11/26/2018

Mengatur ouput Tegangan Sesuai Kebutuhan

komentar : 11
Assalaamu alaikum sahabat guruKATRO,

Adakah yang merasa bingung menelaah judul diatas ???

guruKATRO juga bingung waktu menentukan kata/kalimat seperti apa yang pas dan sesuai dengan topik yang akan di bahas dibawah ini.

Maksudnya begini, kita sudah punya seperangkat Power Amplifier Plus Power Supply nya, Power Supply itu hanya menyiapkan satu keluaran tegangan, 24 Volt 5 Ampere misalnya, karena mungkin memang diperuntukkan hanya sebagai asupan Power Amplifier saja.

Bila Trafo yang tersedia mendukung keluaran tegangan sekunder kecil (0,5 Ampere) misalnya, dan disana tersedia output 0 - 6 - 9 - 12 - 15 dst, maka akan mudah bila kita akan memberi supply tegangan untuk Tone Control atau Pre Amp atau penguat nada atau MP3 Player atau apalah yang kaitannya dan terlalu sering di opersaikan bersama sama dengan Power Amplifier. Intinya bila demikian adanya tidak dibutuhkan rangkaian regulator. Tapi yang seperti ini tidak dibahas disini.

Untuk menurunkan Tegangan, mau ambil tegangan 12V untuk Tone Control misalnya dari 24V yang untuk di sediakan untuk Power Amplifier.

GAMBAR - 0


1. Regulator yang paling sederhana adalah dari sumber 24V disaring menggunakan Resistor, setelah Resistor kemudian di jumper menggunakan dioda zener 12V

GAMBAR - 1


Resistor penyaringan, hanya mampu mengurangi arus saja, tidak mampu menurunkan tegangan. Untuk menurunkan tegangan harus dipasang Dioda Zener. Pemasangan dioda zener sama sekali tidak boleh terbalik, sebab akan membuat zener itu putus atau korsluit. Ujung zener yang ada tanda pita harus pada posisi Positif (+) dan sebaliknya ujung yang tidak memiliki tanda terpasang pada negatif. (-)

Untuk meregulasi tegangan negatif hampir sama, seperti ini

GAMBAR - 2


Jika dipasang pada rangkaian tegangan simetris menjadi seperti ini :

GAMBAR - 3


Bila ingin keluaran 18V maka gunakan zener 18V, bila ingin keluaran 5V maka gunakan zener 5V dan seterusnya.

Pada masing masing output 24V maupun pada output 12V mesti diberi elko sebagai penyetabil arus dan tegangan.

Sebaiknya gunakan rangkaian seperti ini hanya untuk arus kecil saja, karena disamping agak susah mencari zener dengan watt besar, juga akan sulit mengenali ukurannya bila tulisan pada badan zener sudah aus atau mengelupas.

2. Ada komponen regulasi yang jauh lebih mudah dikenali dan juga lebih mudah diaplikasikan, yaitu menggunakan IC tipe
7812 untuk regulasi tegangan Positif (+), dan tipe
7912 untuk regulasi tegangan negatif (-)

GAMBAR - 4


Pada bagian output 24V (tegangan awal) - kaki 1 IC (setelah resistor) - kaki 3 IC (output 12V) mesti dipasang elko.

7805 - 7905 untuk keluaran 5V
7809 - 7909 untuk keluaran 9V
7812 - 7912 untuk keluaran 12V
7815 - 7915 untuk keluaran 15V
7818 - 7918 untuk keluaran 18V
7824 - 7924 untuk keluaran 24V
dst ....

Mudah sekali membacanya .....

Dua digit awal 78 untuk tegangan positif dan 79 untuk tegangan negatif.

Dua digit terakhir menunjukkan berapa tegangan yang dikeluarkan melalui kaki nomor 3

Ket kaki IC 78xx dan 79xx:
kaki 1 input (tegangan asal)
kaki 2 (kaki tengah) dipasang ke GND
kaki 3 sebagai output (tegangan keluar sesuai angka tertera pada dua digit terakhir)

Kaki 2 atau kaki tengah didalamnya ada zener, bila tidak dipasang maka tegangan keluar melalui kaki 3 akan tetap sama dengan tegangan awal yang masuk ke kaki 1. Misalnya tegangan asal yang masuk ke kaki 1 setinggi 32V maka Tegangan yang keluar melalui kaki 3 juga masih tetap 32V. Sedangkan setelah kaki tengah dipasang ke GND, berapapun tingginya tegangan awal, tegangan yang keluar melalui kaki 3 tetap akan sesuai dengan angka yang tertera pada dua digit terakhir.

Namun begitu akan cepat meningkatkan panas dan mungkin akan berujung pada kerusakan apabila terlalu jauh perbedaan tegangan asal dengan tegangan keluaran


Itupun masih tergolong untuk asupan arus kecil, bila sudah terpasang ternyata terjadi panas berlebihan pada IC 78xx 79xx, berarti arus keluar yang dibutuhkan oleh TC atau piranti yang lainnya lebih besar dari kekuatan IC tersebut. Solusinya IC 78xx - 79xx itu hanya dijadikan driver penentu tegangan saja, sedangkan inti kerjanya :

3. Menggunakan Transistor, seperti ini :

GAMBAR - 5

Pada bagian output 24V (tegangan awal) - kaki 1 IC (setelah resistor) - kaki 3 IC (umpan basis) - dan pada Emitor (output akhir 12V) mesti dipasang elko.

Perjalanan Tegangan masuk melaui Kolektor dan keluar melalui Emitor. Untuk menentukan berapa volt tegangan yang akan dikeluarkan, diatur melalui basis yang datang dari kaki 3 IC 78xx dab 79xx

============
TIP 3055 untuk positif, bila arus yang dibutuhkan cukup kecil bisa diganti dengan TIP31 - TIP41 - TIP51 atau D313 atau yang sejenisnya

TIP 3055 untuk positif, bila arus yang dibutuhkan lebih besar lagi, bisa diganti dengan C5200 atau yang lainnya atau hanya dengan memparalel beberapa TIP3055
===========
TIP 2955 untuk positif, bila arus yang dibutuhkan cukup kecil bisa diganti dengan TIP32 - TIP42 - TIP52 atau B507 atau yang sejenisnya

TIP 2955 untuk positif, bila arus yang dibutuhkan lebih besar lagi, bisa diganti dengan A1943 atau yang lainnya atau hanya dengan memparalel beberapa TIP2955
===========

Bila memparalel Transistor Final regulator,  disarankan memasang :
- Resistor 10Ω 0,5watt pada masing masing basis Transistor Final
- Resistor 0,5Ω 5watt pada masing masing Emitor Transistor Final

Penulis berbagi PENGETAHUAN
Pembaca mendukung dg TIDAK MEMBLOKIR IKLAN
dg SALING PENGERTIAN seperti ini
Insya Allah kita selalu dalam KEBERKAHAN

Demikian Posting tentang Mengatur ouput Tegangan Sesuai Kebutuhan yang dapat guruKATRO sajikan, mohon maaf bila masih banyak kekurangannya, kritik dan saran serta pertanyaan dapat disampaikan melalui kolom komentar.

Terima kasih

11 komentar

  1. Mantap pak,sesuai dngan permasalahan saya,,hhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya memang posting ini sumber inspirasinya dari pertanyaan anda, makasih atas masukannya sehingga menjadi sebuah posting

      Hapus
    2. Fungsi transistor ny blum mudeng saya pak?

      Hapus
    3. pada rangkaian ini, transistor berguna untuk mengalirkan arus yang lebih besar

      misalnya :
      - bila dengan 7812 hanya mampu mengalirkan arus 1/2 amper, setelah dipasang
      - satu buah 3055 akan mampu mengalirkan arus sebesar 5 amper, bila di paralel
      - 2 buah 3055 akan mampu mengalirkan arus sebesar 10 amper

      sementara tegangan yang keluar tetap 12V karena basis 3055 di beri umpan dari 7812

      Hapus
    4. Ow,,berfungsi sebagai penguat arusny saja,sdangkan tegangan ttap 12 ya pak.

      Kalo cara no.1 resistor ny ukuran brpa pak?

      Hapus
    5. Transistor Final bisa juga untuk menurunkan tegangan sekaligus menaikkan arus.

      contoh :

      Trafo 40 Volt 5 amper

      untuk Amplifier berkebutuhan supply 20 volt 10 Amper

      coba perhatikan dulu
      trafo = 40 x 5 = 200 watt
      Ampli = 20 x 10 = 200 watt

      hasil akhir sama sama 200 watt

      bisa di buat agar sinkron menjadi

      tegangan dari trafo diturunkan ke 20 volt
      sekaligus arus dari trafo dinaikkan ke 10 Amper

      caranya :

      driver transistor menggunakan 7820
      1 buah tr 3055 biasa dianggap mampu dilewati arus 5 amper,
      berarti butuh 2 buah agar bisa dilewati 10 amper

      sehingga dengan 7812 untuk mendriver dua buah 3055
      sumber yang asalnya 40 volt 5 amper akan keluar menjadi 20 volt 10 amper

      Hapus
  2. Berarti klo tegangan dturun kan arus menjadi turun jg y pak? Mhon dkoreksi jika kurang tepat pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau hanya pakai 7812/7912 saja tegangan turun ke 12V arus juga turun ke dibawah 1 amper

      makanya agar tegangan turun menjadi 12V sementara agar arus tetap 5 amper gunakan yang pakai transistor 3055

      contoh :
      sumber dari Trafo
      - Arus = 5 Amper
      - Tegangan = 24V

      1. bila menggunakan 7812 maka keluaran menjadi 12V / 1/2 Amper
      2. bila menggunakan 3055 maka keluaran menjadi 12v / 5 Amper

      Hapus
  3. Oke pak,sdkit mulai paham,hhe

    BalasHapus
  4. Tanya lgi pak,hhe

    Cara kita tahu kekuatan arus yg mengalir gmna pak?? Misal ad trafo yg kluaranny 24v cara biar tahu arus gmna pak?

    Sama gmna carany kita tahu kemampuan dilewati arus sekian amper suatu komponen ataupun rangkaian??

    BalasHapus
    Balasan
    1. satuan tegangan = volt (V)
      satuan arus = amper (A)

      kalau trafo 25V - 5A
      berarti trafo itu teganganya = 24 Volt arusnya 5 Amper

      satuan daya = watt = VxA
      watt = VxA

      sehingga trafo 24V - 5A daya maksimalnya hanya 120 Watt

      tapi ada rumus dari AC ke DC (dg dioda)

      24V AC dari kaki trafo
      setelah menjadi DC keluar dari dioda
      rumusnya
      V total
      = Vawal + (Vawal/3,14)
      = 24V + (24V/3,14)
      = 24V + 7,6V
      = 31,6 V

      daya
      = 31,6V x 5A
      = 158 watt

      158 watt itu paling besarnya,
      yaitu bila digunakan semuanya,
      dan itu pasti akan cepat panas

      Jadi sebaiknya Trafo 24V-5A
      digunakan untuk amplifier dg daya 150watt

      bila amplifier memiliki daya 300 watt
      berarti sebaiknya gunakan trafo :
      24V-10A
      atau
      48V-5A

      Hitungan itu juga belum pasti sesuai
      karena faktor kualitas listrik PLN yang ada disitu
      juga pengaruh kualitas komponen komponen
      elektrik maupun elektronik nya

      - untuk bisa melihat spesifikasi suato komponen, bisa membuka datasheet yang disediakan oleh produsennya.

      Hapus

Facebook Comments