Tone Control sederhana tapi mampu menghasilkan audio HiFi | guruKATRO

8/25/2016

Tone Control sederhana tapi mampu menghasilkan audio HiFi

Assalaamu alaikum sahabat guruKATRO,

Ketemu lagi dengan guruKATRO, dalam Kategori montirKATRO. Pada kesempatan kali ini guruKATRO akan membahas tentang memperbaiki kualitas audio dengan memodifikasi dan atau membuat tone control (pengontrol nada), yang dapat menghasilkan kualitas audio cukup bagus, High Fidelty (HiFi), DENGAN MODAL YANG SANGAT MURAH. Terutama rangkaian tone control ini cocok di aplikasikan pada perangkat audio home (dalam ruangan), audio aplikasi headphone, dan tidak cocok untuk audio sound system yang diluar ruangan.

MASUK SINI UNTUK POWER AMPLIFIER/SUB WOOFER TDA 2050

MASUK SINI UNTUK PRE AMP MIC TARNSISTOR C458, STANDAR TOA HORN

klik untuk membuat DRIVER SUB WOOFER DASHSYAT MURAH DAN MUDAH

baca juga : BASS TREBLE BOOSTER DENGAN IC UA741


Mungkin pernah merasa kecewa dengan kualitas suara dari sebuah perangkat (compo misalnya) yang baru anda beli, dengan harga sekian, ternyata kualitas bass (nada rendah) tidak muncul, treble (nada tinggi) pecah pecah, dan hanya range audio middle (menengah) saja yang dominan.

Sebelum memutuskan unuk memodifikasi atau merangkai tone control dimaksud, sebaiknya amati dulu beberapa persyaratan minimal perangkat dibawah ini :

  • Bila perkakas home audio (bukan headphone) memiliki asupan tegangan 6 volt atau di bawahnya, tidak perlu susah susah merangkai tone control dibawah ini, percuma saja, tidak akan bisa menghasilkan kualitas audio yang diinginkan, tetap tidak bagus. Kecuali untuk piranti tersebut menggunakan IC Amplifier LA4183 atau sejenisnya.
  • Perkakas audio headphone berapa volt pun supply listriknya.
  • Perkakas home audio (non headphone), bila supply tegangan listriknya minimal 9 volt, silakan gunakan rangkaian tone control ini, biasanya akan bisa menghasilkan kualitas audio yang lebih baik.


Bila perangkat sudah sesuai dengan persyaratan diatas (tulisan berwarna biru), mari kita mulai dengan merenovasi (bila sudah ada pengontrol bass treble bawaannya) atau mungkin juga menambahkan perangkat yang bernama tone control (bila perangkat itu belum memiliki tone control), agar kualitas suaranya bisa lebih nyaman di dengarkan.

Silakan BACA JUGA :
- MERANGKAI TONE CONTROL DUA TRANSISTOR

- Mempelajari cara kerja Tone Control Aktif



Rangkaian Tone Control murah namun memiliki kualitas HiFi yang biasa guruKATRO aplikasikan sbb :

1. Untuk perkakas audio yang sudah ada tone control nya namun kualitas suara masih belum memuaskan, silakan ikuti langkah berikut :


a. Resistor dari kaki 1 potensio BASS menuju body (ground), yang awalnya biasanya 2K2 atau  2k7 atau 4k7 atau bahkan ada yang diatasnya,

ganti dengan resistor ukuran, 1K (cokelat-hitam-merah) atau maksimal 1K5 (cokelat-hijau-merah)



Ket : 
Bekerja sama dengan kapasitor pada point b dibawah, resistor ini berfungsi untuk meredam audio meddle range (suara tengah/suara cemprang), semakin besar ukuran resistor ini maka akan semakin memunculkan range middle audio, semakin kecil ukurannya maka akan semakin memendam middle range audio.

NB : Bila ingin audio middle range lebih terpendam lagi, ganti resitor tersebut dengan ukuran 560Ω

baca juga :

MEMBUAT SENDIRI PCB TONE CONTROL




b. Kapasitor yang terpasang dari kaki 1 ke kaki 2 (kaki tengah) potensio BASS yang biasanya asalnya berukuran 82 nano (823) hingga 100 nano (104),

ganti dengan yang berukuran 220 nano (224) atau 270 nano (274)



Ket :
Bekerja sanma dengan Resistor pada point a diatas, kapasitor ini berfungsi untuk meredam audio middle range. Semakin kecil ukuran (nano Farad) kapasitor, maka akan semakin membuka middle range, semakin besar ukuran kapasitor, maka akan semakin menutup middle range

NB :
bila ingin lebih menyingkirkan middle range, bisa coba menggunakan kapasitor 0.33µF (334) atau 330 nano Farad



c. Kapasitor yang terpasang dari kaki 2 dengan kaki 3 potensio BASS, biasanya awalnya berukuran 4,7 nano (472/4n7) atau 5,6 nano (562/5n2) atau 6,8 nano (682/6n8) atau 8,2 nano (822/8n2) atau 10 nano (103) atau 47 nano (473) atau 56 nano (563) atau bahkan lebih besar lagi,

ganti dengan ukuran 1 nano (102/1n) atau 2,2 nano (222/2n2) atau maksimal 3,3 nano (332/3n2)




Ket :
Kapasitor ini berfungsi untuk tetap membuka audio pada saat BASS ditutup. Semakin kecil ukuran (nano Farad) kapasitor, maka akan semakin menutup middle range, semakin besar ukuran kapasitor ini, maka akan semakin membuka middle range. Bila kapasitor ini ukurannya terlalu besar, maka potensio bas tidak bekerja, potensio dibuka atau ditutup akan tetap keluar bass.



d. Resistor yang terpasang pada kaki 2 potensio BASS menuju kaki 2 potensio Treble, yang awalnya biasanya berukuran 2K2 atau 2K7 atau 3K3 atau 4K7 atau 5K6 atau bahkan ada yang berukuran lebih besar lagi,

ganti dengan yang berukuran 1K




Ket :
Bila dengan resistor 1K dirasa bass terlalu tebal, silakan ganti resistor ini dengan ukuran 1K5 atau 1K8 atau 2K2.



e. Resistor yang terpasang dari kaki 3 potensio BASS menuju kaki 2 Volume, berapapun ukurannya,

ganti dengan resistor berukuran 10K ( Cokelat-Hitam-Orange)






f. Kapasitor yang terpasang pada kaki 3 potensio TREBLE menuju kaki 2 potensio Volume yang pada awalnya biasanya berukuran 472 (4,7 nano) atau 562 (5,6 nano),

ganti dengan kapasitor yang berukuran 2,2 nano (222/2n2) atau maksimal 3,3 nano (332 / 3n3)





g. Biarkan apa adanya kapasitor yang terpasang dari kaki 1 Potensio TREBLE menuju body atau ground, atau silakan ganti dengan ukuran 10 nano (103)



Nilai nilai/ukuran R maupun C diatas tidaklah mutlak! dengan mengamati kegunaan masing masing komponen pada tiap langkah (a sampai f) diatas, anda bisa melakukan beberapa percobaan dengan menaikkan atau menurunkan ukuran komponen, terus dilakukan percobaan hingga anda menemukan kualitas suara yang benar benar sesuai dengan keinginan anda.


h. Terakhir, ambil audio input (dari tuner atau pre amp head atau CD / DVD Player, mp3 Player, ipad dll ) dari kaki 3 Potensio Volume dan ambil audio output (keluaran menuju amplifier) dari kaki tengah Potensio Treble




  • Bila sudah dipasang tapi kualitas audio masih kurang bagus, coba teliti kembali itu rangkaian, barangkali masih ada yang salah pasang.
  • Bila semua sudah terpasang dengan benar, ternyata tetap saja belum menghasilkan kualitas audio yang bagus, mungkin kualitas tuner atau pre amp yang memang kurang bagus, solusinya, pasang secara seri, satu buah resistor 1K/2k2/3k3/4k7/5k6 dengan kapasitor 100 nano / 220 nano. Pasang kaki resistor pada ground dan pasang kaki Kapasitor pada bagian output tuner atau pre amp, sbb :




2. Untuk piranti audio yang belum memiliki tone control (hanya ada Potensio VOLUME saja), silakan buat dulu tone control sebagaimana terlihat pada gambar di point h diatas. Lalu pasang dengan cara : Putuskan dulu saluran dari kaki tengah Potensio VOLUME (yang asalnya langsung menuju amplifier), diputus dan dipindah menuju kaki 3 Potensio BASS melalui resistor 10K, dan menuju kaki 3 Potensio TREBLE melalui kapasitor 2,2 nano.

Sementara hasil pemutusan yang sebelahnya yang menuju amplifier, dipasang ke kaki tengah Potensio TREBLE.

NB :
Seandainya dengan pemasangan model Tone Control diatas ternyata membuat audio menjadi kurang keras, maka bisa disiasati dengan membuat penguat audio, menggunakan satu buah transistor, C828 atau C829 atau C945. Agar kualitas HiFi tetap terjaga, maka sebaiknya rangkaian penguat audio satu transistor dibuat dengan ukuran komponen seperti ini :

a. Penguat transistor dipasang sesudah sumber suara sebelum masuk tone control



- Resistor dari ground (-) menuju Emitor gunakan ukuran 4K7
- Resistor dari supply (+) menuju Kolektor : gunakan ukuran 100 ohm
- Resistor dari Kolektor menuju Basis : gunakan ukuran 560K
- Kapasitor dari Basis ke ground : gunakan ukuran 100pF

- Input audio masuk menuju Basis melalui elco 1µF (sebaiknya jenis nonpolar).
- Output audio keluar dari Emitor melalui elco 1µF (sebaiknya jenis nonpolar).
- Bila tidak ada nonpolar, bisa gunakan kondensator keramik atau sejenisnya dengan ukuran 224 (220 nanoFarad) atau 334 (330 nanoFarad), atau bila tidak ditemukan juga, bisa gunakan elco yang bipolar dengan kutub positif yang dipasang pada kaki transistor (baik yang input maupun yang output)

Ket :

- Bila ingin audio middle range lebih keluar, ganti resistor dari ground menuju emitor dengan ukuran yang lebih besar, misalnya 5K6 atau 6K8.

- Bila ingin audio middle range lebih tersembunyi, ganti resitor dari ground menuju emitor dengan ukuran yang lebih kecil, misalnya 3K3 atau 2K2.

- Bila terjadi over TREBLE, ganti kapasitor dengan ukuran 221 atau 331

- Bila terjadi over BASS, ganti resistor 470k dengan 330K

- Bila terjadi kurang BASS, ganti resistor 470K dengan 560k atau 680K


NB : Penguat transistor nomor 1 diatas itu sifatnya hanya alternatif saja, sebab pengaruhnya akan terasa sangat kecil, jadi bila tidak dibuat pun akan seperti tidak kentara perbedaannya, kecuali bagi para pemilik telinga super sensitif. yang menimbulkan pengaruh cukup signifikan terhadap volume suara adalah Penguat transistor yang akan dibahas pada nomor 2 di bawah ini :

b. Penguat transistor dipasang sesudah Tone Control, sebelum masuk input amplifier




- Input audio datang dari kaki tengah potensio TREBLE masuk Basis melalui elco
- Output audio keluar melalui Kolektor menuju input amplifier melalui elco

dengan rangkaian sbb :

- Resistor dari ground (-) menuju Emitor : 470 ohm
- Resistor dari supply (+) menuju Kolektor ; 5K6
- Resistor dari Kolektor menuju Basis : 1 mega ohm
- Kapasitor dari Kolektor menuju Basis : 330 pF


Ket :

  • Bila terjadi noise akibat over Treble, silakan perbesar ukuran kapasitor 331, dengan 471
  • Bila ingin mengangkat treble lebih tinggi lagi, pasang secara paralel dengan resistor 470 ohm, sebuah kapasitor dengan ukuran 823 atau 104, atau ukuran disesuaikan dengan selera anda akan kualitas treble yang diinginkan




  • Bila over BASS, ganti resitor 1 mega dengan ukuran 680K atau 560K atau 470K
  • Bila ingin hentakan BASS lebih terasa tegas, ganti resistor 470 ohm dengan 330 ohm atau 220 ohm atau 100 ohm
Update !!!!
tambahan image untuk rohmadoni rome sebagai referensi pemasangan potensio middle control


3 buah resistor 10K dan 2 buah capasitor 10 nano, bukan sesuatu yang mutlak, anda bisa mencoba mengganti dengan nilai nilai yang tidak terlalu jauh dari nilai tersebut, hingga ditemukan kualitas yang diinginkan.



Update Materi atas pertanyaan











untuk mas widhex kontho, berikut guruKATRO share skema dasar dual output high and low control audio.


Dari skema diatas itu, mas widhex boleh memainkan 6 komponen sesuai keinginan kualitas audio yang dihasilkan

untuk modif LOW-output silakan ganti ganti 2 buah R 10K dan satu buah C 684
untuk modif HIGH-output silakan ganti ganti 2 buah C 472 dan 1 buah R 1K

atau bila ingin lebih LOW lagi, silakan ganti C 561 dengan C 102 atau diatasnya, semakin besar nilai kapasitor, semakin memendam nada selain nada rendah.

pasang masing masing satu potensio pada bagian output untuk mengatur keluarannya

bila ingin dijadikan single-outpu, setelah masing masing potensio disatukan menggunakan resistor 10K, agar tidak saling mengganggu antara high dengan low saat salah satu potensio diputar minim, usahakan input pada kaki 2 dan resistor 10K pada kaki 3 potensio.

itu masih rangka dasar, walau sudah bisa digunakan, namun akan lebih baik bila dikembangkan lagi

  • Inilah Rangkaian Tone Control ala guruKATRO pada jaman dulu ketika masih jadi montirKATRO, yang pernah mendatangkan sangat banyak order untuk memperbaiki kualitas audio. Harap maklum karena tone control itu mampu menyaingi kualitas audio compo produk Polytron dengan modal yang jauh lebih murah.


guruKATRO tahu
Iklan sedikit mengganggu LOADING
Tapi pembaca juga PERLU TAHU
Biaya operasional blog datangnya dari tampilan iklan
bagi pembaca yg ingin blog ini tetap ada
bisa membantu dg cara non aktifkan Adblock
agar iklan tampil di halaman ini
Terima kasih atas dukungannya
dan insya Allah
Allah SWT selalu memberi keberkahan
Demikian Posting tentang Tone Control sederhana tapi mampu menghasilkan audio HiFi yang dapat guruKATRO sajikan, mohon maaf bila masih banyak kekurangannya, kritik dan saran serta pertanyaan dapat disampaikan melalui kolom komentar.

Terima kasih

109 comments

  1. Terima kasih banyak. Informasi ini sangat membantu saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kembali kasih, semoga bermanfaat.....

      Delete
  2. Ini baru mantab...., Bagi2 ilmunya Gk tanggung. Smpe detail ukuran/ warna resistor di jelasin. Trmksih min...., Semoga ilmunya bermanfaat utk QTA semua..., Di tunggu postingan yg lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas anjangsananya ....
      Semoga saya masih bisa punya sempat untuk mengungkit kembali dalam posting tentang apa yang dulu pernah saya kerjakan

      Delete
  3. Kalo untuk yg stereo bagaimana min

    ReplyDelete
    Replies
    1. buat satu lagi rangkaian yang sama persis dengan yang itu,

      dan dipasang pada potensio meter yang stereo (dobel kaki/6 kaki)

      kalau yang diatas kan hanya 3 kaki (mono)

      Delete
    2. Potensio nya pakai yang 6 kaki semua om? Atau hanya yg potensio volume aj?

      Delete
    3. bila potensio volume 6 kaki berarti stereo (yang tiga dibelakang untuk L yang tiga depan untuk R) atau sebaliknya

      berarti untuk bass treble juga harus stereo (6 kaki)

      kalau potensio volume 3 kaki berarti mono (satu mesin) untuk bass treble juga 3 kaki

      Delete
    4. Oohhh begitu makasih om. Dapet ilmu lagi. Mantabz om🙏

      Delete
    5. iya ....
      stereo itu sebenarnya dua mesin yang sama persis dipasang secara berjajar dan dinyalakan secara bersamaan. Begitu pula potensio 6 kaki, sebenarnya itu dua buah potensio yang dipasang dalam satu unit.

      jadi utk mesin stereo maka tone controll diatas harus dibuat ganda, potensio cukup masing masing satu tapi yang kaki 6

      Delete
  4. Bermanfaat sekali Kang Mas e....bisa di pakai solusi utk mengatasi masalah tanpa masalah... berkah ilmu nya... berkah dunia akherat..

    ReplyDelete
  5. Jelas sekali ulasannya, Pak. Langsung masuk ke pikiran saya yang lagi belajar Audio system. Semoga berkah untuk Anda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ...

      bila anda penyuka hal demikian, bisa dicoba coba ukuran resistor maupun kapasitor dengan ukuran yang berbeda dari yang dijelaskan diatas. Karena sesungguhnya ukuran ukuran itu tidaklah mutlak, bahkan sebaiknya disesuaikan dengan selera pendengarnya.

      selamat ber experiment,

      Delete
  6. Mau tanya om, kalo mau ngerakit tone controlnya lagi itu menggunakan potensio brapa Kilo om?

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang bagus menggunakan 100K
      tapi bila terpaksa hanya ada 50K, itu sudah cukup

      Delete
    2. Saya terlanjur pakai yg 10k om? Bagaimana?

      Delete
    3. gak papa sih,
      cuma terutama yang untuk volume akan menyebabkan suara menjadi lebih kecil, karena sama saja dengan memasang R 10K dari input menuju ground


      untuk bass dan treble juga berpengaruh seperti itu, hanya saja efeknya tidak terlalu besar

      Delete
  7. bagus sekali om postinganya,,semoga sukses selalu,,,,cuma bagaimana setingannya kalo pngin tambah potensio middle??

    ReplyDelete
  8. trimakasih bnyak infonya om,,,,sukses selalu.
    tp bagaimana kalo settinganya kalo pngin tambah potensio middle??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kembali kasih ....
      sebenarnya hanya dengan mengganti R 1K (dari kaki 1 Bass menuju Ground) dengan ukuran 5K6, kemudian di paralel dengan satu buah potensio (gunakan hanya kaki 1 dan kaki 2, kaki 3 tidak tepakai) sudah bisa

      tapi kok kelihatan seperti tidak professional yah ....

      ockey, biar kelihatan tidak amatiran, silakan amati update image paling bawah posting khusus untuk anda.

      Delete
    2. maaf pak,baru balas,,,,trimakasih banyak update nya,,,,semoga ilmunya barokah,dan sukses selalu.

      Delete
    3. iya ... silakan dicoba, semoga hasilnya cukup memuaskan

      Delete
  9. Kok trebelnya jd kecil mas? Gimana solusinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hanya treble saja yang jadi kecil atau juga bass nya ....

      # bila hanya treble saja yang mengecil:
      - coba amati perubahan nada treble saat diputar potensio treble nya, bila tidak ada perubahan, mungkin ada kesalahan pada potensio atau jalur yang menuju potensio treble tersebut. Bila ada perubahan nada saat di putar :

      - coba ganti dengan yang lebih besar, capasitor 222 yang menuju kaki 3 potensio treble. Bila tetap gagal dan sudah ada penguat transistor, coba lepas kapasitor 331 yang terpasang pada kaki basis menuju kolektor

      Delete
  10. om admin saya mau tanya power saya kan stereo bassnya udah nendang tp midlenya kurang bersih dan cenderung kecil itu bagai mana ? mohon infonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. A. Untuk mengangkat nada middle :

      - Bila menggunakan tone controll aktif, coba perbesar sedikit nilai C yang menuju kaki 3 potensio Treble. Misal bila asalnya 222 ganti dengan 272 atau 332 atau 392 atau 472

      - Bila menggunakan Tone Controll pasif (seperti contoh pada posting ini), coba ganti R dengan nilai yang lebih tinggi R dari ground yang menuju Kaki 1 Potensio Bass, dan juga bisa dibarengi dengan memperkecil nilai C yang dari kaki 1 menuju kaki 2 potensio Bass

      B. Bila terjadi suara kurang bersih :

      - Bila kurang bersih itu seperti dengung atau getar halus, biasanya karena pemasangan elko pada power supply yang tidak tepat. Pengalaman guruKATRO bila memasang jalur/kabel sebelum elko juga bisa terjadi dengung (sebaiknya urut, dioda - elko - baru pasang kabel ke perangkat). Bisa juga karena kapasitas elko yang kurang besar

      - Bila seperti desis (noise), coba perbesar nilai C dari kaki kolektor menuju Basis Transistor Tone Controll, Bisa juga dengan memasang C 102 pada input atau output Tone Conroll (terutama untuk tone controll IC)

      - Bila suara kurang bersih dimaksud seperti serak, biasanya Transistor atau IC Tone Controll yang minta diganti, atau bahkan juga itu bisa terjadi karena Transistor Final / Driver Amplifier yang sudah soak

      Delete
  11. Mas kalo mau membagi frekuensi output tone control menjadi low dan high gimana??maksudnya biar kayak semacam crossover gitu.
    Terimakasih sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk dual output dengan pilihan low dan high, guruKATRO tampilkan skema dasarnya, silakan lihat pada update materi untuk anda pada bagian bawah posting ini

      Delete
  12. Ilmunya bermanfaat bermanfaat mas

    ReplyDelete
  13. Anda orang hebat,mau berbagi tanpa tanggung dan tanpa canggung,susah di temukan di jaman sekarang orang seperti anda,salutsalut gurukatro.semoga bermanfaat

    ReplyDelete
  14. Om guru KATRO maaf saya Pemula mau tanya kalou untuk meningkatkan suara bass pada speaker multi media saya harus upgrade apanya ya. Tone control saya hanya ada potensio VOLUME dan BASS saja? Dan power supply yg dipakai hanya 9VOLT 1.5Ampere. Mohon masukannya Om terima kasih.🙏

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau hanya 1.5 ampere kayaknya agak susah, apalagi kebanyakan multi media output terbagi dua :

      - satu sub-woofer (satu speaker woofer)
      - yang lainnya middle+treble (dua speaker satelit)

      sub-woofer sudah jelas tidak perlu di utak atik, biasanya sudah dibuat maksimal. dan Potensio bass biasanya sebenarnya merupakan volume khusus untuk sub-woofer.

      coba pasang tone controll antara volume (satelit) dengan input amplifier

      bila hasilnya tidak signifikan, mungkin harus perbesar speaker satelitnya.

      bila perlu coba intip dulu type Transistor/IC finalnya

      Delete
    2. Okeh Om saya intip dulu dh transistor / ic finalnya. Kalo untuk pasang tone control rangkaiinya sepwrti apa Om guru?
      Atw kalo beli yg sudah jadi apakah ada?

      Delete
    3. Om sudah saya ceck ternyata hanya menggunakan IC seri TEA2025B BOOMTECH dan seri CD2025CP HZA31IJ020L tanpa ada transistor final

      Delete
    4. Kalou mau saya pasang transistor final itu bagaimana ya Om? Ataw IC. Nya salah satu saya ganti pakai LA4183 apakah bisa Om? Mohon pecerahannya om? 🙏

      Delete
    5. Tone controll bisa dipasang dengan cara memutus kaki 2 atau kaki 3 potensio volume, dua ujung hasil pemutusan itu dipasang input dan output tone controll.

      Tone control yang dijual dipasaran ada banyak jenisnya, namun rata rata menganut sistem aktif (butuh tegangan +)

      ====================

      TEA 2025 memang sering dikata bagus oleh rekan rekan, tapi saya sendiri sangat tidak suka dengan yang itu, karena cukup sulit bagi saya untuk mengangkat bass treble dengan kualitas sesuai selera saya.

      Bila ganti dengan LA 4183 kayaknya bisa, tapi amati lagi dulu skema keduanya, semoga sama saja, hanya beda bentuk 4 kaki tengah saja, maklum dah agak lupa dengan skema tea2025

      Delete
    6. kembali kasih,
      yang penting tetap dan selalu hati hati dan jangan mudah putus asa

      Delete
    7. Om kalou untuk buat tone kontrol seperti di atas baiknya langsung disordel aj rangkainye ke eangkat ataw pakai pcb lagi ya? Kalou pakai pcb apakah ada yg jual sesuai rangkaiannya? Maaf nih om banyak tanya🙏

      Delete
    8. yang diatas itu rekayasa guruKATRO dulu biasanya guruKATRO buat langsung pada kaki kaki potensio, atau kalau lagi pengin agak rapi guruKATRO gunakan pcb bolong bolong2, dan ketika ada tuntutan konsumen lebih rapi lagi guruKATRO buat PCB sendiri

      banyak tanya justru admin bertambah suka, itu menunjukkan ada interaksi dalam sebuah posting

      Delete
    9. Alhamdulillah terima kasih om. Semoga sehat selalu om amal nya si om senantiasa bermanfaat🙏

      Delete
  15. Mantap ilmune mbahhh.... salut salut...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hanya berusaha berbagi saja le'

      Delete
  16. Om kalou speaker sebelah suaranya kecil kenapa ya? Apakah pengaruh potensiometer volumenya? Maklum udah lama juga 10 tahun lebih usianye😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba di tukar posisi dulu, yang asalnya pada kaki depan diganti yang dibelakang dan sebaliknya, bila suara yang keci pindah ke speaker satunya berarti potensio yang sebelah rusak.

      tapi bila sudah tukar posisi, suara yang kecil tetap disitu saja berati potensio bagus dan kelainan ada di bagian lainnya

      Delete
    2. Iya Om sudah dipindah dari yg R ke L dan sebaliknya suara jadi kecil pindah ke sebelahnya. Tapi kadang kadang normal. Potensiometer yg dipakai bawaan dari produsen sekaligus sebagai pemutus arus DC. Jadi gaimana ?🙏

      Delete
    3. kalau yang stereo sekaligus switch agak susah carinya .....
      coba dulu tetesi dengan cairan cleaner bagian dalam potensio (melalui kaki kakinya). dikit aja hanya dengan ujung obeng meneteskannya.

      bila gak punya cleaner, sementara coba gunakan terpentin atau bensin, tapi harus lebih sedikit lagi. cukup satu tetes saja barangkali.

      lalu coba putar putar pelan pelan

      bila tetap gak berhasil terpaksa harus berselancar ke toko toko penjual spare part elektronik

      bila tak ketemu juga itu potensio punya model, bisa diatasi dengan potensio biasa. sedang saklar dibuat menyusul (modif sendiri)

      Delete
    4. Om kalou potensiometer yg jenis stereo CT itu sambungnya ke apa ya? Ke ground ?

      Delete
    5. CT itu setahu saya untuk loudness

      yang biasa guruKATRO gunakan dulu, pasang dari kaki 3 (input) C~104 diseri R~5K6 lalu ke CT

      tapi loudness itu hanya berfungsi pada volume 1 - 50%
      pada putaran volume diatas 50% seperti tidak ada fungsinya

      bila tidak diperlukan, biarkan saja CT tidak digunakan

      Delete
  17. Pak ane ada amplifier merk platinum output 80watt dgn ic td 2005, mslhnya suara tidak bisa lantang volume sdh mentok tp ga lantang, begitu jg dgn bass ga bs kluar maximal serta volume kl ditutup tdk mati total, pusing ane pak mohon dibantu. Tks

    ReplyDelete
    Replies
    1. TDA 2005 (kalau gak salah tegangan 9 sampai 12 volt)

      memang sering agak kurang keras, kadang bila dipaksakan keras IC akan sangat panas,

      terus terang saya sendiri juga kurang suka karena treble terasa kasar
      kalau gak salah juga IC itu cocoknya buat booster

      kalau volume ditutup suara gak mati total biasanya pengaruh potensio yang sudah bermasalah, coba potensio di cleaner dulu, bila tidak ada perubahan coba ganti dengan potensio yang baru

      Delete
  18. Sudah saya praktekkan pak....yang tadinya cis cis sekarang jedug jedug...mantap..... thanks pak ilmunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syukurlah bila hasilnya cukup memuaskan .... kembali kasih

      Delete
  19. Om kalou yg jalur input audio an out audio itu sama dengam L / R pada kaki potensio volume ya om? Out = R pada kaki 2 volume ya om? Begitu juga yang yg in ? Mohon penjelasanya Om?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pada umumnya :
      kaki 1 = gnd
      kaki 2 = out menuju amp
      kaki 3 = in menuju sumber suara (mp3/cd/pre amp/radio)

      tapi pada kasus tertentu, mis beberapa pre amp mic (mic1 mic2 mic3 dst) masuk ke 1 amp, agar tidak saling mengganggu volume antar mic, dibuat :

      kaki 1 = gnd
      kaki 2 = in
      kaki 3 = out

      Potensio stereo itu dua buah potensio yang terpisah tapi dijajarkan

      3 kaki barisan depan = R (speaker kanan)
      dan
      3 kaki barisan belakang = L (speaker kiri)

      atau sebaliknya barisan depan untuk L barisan belakang untuk R juga bisa

      kaki 2 untuk input kaki 3 untuk output (seperti pada mesin TOA HORN) juga gak papa

      atau kaki 3 yang utk gnd juga gak papa,
      tapi nanti volume akan kebalik
      diputar kiri jadi keras
      diputar kanan jadi lemah suaranya

      Delete
  20. Om kalou suara speaker pada subwoofer jadi sember setelah di setel agak lama itu kenapa ya? Apakah IC nya yg sudah tidak layak ataw ada komponen lain yg harus diganti? Ataw pengaruh pada pow re supply nya karena hanya 1.5 ampere keluaran Dc hanya 10volt. Mohon analisanya Om?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau awal nyala bagus dan setelah beberapa lama menjadi sember biasanya ada Transistor atau IC yang sudah usang (biasanya karena semakin panas)

      setelah suara jadi sember coba cari bagian TR/IC mana yang terlalu panas.

      Delete
    2. Saya ceck bagian ic yg buat subwoofer jadi solusinya apakah harus di ganti ya Om atw ada solusi lain?

      Berarti gak pengaruh dari power nya ya Om? Karena speaker subwoofer yg dipakai yg awalnya 4inch 4ohm 10watt saya ganti dengan 5inch 5-8ohm max 200watt. Bagaimana Om?

      Delete
    3. amatiu dulu yang sember itu sub woofer atau satelitnya
      dg cara dinyalakan secara bergantian antar sub woofer dg satelit
      dg demikian akan ketahuan mana yang sember, satelitnya atau sub woofernya ...

      kalau yang sember itu sub woofer dan ragu dg speaker baru, coba kembalikan lagi dulu dg speaker yg lama.

      atau bila sudah sember, coba raba saja IC sub woofernya, apakah ada panas berlebih apa tidak. kalau ada terlalu panas, mungkin IC aus atau mungkin juga karena impedansi speaker tidak cocok dg output IC
      (tapi bila lihat impedansi speaker baru (5-8 ohm), harusnya lebih aman bagi IC)

      NB:
      Kalau hanya power supply kurang (besar ampere) (tinggi voltage), biasanya sember dari awal, bukan sember menunggu lama dulu.

      Delete
    4. NB:
      IC power TEA2025 atau LA4183 dengan PS sebesar itu, sepertinya gak cocok dengan speaker yang baru, speaker itu terlalu besar untuk IC tersebut.
      harusnya sudah sember sejak awal dinyalakan atau bila volume di besarkan

      bila PS dinaikkan, pastinya akan membuat IC cepat rusak

      Delete
  21. Yg pembagi high sama low freq itu pake transistor tipe brpa ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. agak bebas sebenarnya, tapi saya pernah mencoba C945 lebih baik untuk low, yang high bisa pakai C458 atau C828

      Delete
  22. Om saya punya power ampli tipe 2.0 yg sudah plus potensio subwoofernya. Yg mau saya tanya untuk pemasangan speaker subwoofer nya ke lubang output yg mana ya? Yg output R atw output L atw ke yg lainnya?. Dan cocoknya pakai speaker ukuran brp inch, ohm, dan watt ? PS pakai 5A 18V Thankz Om sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau gak salah power amp nya menggunakan OCL (biasa) apa yah???
      Hanya pada Tone controll di tambah potensio sub woofer,

      Kalau keadaannya seperti diatas tidak ada speaker sub woofer secara khusus

      yang pernah guruKATRO lakukan :

      Dua buah box salon (L dan R)

      - masing masing box berisi 1 woofer dan 1 tweeter
      atau
      - masing masing box berisi 1 sub-woofer 1 middle 1 tweeter

      ukuran speaker woofer cukup 10 in
      ukuran sub-woofer antara 8 hingga 10 in

      bila sudah nyala 3055 tidak terlalu panas, bisa naikkan tegangan ke 24v


      Delete
    2. Pakai transistor toshiba 1943 - 5200 Om.

      Ok Om terima kasih masukannya sangat bermanfaat buat pemula seperti saya

      Delete
    3. wouw ... lebih bagus itu dari 29 dan 30 -55

      dan itu tr kesukaan saya ....

      kalau pakai itu jelas akan lebih joss bila pakai tegangan diatas 18 volt

      Delete
    4. Ok Om terima kasih ilmunya

      Delete
    5. kembali kasih, semoga semakin pesat kemajuan elektronika anda

      Delete
    6. Om kalou pakai speaker middle ukuran 5 " pas gak yah?

      Delete
    7. gak papa .. tapi jangan lupa disaring menggunakan elko 4.7µF hingga 10µF

      Delete
    8. Ok om. Elconya di pasang kedua kutub + dan - pada speaker atw pada + nya saja om?

      Delete
    9. Kalo saya mau lakai crossover bagusnya pakai yg 2 way bass dan trebel atw yg 3 way om?

      Delete
    10. kalau tidak pakai crossover, pasang elco dengan posisi kaki elko - pada kaki + speaker, kaki - speaker biarkan langsung ke GND amplifier
      juga untuk yang treble

      Kalau mau pakai crossover gak perlu pakai elko lagi, kan disana sudah ada, pilih sesuai kebutuhan dan pasang yang seadanya :
      bass untuk subwoofer
      middle untuk middle
      tweeter untuk tweeter

      tapi sambil diamati, terutama crossover murahan :

      - bila saja terjadi transistor final atau komponen crossover itu sendiri yang berlebih panas, sebaiknya jangan gunakan itu crossover.

      - bila dipasang crossover tidak terjadi peningkatan panas yang signifikan, baru bisa dilanjut itu pakai crossover

      Delete
    11. Om mau tanya lagi. Kalo untuk speaker subwoofer apa dipasang elco 4,7μf juga om atw diatas dari itu. Soalnya saya coba pasang pakai 10μf 100volt malah hilang suara pada subwofer nya. Saya lepas baru kedengaran jedag jedug nya. Mohon masukannya om?

      Delete
    12. Pemasangan Elko ukuran kecil berfungsi untuk membuang efek BASS
      kalau dipasang pada speaker BASS maka akan hilang BASS nya. elko kecil itu hanya untuk speake middle dan treble saja.

      Baik speaker sub-woofer maupun woofer biarkan langsung
      kalau mau dipasang, gunakan 1000UF keatas, itupun hanya berfungsi untuk keamanan speaker saja

      atau bisa dipasang seperti pasang elko tapi dengan kawat email yang dililit pada inti magnet untuk memberi efek BASS empuk saja, tidak jedug jedug lagi.

      Delete
    13. Seperti induktor ya om lilitan kawat email nya?

      Delete
    14. gak ... gak seperti induktor, hanya satu utas kawat saja seperti resistor sistem kerjanya.

      Delete
  23. Assalaamu alaikum
    Om mau tanya lagi kalou penguat 1 transistor yg diposting ini kalau untuk stereo tetap di buat 1 rangkaian saja di paralel atw di buat 2 rangkaian Om?

    ReplyDelete
    Replies
    1. dibuat 2 bentuknya sama persis, yang satu untuk L yang satunya lagi untuk R
      kalau ddibuat satu dan dimasukkan bersama sama nantinya tidak stereo lagi , tapi kembali pada mono.

      NB :
      - Yang namanya stereo itu dari awal hingga akhir ada dua saluran yang masing masing berdiri sendiri. hanya saja pemasangannya umumnya dipasang dalam satu PCB.
      - Stereo itu ibaratnya kita punya dua sumber audio, dua tone controll, dua penguat, dua amplifier dan dua speaker. dinyalakan secara bersamaan
      - demikian

      Delete
    2. Suaranya masih belum maksimal kenapa ya Om? Apakah PSu nya pengaruh juga Om? Psu hanya 1,5 ampere 9v bawaan

      Delete
    3. yang ini power nya apa mas???

      Delete
    4. maksudnya power amplifiernya pakai apa

      Delete
    5. Pakai tea2025 dan la4183

      Delete
    6. Multimedia merek simbadda cst6600 yg udh gak dirpoduksi lg. Alias jadul Om

      Delete
    7. LA 4183 harusnya dah bagus di bass dan treble bila dengan PS 9V/1.5A, tapi tetap saja tidak bisa keras. Tidak bisa keras bukan karena PS nya tapi karena spesifikasi IC tersebut memang kecil.

      Speaker yang cocok juga tak boleh melebihi 6 inci

      Delete
    8. YO! sama sama dan silakan jangan sungkan bertanya tanya....

      Delete
  24. Replies
    1. Mohon maaf, tidak bisa dipesan, bukan karena gak mau, tapi karena guruKATRO aktif elektro nya era 1990 - 2010, kini hanya mantan ....

      Andai saja anda dekat di lokasi, bisa datang kedarat dengan bawa PCB polos + spedol permanent + fari cloride. dikerjakan beberapa menit pasti pulang sambil bawa PCB jadi.

      Delete
    2. Owh... Emang tinggalnya di mana?
      Oiya mau tanya, sy kan beli tc yg udah ada subwoofer, bass dan treble, kalau saya mau ganti bass nya jadi middle komponen apa aja yg hrus di ganti om?

      Delete
    3. mungkin tempat tinggal saya sangat jauh dari anda!
      Bumiayu - Brebes bagian selatan.

      kalau mengganti komponen saya harus tahu seperti apa wujud asalnya, coba di jepret lalu kirim file ke abdulhamidcilibur@gmail.com

      nanti akan saya coba tunjukkan mana saja yang mesti diganti

      Delete
    4. 3-4 jam prjlnan. Sdh sy kirim om, mksh sblmnya

      Delete
    5. emang situ dimana???
      kapan2 akan saya posting cara sederhana (amatiran) membuat PCB

      Delete
    6. eh iya ....
      sudah dikirim ulang tuh!, tentang bagian mana saja yang diganti

      Delete
  25. Solo om. Ok om mksih. Sory dah ngrepotin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh! jauh juga, repot bila ke darat.
      kembali kasih
      gak ngrefotin kok,
      nilai nilai pada penggantian itu gak mutlak, anda bisa coba dg nilai nilai yang tidak terlalu jauh dengan itu

      atau bila ingin mencoba, silakan buka homepage dan lihat posting terbaru hari ini tentang membuat sendiri pcb tone controll

      Delete
  26. Om.. saya kan pake mp5. Trus keluaran dari output nya agak kecil. Di sini saya mau menambahkan sebuah penguat tanpa tone control sebelum masuk ke ampli. Kira kira bisa ya saya pake penguat yg diatas skema keluaran dari tone masuk ke ampli ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa gunakan penguat seperti pada gambar urutan ke 11 dari atas,

      dan memang lebih mudah bila dipasang pada input Amplifier

      anda juga ber hak mengganti Resistor 470 ohm
      - bila suara masih terlalu kecil, ganti dengan ukuran 100 ohm atau 47 ohm
      - bila suara terlalu keras sebaiknya anda gunakan rangkaian seperti yang dijelaskan pada halaman ini :
      https://www.gurukatro.com/2018/10/rangkaian-kecil-untuk-menjernihkan-audio.html

      Delete
    2. Saya coba dan rasanya pas dengan R 470 ohm. Karena ampli saya juga kecil jadi kalau R di rubah lebih kecil maka suaranya kekencangan ga karuan hehehe.... Makasih om atas pencerahan nya

      Delete
    3. wah kebetulan sekali dengan 470 sudah cocok, sukses selalu da kembali kasih

      Delete
  27. minta rangkain midle nya bos

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau yang sudah ada middle sekaligus sudah stereo +pot balance, dan tersedia print PCB nya, silakan masuk halaman di bawah ini :
      https://www.gurukatro.com/2018/10/membuat-sendiri-pcb-tone-controll-pasif.html

      semoga bisa terpenuhi keinginan

      Delete