri Pin HITAM, kaki 2 da 1 secara bergantian beri pin MERAH, bila belum menemukan gerak jarum meter yang sama, berarti transistor mungkin sudah putus atau bisa juga itu transistor jenis PNP



Bila Transistor itu jenis NPN dan masih bagus, pasti salah satu dari tiga langkah diatas akan menemukan jarum yang gerakan sama, bisa pada N-1 atau pada N-2 atau pada N-3. Dan kaki yang mendapat pin HITAM adalah Basis

Bila sudah melakukan langkah P-1, P-2, P-3, N-1, N-2, N-3 tidak aada geser jarum yang sama mungkin itu transistor jenis FET, atau BJT yang sudah rusak.

Terus terang mungkin karena Faktor U, guruKATRO agak pusing menjabarkan penjelasan ini, karena itu sangat berharap pembetulan apabila ada keterangan atau gambar yang salah/keliru
Ya Allah ya Tuhan Kami Yang Maha Bijaksana,
Berikanlah keberkahan yang melimpah,
kepada pembaca kami
yang tidak memblokir iklan
pada halaman ini

bagikan Artikel ini melalui :

Demikian Posting tentang Cara Mengukur Transistor yang dapat guruKATRO sajikan, mohon maaf bila masih banyak kekurangannya, kritik dan saran serta pertanyaan dapat disampaikan melalui kolom komentar.

Terima kasih

5 komentar

Mohon maaf
Komentar dengan username :
Anonim
Unknow
mengandung link aktif
spam
TIDAK BISA TAMPIL
pada blog ini

  1. saya pakai digital pak,tp kalau di praktekin....selalu ada tanda - biarpun angkanya memang bergerak...itu gimana pak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bergerak sedikit bisa saja ...
      apakah sudah menggunakan skala x1ohm

      Hapus
  2. Nah,ini yg saya kurang paham pak...di tester saya tertulis 200,2000ohm,20k,200k,2000k.
    Yg x1 yg mana ya pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba tester difoto dan di upload ke FB

      Hapus
  3. mmmm iya pak...nanti tak kirim ke fbnya pak guru.
    5 hari ga berkunjung kayak lamaaaa banget...
    lg sibuk obrak abrik psu pak,kalau jd kan bisa pake supply beberapa driver sekaligus...hehehe

    BalasHapus