11/12/18

Rangkaian Power Supply Trafo biasa

Assalaamu alaikum sahabat guruKATRO,

Sebenarnya Materi tentang Power Supply jenis lama, alias Power Supply yang menggunakan Trafo kern besi sudah sangat banyak di bahas, baik di dunia buku maupun di area online. Namun karena belakangan ada rekan Facebook yang menghendaki pemaparan Soal rangkaian Power Supply tersebut, maka guruKATRO putuskan untuk menyajikan dalam posting ini. Dan sekaligus sebagai pendorong guruKATRO untuk kembali memasang Komentar Facebook pada blog guruKATRO yang sudah sangat lama dilepas dengan alasan format komentar Facebook bisa menghambat Loading blog.

Keputusan guruKATRO kembali memasang komentar FB juga didukung setelah di pikir pikir karena kolom komentar facebook itu mengijinkan kita untuk memuat gambar, sehingga nantinya akan bisa memudahkan Admin/Pembaca yang perlu menujukkan gambar yang dimaksudkan.

Kembali ke soal Power Supply,

Langsung saja akan kami paparkan beberapa contoh rangkaian Power Supply yang biasa digunakan.

A. Power Supply jenis Tegangan Tunggal (non-simetris) atau ada juga yang menyebut dengan nama engkel.

Pada rangkaian jenis ini akan keluar hanya dua tegangan saja, yaitu
1. Tegangan Positif (+), dan
2. Tegangan Negatif (-)

Untuk membuat Power Supply Tegangan Tunggal ini, sumber tegangan dari Trafo bisa saja dari

a. trafo tegangan tunggal (engkel)

GAMBAR 1
dalam pemasangan dioad pada trafo jenis ini bisa dibolak balik, katoda pada 0 atau katoda pada 12, hasilnya akan sama saja, karena keadaan arus masih 100% AC

Sebenarnya seperti itu saja sudah bisa menghasilkan tegangan DC, namun masih ada celah untuk memaksimalkan arus (amper), yaitu dengan cara menambah sepasang lagi dioda.


GAMBAR 2


inti kerjanya dari 0 dikeluarkan menjadi + dan juga dikeluarkan menjadi -
begitu pula dari 12V dikeluarkan menjadi + dan juga dikeluarkan menjadi -

sehingga keluaran DC - berasal dari dua dioda, satu dari 0 satunya lagi dari 12
begitu juga keluaran DC+ berasal dari dua dioda, satu dari 0 satunya lagi dari 12

dengan rangkaian dioda seperti itu arus (amper) yang keluar hampir dua kali lipat dari yang hanya menggunakan masing masing satu dioda.

namun tegangan (Voltage) tetap seperti bila hanya dengan masing masing satu dioda.

Empat buah dioda itu biasa disebut sebagai bridge, dan bisa menggunakan dioda bridge (4 kaki

GAMBAR 3



atau boleh juga menggunakan dioda bridge yang seperti ini

GAMBAR 4

maupun dari
b. trafo tegangan simetris (tiga kaki).

cukup menggunakan dua dioda saja, dari 12V kiri dibuat positif (+) dan dari 12V kanan juga dibuat positif (+), kedua ujug dioda + disatukan.

Sedangkan untuk tegangan negatif (-) diambil dari Center Tap (CT)

GAMBAR 5




Bila menggunakan dioda bridge, terpaksa yang negatif tidak digunakan


GAMBAR 6




Untuk mengurangi (kalau tidak boleh dikatakan menghilangkan) sisa sisa kerut AC :

- pasangkan elko untuk menepis kerut frekuensi rendah
- pasangkan kondensator kecil untuk menepis kerut frekuensi tinggi

pada DC outputnya.

GAMBAR 7



Kapasitas ELKO tergantung dari besar kecilnya arus yang akan di alirkan, semakin besar arus maka akan butuh kapasitas elko yang lebih besar. Bila kapasitoas elko kurang besar bisa menimbulkan dengung pada keluaran audio.

Tegangan yang tertera pada badan elko adalah tegangan maksimal yang boleh di bebankan, lazimnya jangan sampai berada dibawah tegangan yang kita gunakan, karena akan menimbulkan panas atau bahkan meledak. Dan juga jangan terlalu jauh diatasnya, karena ini berpengaruh pada harga.

Pemasangan kaki polaritas elko juga tidak boleh terbalik,kaki yang lurus dengan goresan tanda - berarti harus dipasang pada tegangan negatif, sebaliknya kaki elko yang satunya dipasang pada tegangan positif. Bila pemasangan terbalik elko bisa panas dan meledak.

Kapasitas kondensator kecil rata rata menggunakan ukuran 104 (100 nano), karena rata rata juga menggunakan tipe nonPolar, maka pemasangannya juga bisa di bolak balik aman aman saja.


B. Power Supply Jenis Tegangan Simetris

Ada juga yang menyebutnya sebagai power supply tegangan ganda, ini memiliki tiga kaki, yaitu
Tegangan Positif - 0 atau CT atau GND - dan Tegangan Negatif.

Sumbernya juga mesti dari trafo jenis CT, atau bisa juga menggunakan dua buah trafo engkel yang di pasang seri pada sekundernya. tapi untuk model dua trafo ini mungkin akan di bahas pada kesempatan yang lain.

Sekarang kita fokus dulu dengan trafo CT, Power supply seperti ini.

GAMBAR 8


atau bila menggunakan dioda bridge

GAMBAR 9




NB :

Dalam keadaan Darurat kita juga masih bisa meng utak atik Trafo nol (engkel) agar bisa menjadi tegangan simetris. Misalnya di saat kita butuh tegangan simetris tapi stok persediaan trafo yang ada hanya trafo engkel, bisa dibuat seperti ini

GAMBAR 10



Pemasangan ELKO dan kondensator kecil juga mesti ganda

GAMBAR 11


NB :

Tugas masing masing Komponen adalah sbb :

  1. Trafo bertugas menurunkan tegangan listrik dari 220 Volt menjadi lebih rendah sesuai kebutuhan alat yang akan kita gunakan
  2. Dioda bertugas menyearahkan arus listrik dari AC (bolak balik) menjadi DC (searah)
  3. Elko bertugas menepis kerut tegangan frekuensi rendah, dan Kapasitor bertugas menepis kerut tegangan frekuensi tinggi.


Power Supply yang dipaparkan diatas hanya cocok untuk penggunaan Amplifier. Sementara Power Suplply untuk penggunaan rangkaian pendukung amplifier semacam Tuner FM atau Pre amp head atau MP3-Player atau Galaxy atau Tone Control atau Equalizer dan lain lain, agar bisa memperoleh kualitas audio yang bebas dengung alias jernih, masih dibutuhkan beberapa komponen lagi seperti zener, IC, Transistor dll, dan mungkin akan di bahas pada posting yang akan datang, sementara hanya sampai disini terlebih dahulu.

Ya Allah ya Tuhan Kami Yang Maha Bijaksana,
Berikanlah keberkahan yang melimpah,
kepada pembaca kami
yang tidak memblokir iklan
pada halaman ini

bagikan Artikel ini melalui :

Demikian Posting tentang Rangkaian Power Supply Trafo biasa yang dapat guruKATRO sajikan, mohon maaf bila masih banyak kekurangannya, kritik dan saran serta pertanyaan dapat disampaikan melalui kolom komentar.

Terima kasih

28 comments

Mohon maaf
Komentar dengan username :
Anonim
Unknow
mengandung link aktif
spam
TIDAK BISA TAMPIL
pada blog ini

  1. pak kalau trafo ct dipakai sebelah saja apa bisa..kalau 12 ct 12 trs kita pakai satu satja buat teganvan tunggal bisa!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa

      12V biarkan - CT sebagai 0 - 12V sebagAi 12V

      terutama bila kebutuhan yang akan digunakan membutuhkan amper kecil

      karena bila menggunakan seperti pada GAMBAR 5 DAN GAMBAR 6 diatas akan mendapat keuntungan amper 2x lipat, misal trafo 5 amper akan menghaslikan setara dg 10 amper

      Sedang bila sesuai yg anda tanyakan 5 amper tetap 5 amper

      Delete
  2. pak guru..gambar paling awal/atas sendiri apakah sudah benar rangkaiannya?? mohon koreksi bila saya salah..��

    ReplyDelete
    Replies
    1. sementara ini menurut saya tidak ada masalah,
      tapi kalau menurut anda ada yang salah/kleru,
      mohon koreksi di bagian mananya, dan mestinya seperti apa
      harap maklum saya juga manusia ...
      pasti tetap saja ada celah untuk suatu kesalahan atau kekeliruan ....
      apalagi saya sudah cukup lama vacum dari dunia bengkel,

      terima kasih atas pengingatnya...

      Delete
  3. itu trafo engkel yang paling atas sendiri Pak guru, penandaan jalur hijaunya yang kurang pas,,alias terbalik. mohon dikireksi bila saya salah lagi ya Pak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ooooh .... mungkin yang dimaksud :
      0 untuk dioda negatif
      sedang yang :
      12v untuk dioda +

      gitu apa maksudnya yah ???

      Delete
  4. nah itu pak yang saya maksud..

    ReplyDelete
    Replies
    1. oooh .... karena itu trafo kern besi untuk aliran AC murni, jadi tidak masalah walau di bolak balik , karena sistem itu mengalirkan arus bolak balik (AC)

      kecuali kalau pada trafo switch regulator (SMPS),karena disana yang di alirkan adalah arus DC (se arah) itu tidak boleh terbalik

      itu sepengetahuan saya dan saya sering melakukan hal itu tidak ngaruh, gak tahu kalo ada yang lain ada yg merasakan beda hasilnya ....

      Delete
    2. bikin skema smps dong guru

      Delete
    3. kalau yang paling sederhana dan mudah dilakukan serta sudah di uji coba oleh guruKATRO, sudah ada di blog ini :
      https://www.gurukatro.com/2018/06/gacun-diubah-menjadi-ps-amplifier.html

      yang agak sedikit lebih bagus sedang dipelajari dulu, kemudian eksperimen, dan kalau berhasil dengan baik baru akan di publikasikan disini

      Delete
  5. Pak kalau kita butuh tegangan simetris 15V ngambil tegangan dari trafonya yg berapa volt 12-0-12 atau 15-0-15 ?
    Dan pakai Elkonya harus berapa Uf ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang bagus itu ambil 15VAC lalu setelah VDC dikasi 78&79-15
      tapi kalau mau langsung dari dioda, bisa pakai 12 VAC, karena akan menjadi 16,9VDC

      elko sesuai kebututan
      untuk TC-Parametrix mixer dan sekelasnya cukup 1000
      tapi kalau utk amplifier paling tidak 2200 atau 4700

      Delete
    2. Ya pak... InsyaAllah dipahami

      Delete
  6. Replies
    1. untuk trafo non CT dan akan digunakan untuk amplifier non CT juga, silakan amati gambar 1 - 2 - 3 dan 4

      dan bila trafo non-CT akan digunakan untuk Amplifier CT, silakan amati gambar 10

      Delete
  7. Nanya lagi Pak....
    Amplifier nya Simetris..
    Sementara Tone control/Equlizer dan Kit mp3-nya tunggal.
    Yg kebayang sama saya saya pasang 2 trafo Satu CT satunya NOL Itu boleh ngk Pak atau bagaimana ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang CT (besar) untuk Amplifier dab yg nol (kecil) untuk yang lainnya, boleh ... gak papa

      atau biasanya pada trafo CT besar tersedia tegangan extra untuk Tc MP3 dll

      Delete
  8. Nanya lagi Pak....
    Ini masalah tatacara masang fuse dipower supply untuk Amplifier misalnya bagaimana ketentuan-nya ya pak...
    Misalnya begini Trafonya 5A untuk bebannya 2A terus pasang sekring harus berapa Ampere jadi hitung hitungannya bagaimana begitu Pak?
    Terus pasangnya itu sebelum trafo atau sesudah trafo ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk pengaman trafo sebelum trafo
      untuk pengaman Amplifier sebelum Amplifier (sesudah dioda)
      untuk pengaman speaker sebelum speaker
      =====
      ukuran sama atau sedikit dibawah DARI alat yang akan di aman kan
      cara saya begitu, mungkin ada cara lain dari orang lain pula ....

      Delete
    2. Siap dilaksanakan Saya ikuti cara Pak guru...
      Terima kasih!

      Delete
  9. Saya punya trafo engkel big 2amper, saya mau pake 15vnya,, apakah keluarannya dc 15volt atau nambah kyk dirumus atas jd skitar 19volt? Trus katanya itu amper banci tp saya blm pernah test pake alat,, kira2 ampernya bisa dinaikin ga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau volt memang naik bila sudah keluar dari dioda
      15V menjadi sekitar 19,777 ... bisa dikatakan 20V (dibulatkan)

      kalau amper (arus) tidak bisa dibesarkan, kecuali dengan mengganti kawat sekunder trafo dengan ukuran yang lebih besar

      Delete
  10. Pak kalau belah ct cara yang aman gimana? Terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. maksude gimana nich....
      2 CT jadi 1 atau trafo engkel dijadikan CT

      Delete
  11. Pengen belajar tapi gak tau nama nama komponennya
    Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. belajar dulu dengan semangat tinggi
      pasti bisa

      Delete
  12. Slam kenal,,,
    Sblumnya mohon maaf.
    Lgsung sja,sya punya 2 speaker kiriman dari malaysia merk Naconda gak tau berapa inch tapi di body ada ket: 4 ohm & 350w
    Mohaon bantuannya klo rakit Amplifier yg cocok berapa watt da trafo berapa Amp yg cocok terimakasi...

    ReplyDelete
  13. Slam kenal,,,
    Sblumnya mohon maaf.
    Lgsung sja,sya punya 2 speaker kiriman dari malaysia merk Naconda gak tau berapa inch tapi di body ada ket: 4 ohm & 350w
    Mohaon bantuannya klo rakit Amplifier yg cocok berapa watt da trafo berapa Amp yg cocok terimakasi...

    ReplyDelete