8/25/2016

Tone Control sederhana tapi mampu menghasilkan audio HiFi

komentar : 161
Assalaamu alaikum sahabat guruKATRO,

Ketemu lagi dengan guruKATRO, dalam Kategori montirKATRO. Pada kesempatan kali ini guruKATRO akan membahas tentang memperbaiki kualitas audio dengan memodifikasi dan atau membuat tone control (pengontrol nada), yang dapat menghasilkan kualitas audio cukup bagus, High Fidelty (HiFi), DENGAN MODAL YANG SANGAT MURAH. Terutama rangkaian tone control ini cocok di aplikasikan pada perangkat audio home (dalam ruangan), audio aplikasi headphone, dan tidak cocok untuk audio sound system yang diluar ruangan.

MASUK SINI UNTUK POWER AMPLIFIER/SUB WOOFER TDA 2050

MASUK SINI UNTUK PRE AMP MIC TARNSISTOR C458, STANDAR TOA HORN

klik untuk membuat DRIVER SUB WOOFER DASHSYAT MURAH DAN MUDAH

baca juga : BASS TREBLE BOOSTER DENGAN IC UA741


Mungkin pernah merasa kecewa dengan kualitas suara dari sebuah perangkat (compo misalnya) yang baru anda beli, dengan harga sekian, ternyata kualitas bass (nada rendah) tidak muncul, treble (nada tinggi) pecah pecah, dan hanya range audio middle (menengah) saja yang dominan.

Sebelum memutuskan unuk memodifikasi atau merangkai tone control dimaksud, sebaiknya amati dulu beberapa persyaratan minimal perangkat dibawah ini :

  • Bila perkakas home audio (bukan headphone) memiliki asupan tegangan 6 volt atau di bawahnya, tidak perlu susah susah merangkai tone control dibawah ini, percuma saja, tidak akan bisa menghasilkan kualitas audio yang diinginkan, tetap tidak bagus.
    Kecuali untuk piranti tersebut menggunakan IC Amplifier LA4183 atau sejenisnya.
  • Perkakas audio headphone berapa volt pun supply listriknya.
  • Perkakas home audio (non headphone), bila supply tegangan listriknya minimal 9 volt, silakan gunakan rangkaian tone control ini, biasanya akan bisa menghasilkan kualitas audio yang lebih baik.


Bila perangkat sudah sesuai dengan persyaratan diatas (tulisan berwarna biru), mari kita mulai dengan merenovasi (bila sudah ada pengontrol bass treble bawaannya) atau mungkin juga menambahkan perangkat yang bernama tone control (bila perangkat itu belum memiliki tone control), agar kualitas suaranya bisa lebih nyaman di dengarkan.

Silakan BACA JUGA :
- MERANGKAI TONE CONTROL DUA TRANSISTOR

- Mempelajari cara kerja Tone Control Aktif



Rangkaian Tone Control murah namun memiliki kualitas HiFi yang biasa guruKATRO aplikasikan sbb :

1. Untuk perkakas audio yang sudah ada tone control nya namun kualitas suara masih belum memuaskan, silakan ikuti langkah berikut :



a. Resistor dari kaki 1 potensio BASS menuju body (ground), yang awalnya biasanya 2K2 atau 2k7 atau 4k7 atau bahkan ada yang diatasnya,

ganti dengan resistor ukuran, 1K (cokelat-hitam-merah) atau maksimal 1K5 (cokelat-hijau-merah)





Gambar A-1




Ket :
Bekerja sama dengan kapasitor pada point b dibawah, resistor ini berfungsi untuk meredam audio meddle range (suara tengah/suara cemprang), semakin besar ukuran resistor ini maka akan semakin memunculkan range middle audio, semakin kecil ukurannya maka akan semakin memendam middle range audio.

NB : Bila ingin audio middle range lebih terpendam lagi, ganti resitor tersebut dengan ukuran 560Ω

baca juga :







b. Kapasitor yang terpasang dari kaki 1 ke kaki 2 (kaki tengah) potensio BASS yang biasanya asalnya berukuran 82 nano (823) hingga 100 nano (104),


ganti dengan yang berukuran 220 nano (224) atau 270 nano (274)





Gambar A-2

Ket :
Bekerja sanma dengan Resistor pada point a diatas, kapasitor ini berfungsi untuk meredam audio middle range. Semakin kecil ukuran (nano Farad) kapasitor, maka akan semakin membuka middle range, semakin besar ukuran kapasitor, maka akan semakin menutup middle range

NB :
bila ingin lebih menyingkirkan middle range, bisa coba menggunakan kapasitor 0.33µF (334) atau 330 nano Farad



Buka disini UTK TONE CONTROL YG ADA MIDDLE nya

atau disini UTK YG ADA MIDDLE, STEREO dan ADA LAYOUT PBC nya


c. Kapasitor yang terpasang dari kaki 2 dengan kaki 3 potensio BASS, biasanya awalnya berukuran 4,7 nano (472/4n7) atau 5,6 nano (562/5n2) atau 6,8 nano (682/6n8) atau 8,2 nano (822/8n2) atau 10 nano (103) atau 47 nano (473) atau 56 nano (563) atau bahkan lebih besar lagi,


ganti dengan ukuran 1 nano (102/1n) atau 2,2 nano (222/2n2) atau maksimal 3,3 nano (332/3n2)





Gambar A-3


Ket :
Kapasitor ini berfungsi untuk tetap membuka audio pada saat BASS ditutup. Semakin kecil ukuran (nano Farad) kapasitor, maka akan semakin menutup middle range, semakin besar ukuran kapasitor ini, maka akan semakin membuka middle range. Bila kapasitor ini ukurannya terlalu besar, maka potensio bas tidak bekerja, potensio dibuka atau ditutup akan tetap keluar bass.



d. Resistor yang terpasang pada kaki 2 potensio BASS menuju kaki 2 potensio Treble, yang awalnya biasanya berukuran 2K2 atau 2K7 atau 3K3 atau 4K7 atau 5K6 atau bahkan ada yang berukuran lebih besar lagi,



ganti dengan yang berukuran 1K






Gambar A-4


Ket :
Bila dengan resistor 1K dirasa bass terlalu tebal, silakan ganti resistor ini dengan ukuran 1K5 atau 1K8 atau 2K2.



e. Resistor yang terpasang dari kaki 3 potensio BASS menuju kaki 2 Volume, berapapun ukurannya,


ganti dengan resistor berukuran 10K ( Cokelat-Hitam-Orange)








Gambar A-5




f. Kapasitor yang terpasang pada kaki 3 potensio TREBLE menuju kaki 2 potensio Volume yang pada awalnya biasanya berukuran 472 (4,7 nano) atau 562 (5,6 nano),


ganti dengan kapasitor yang berukuran 2,2 nano (222/2n2) atau maksimal 3,3 nano (332 / 3n3)



Gambar A-6



g. Biarkan apa adanya kapasitor yang terpasang dari kaki 1 Potensio TREBLE menuju body atau ground, atau silakan ganti dengan ukuran 10 nano (103)





Gambar A-7



Nilai nilai/ukuran R maupun C diatas tidaklah mutlak! dengan mengamati kegunaan masing masing komponen pada tiap langkah (a sampai f) diatas, anda bisa melakukan beberapa percobaan dengan menaikkan atau menurunkan ukuran komponen, terus dilakukan percobaan hingga anda menemukan kualitas suara yang benar benar sesuai dengan keinginan anda.


g.a Pasang elko atau cukup gunakan kawat pada input - output dan kaki 2 potensio volume

Gambar A-8




h. Terakhir, ambil audio input (dari tuner atau pre amp head atau CD / DVD Player, mp3 Player, ipad dll ) dari kaki 3 Potensio Volume dan ambil audio output (keluaran menuju amplifier) dari kaki tengah Potensio Treble





Gambar A-9



  • Bila sudah dipasang tapi kualitas audio masih kurang bagus, coba teliti kembali itu rangkaian, barangkali masih ada yang salah pasang.
  • Bila semua sudah terpasang dengan benar, ternyata tetap saja belum menghasilkan kualitas audio yang bagus, mungkin kualitas tuner atau pre amp yang memang kurang bagus, solusinya, pasang secara seri, satu buah resistor 1K/2k2/3k3/4k7/5k6 dengan kapasitor 100 nano / 220 nano. Pasang kaki resistor pada ground dan pasang kaki Kapasitor pada bagian output tuner atau pre amp, sbb :

Gambar A-10




2. Untuk piranti audio yang belum memiliki tone control
(hanya ada Potensio VOLUME saja), silakan buat dulu tone control sebagaimana terlihat pada gambar di point h diatas. Lalu pasang dengan cara : Putuskan dulu saluran dari kaki tengah Potensio VOLUME (yang asalnya langsung menuju amplifier), diputus dan dipindah menuju kaki 3 Potensio BASS melalui resistor 10K, dan menuju kaki 3 Potensio TREBLE melalui kapasitor 2,2 nano.

Sementara hasil pemutusan yang sebelahnya yang menuju amplifier, dipasang ke kaki tengah Potensio TREBLE.

NB :
Seandainya dengan pemasangan model Tone Control diatas ternyata membuat audio menjadi
kurang keras
, maka bisa disiasati dengan membuat penguat audio, menggunakan satu buah transistor, C828 atau C829 atau C945. Agar kualitas HiFi tetap terjaga, maka sebaiknya rangkaian penguat audio satu transistor dibuat dengan ukuran komponen seperti ini :

a. Penguat transistor dipasang sesudah sumber suara sebelum masuk tone control

Gambar B-0



- Resistor dari ground (-) menuju Emitor gunakan ukuran 4K7
- Resistor dari supply (+) menuju Kolektor : gunakan ukuran 100 ohm
- Resistor dari Kolektor menuju Basis : gunakan ukuran 560K
- Kapasitor dari Basis ke ground : gunakan ukuran 100pF

- Input audio masuk menuju Basis melalui elco 1µF (sebaiknya jenis nonpolar).
- Output audio keluar dari Emitor melalui elco 1µF (sebaiknya jenis nonpolar).
- Bila tidak ada nonpolar, bisa gunakan kondensator keramik atau sejenisnya dengan ukuran 224 (220 nanoFarad) atau 334 (330 nanoFarad), atau bila tidak ditemukan juga, bisa gunakan elco yang bipolar dengan kutub positif yang dipasang pada kaki transistor (baik yang input maupun yang output)

Ket :

- Bila ingin audio middle range lebih keluar, ganti resistor dari ground menuju emitor dengan ukuran yang lebih besar, misalnya 5K6 atau 6K8.

- Bila ingin audio middle range lebih tersembunyi, ganti resitor dari ground menuju emitor dengan ukuran yang lebih kecil, misalnya 3K3 atau 2K2.

- Bila terjadi over TREBLE, ganti kapasitor dengan ukuran 221 atau 331

- Bila terjadi over BASS, ganti resistor 470k dengan 330K

- Bila terjadi kurang BASS, ganti resistor 470K dengan 560k atau 680K


NB : Penguat transistor nomor 1 diatas itu sifatnya hanya alternatif saja, sebab pengaruhnya akan terasa sangat kecil, jadi bila tidak dibuat pun akan seperti tidak kentara perbedaannya, kecuali bagi para pemilik telinga super sensitif. yang menimbulkan pengaruh cukup signifikan terhadap volume suara adalah Penguat transistor yang akan dibahas pada nomor 2 di bawah ini :

b. Penguat transistor dipasang sesudah Tone Control, sebelum masuk input amplifier


Gambar B-1


- Input audio datang dari kaki tengah potensio TREBLE masuk Basis melalui elco
- Output audio keluar melalui Kolektor menuju input amplifier melalui elco

dengan rangkaian sbb :

- Resistor dari ground (-) menuju Emitor : 470 ohm
- Resistor dari supply (+) menuju Kolektor ; 5K6
- Resistor dari Kolektor menuju Basis : 1 mega ohm
- Kapasitor dari Kolektor menuju Basis : 330 pF


Ket :

  • Bila terjadi noise akibat over Treble, silakan perbesar ukuran kapasitor 331, dengan 471
  • Bila ingin mengangkat treble lebih tinggi lagi, pasang secara paralel dengan resistor 470 ohm, sebuah kapasitor dengan ukuran 823 atau 104, atau ukuran disesuaikan dengan selera anda akan kualitas treble yang diinginkan

Gambar B-2



  • Bila over BASS, ganti resitor 1 mega dengan ukuran 680K atau 560K atau 470K
  • Bila ingin hentakan BASS lebih terasa tegas, ganti resistor 470 ohm dengan 330 ohm atau 220 ohm atau 100 ohm
Update !!!!
tambahan image untuk rohmadoni rome sebagai referensi pemasangan potensio middle control

Gambar C-1

3 buah resistor 10K dan 2 buah capasitor 10 nano, bukan sesuatu yang mutlak, anda bisa mencoba mengganti dengan nilai nilai yang tidak terlalu jauh dari nilai tersebut, hingga ditemukan kualitas yang diinginkan.



Update Materi atas pertanyaan











untuk mas widhex kontho, berikut guruKATRO share skema dasar dual output high and low control audio.

Gambar C-2


Dari skema diatas itu, mas widhex boleh memainkan 6 komponen sesuai keinginan kualitas audio yang dihasilkan

untuk modif LOW-output silakan ganti ganti 2 buah R 10K dan satu buah C 684
untuk modif HIGH-output silakan ganti ganti 2 buah C 472 dan 1 buah R 1K

atau bila ingin lebih LOW lagi, silakan ganti C 561 dengan C 102 atau diatasnya, semakin besar nilai kapasitor, semakin memendam nada selain nada rendah.

pasang masing masing satu potensio pada bagian output untuk mengatur keluarannya

bila ingin dijadikan single-outpu, setelah masing masing potensio disatukan menggunakan resistor 10K, agar tidak saling mengganggu antara high dengan low saat salah satu potensio diputar minim, usahakan input pada kaki 2 dan resistor 10K pada kaki 3 potensio.

itu masih rangka dasar, walau sudah bisa digunakan, namun akan lebih baik bila dikembangkan lagi

  • Inilah Rangkaian Tone Control ala guruKATRO pada jaman dulu ketika masih jadi montirKATRO, yang pernah mendatangkan sangat banyak order untuk memperbaiki kualitas audio. Harap maklum karena tone control itu mampu menyaingi kualitas audio compo produk Polytron dengan modal yang jauh lebih murah.
Penulis berbagi PENGETAHUAN
Pembaca mendukung dg TIDAK MEMBLOKIR IKLAN
dg SALING PENGERTIAN seperti ini
Insya Allah kita selalu dalam KEBERKAHAN

Demikian Posting tentang Tone Control sederhana tapi mampu menghasilkan audio HiFi yang dapat guruKATRO sajikan, mohon maaf bila masih banyak kekurangannya, kritik dan saran serta pertanyaan dapat disampaikan melalui kolom komentar.

Terima kasih

161 komentar

  1. Terima kasih banyak. Informasi ini sangat membantu saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kembali kasih, semoga bermanfaat.....

      Hapus
  2. Ini baru mantab...., Bagi2 ilmunya Gk tanggung. Smpe detail ukuran/ warna resistor di jelasin. Trmksih min...., Semoga ilmunya bermanfaat utk QTA semua..., Di tunggu postingan yg lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas anjangsananya ....
      Semoga saya masih bisa punya sempat untuk mengungkit kembali dalam posting tentang apa yang dulu pernah saya kerjakan

      Hapus
  3. Kalo untuk yg stereo bagaimana min

    BalasHapus
    Balasan
    1. buat satu lagi rangkaian yang sama persis dengan yang itu,

      dan dipasang pada potensio meter yang stereo (dobel kaki/6 kaki)

      kalau yang diatas kan hanya 3 kaki (mono)

      Hapus
    2. Potensio nya pakai yang 6 kaki semua om? Atau hanya yg potensio volume aj?

      Hapus
    3. bila potensio volume 6 kaki berarti stereo (yang tiga dibelakang untuk L yang tiga depan untuk R) atau sebaliknya

      berarti untuk bass treble juga harus stereo (6 kaki)

      kalau potensio volume 3 kaki berarti mono (satu mesin) untuk bass treble juga 3 kaki

      Hapus
    4. Oohhh begitu makasih om. Dapet ilmu lagi. Mantabz om🙏

      Hapus
    5. iya ....
      stereo itu sebenarnya dua mesin yang sama persis dipasang secara berjajar dan dinyalakan secara bersamaan. Begitu pula potensio 6 kaki, sebenarnya itu dua buah potensio yang dipasang dalam satu unit.

      jadi utk mesin stereo maka tone controll diatas harus dibuat ganda, potensio cukup masing masing satu tapi yang kaki 6

      Hapus
  4. Bermanfaat sekali Kang Mas e....bisa di pakai solusi utk mengatasi masalah tanpa masalah... berkah ilmu nya... berkah dunia akherat..

    BalasHapus
  5. Jelas sekali ulasannya, Pak. Langsung masuk ke pikiran saya yang lagi belajar Audio system. Semoga berkah untuk Anda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ...

      bila anda penyuka hal demikian, bisa dicoba coba ukuran resistor maupun kapasitor dengan ukuran yang berbeda dari yang dijelaskan diatas. Karena sesungguhnya ukuran ukuran itu tidaklah mutlak, bahkan sebaiknya disesuaikan dengan selera pendengarnya.

      selamat ber experiment,

      Hapus
  6. Mau tanya om, kalo mau ngerakit tone controlnya lagi itu menggunakan potensio brapa Kilo om?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang bagus menggunakan 100K
      tapi bila terpaksa hanya ada 50K, itu sudah cukup

      Hapus
    2. Saya terlanjur pakai yg 10k om? Bagaimana?

      Hapus
    3. gak papa sih,
      cuma terutama yang untuk volume akan menyebabkan suara menjadi lebih kecil, karena sama saja dengan memasang R 10K dari input menuju ground


      untuk bass dan treble juga berpengaruh seperti itu, hanya saja efeknya tidak terlalu besar

      Hapus
  7. bagus sekali om postinganya,,semoga sukses selalu,,,,cuma bagaimana setingannya kalo pngin tambah potensio middle??

    BalasHapus
  8. trimakasih bnyak infonya om,,,,sukses selalu.
    tp bagaimana kalo settinganya kalo pngin tambah potensio middle??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kembali kasih ....
      sebenarnya hanya dengan mengganti R 1K (dari kaki 1 Bass menuju Ground) dengan ukuran 5K6, kemudian di paralel dengan satu buah potensio (gunakan hanya kaki 1 dan kaki 2, kaki 3 tidak tepakai) sudah bisa

      tapi kok kelihatan seperti tidak professional yah ....

      ockey, biar kelihatan tidak amatiran, silakan amati update image paling bawah posting khusus untuk anda.

      Hapus
    2. maaf pak,baru balas,,,,trimakasih banyak update nya,,,,semoga ilmunya barokah,dan sukses selalu.

      Hapus
    3. iya ... silakan dicoba, semoga hasilnya cukup memuaskan

      Hapus
  9. Kok trebelnya jd kecil mas? Gimana solusinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hanya treble saja yang jadi kecil atau juga bass nya ....

      # bila hanya treble saja yang mengecil:
      - coba amati perubahan nada treble saat diputar potensio treble nya, bila tidak ada perubahan, mungkin ada kesalahan pada potensio atau jalur yang menuju potensio treble tersebut. Bila ada perubahan nada saat di putar :

      - coba ganti dengan yang lebih besar, capasitor 222 yang menuju kaki 3 potensio treble. Bila tetap gagal dan sudah ada penguat transistor, coba lepas kapasitor 331 yang terpasang pada kaki basis menuju kolektor

      Hapus
  10. om admin saya mau tanya power saya kan stereo bassnya udah nendang tp midlenya kurang bersih dan cenderung kecil itu bagai mana ? mohon infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. A. Untuk mengangkat nada middle :

      - Bila menggunakan tone controll aktif, coba perbesar sedikit nilai C yang menuju kaki 3 potensio Treble. Misal bila asalnya 222 ganti dengan 272 atau 332 atau 392 atau 472

      - Bila menggunakan Tone Controll pasif (seperti contoh pada posting ini), coba ganti R dengan nilai yang lebih tinggi R dari ground yang menuju Kaki 1 Potensio Bass, dan juga bisa dibarengi dengan memperkecil nilai C yang dari kaki 1 menuju kaki 2 potensio Bass

      B. Bila terjadi suara kurang bersih :

      - Bila kurang bersih itu seperti dengung atau getar halus, biasanya karena pemasangan elko pada power supply yang tidak tepat. Pengalaman guruKATRO bila memasang jalur/kabel sebelum elko juga bisa terjadi dengung (sebaiknya urut, dioda - elko - baru pasang kabel ke perangkat). Bisa juga karena kapasitas elko yang kurang besar

      - Bila seperti desis (noise), coba perbesar nilai C dari kaki kolektor menuju Basis Transistor Tone Controll, Bisa juga dengan memasang C 102 pada input atau output Tone Conroll (terutama untuk tone controll IC)

      - Bila suara kurang bersih dimaksud seperti serak, biasanya Transistor atau IC Tone Controll yang minta diganti, atau bahkan juga itu bisa terjadi karena Transistor Final / Driver Amplifier yang sudah soak

      Hapus
  11. Mas kalo mau membagi frekuensi output tone control menjadi low dan high gimana??maksudnya biar kayak semacam crossover gitu.
    Terimakasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk dual output dengan pilihan low dan high, guruKATRO tampilkan skema dasarnya, silakan lihat pada update materi untuk anda pada bagian bawah posting ini

      Hapus
  12. Ilmunya bermanfaat bermanfaat mas

    BalasHapus
  13. Anda orang hebat,mau berbagi tanpa tanggung dan tanpa canggung,susah di temukan di jaman sekarang orang seperti anda,salutsalut gurukatro.semoga bermanfaat

    BalasHapus
  14. Om guru KATRO maaf saya Pemula mau tanya kalou untuk meningkatkan suara bass pada speaker multi media saya harus upgrade apanya ya. Tone control saya hanya ada potensio VOLUME dan BASS saja? Dan power supply yg dipakai hanya 9VOLT 1.5Ampere. Mohon masukannya Om terima kasih.🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau hanya 1.5 ampere kayaknya agak susah, apalagi kebanyakan multi media output terbagi dua :

      - satu sub-woofer (satu speaker woofer)
      - yang lainnya middle+treble (dua speaker satelit)

      sub-woofer sudah jelas tidak perlu di utak atik, biasanya sudah dibuat maksimal. dan Potensio bass biasanya sebenarnya merupakan volume khusus untuk sub-woofer.

      coba pasang tone controll antara volume (satelit) dengan input amplifier

      bila hasilnya tidak signifikan, mungkin harus perbesar speaker satelitnya.

      bila perlu coba intip dulu type Transistor/IC finalnya

      Hapus
    2. Okeh Om saya intip dulu dh transistor / ic finalnya. Kalo untuk pasang tone control rangkaiinya sepwrti apa Om guru?
      Atw kalo beli yg sudah jadi apakah ada?

      Hapus
    3. Om sudah saya ceck ternyata hanya menggunakan IC seri TEA2025B BOOMTECH dan seri CD2025CP HZA31IJ020L tanpa ada transistor final

      Hapus
    4. Kalou mau saya pasang transistor final itu bagaimana ya Om? Ataw IC. Nya salah satu saya ganti pakai LA4183 apakah bisa Om? Mohon pecerahannya om? 🙏

      Hapus
    5. Tone controll bisa dipasang dengan cara memutus kaki 2 atau kaki 3 potensio volume, dua ujung hasil pemutusan itu dipasang input dan output tone controll.

      Tone control yang dijual dipasaran ada banyak jenisnya, namun rata rata menganut sistem aktif (butuh tegangan +)

      ====================

      TEA 2025 memang sering dikata bagus oleh rekan rekan, tapi saya sendiri sangat tidak suka dengan yang itu, karena cukup sulit bagi saya untuk mengangkat bass treble dengan kualitas sesuai selera saya.

      Bila ganti dengan LA 4183 kayaknya bisa, tapi amati lagi dulu skema keduanya, semoga sama saja, hanya beda bentuk 4 kaki tengah saja, maklum dah agak lupa dengan skema tea2025

      Hapus
    6. kembali kasih,
      yang penting tetap dan selalu hati hati dan jangan mudah putus asa

      Hapus
    7. Om kalou untuk buat tone kontrol seperti di atas baiknya langsung disordel aj rangkainye ke eangkat ataw pakai pcb lagi ya? Kalou pakai pcb apakah ada yg jual sesuai rangkaiannya? Maaf nih om banyak tanya🙏

      Hapus
    8. yang diatas itu rekayasa guruKATRO dulu biasanya guruKATRO buat langsung pada kaki kaki potensio, atau kalau lagi pengin agak rapi guruKATRO gunakan pcb bolong bolong2, dan ketika ada tuntutan konsumen lebih rapi lagi guruKATRO buat PCB sendiri

      banyak tanya justru admin bertambah suka, itu menunjukkan ada interaksi dalam sebuah posting

      Hapus
    9. Alhamdulillah terima kasih om. Semoga sehat selalu om amal nya si om senantiasa bermanfaat🙏

      Hapus
  15. Mantap ilmune mbahhh.... salut salut...

    BalasHapus
  16. Om kalou speaker sebelah suaranya kecil kenapa ya? Apakah pengaruh potensiometer volumenya? Maklum udah lama juga 10 tahun lebih usianye😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba di tukar posisi dulu, yang asalnya pada kaki depan diganti yang dibelakang dan sebaliknya, bila suara yang keci pindah ke speaker satunya berarti potensio yang sebelah rusak.

      tapi bila sudah tukar posisi, suara yang kecil tetap disitu saja berati potensio bagus dan kelainan ada di bagian lainnya

      Hapus
    2. Iya Om sudah dipindah dari yg R ke L dan sebaliknya suara jadi kecil pindah ke sebelahnya. Tapi kadang kadang normal. Potensiometer yg dipakai bawaan dari produsen sekaligus sebagai pemutus arus DC. Jadi gaimana ?🙏

      Hapus
    3. kalau yang stereo sekaligus switch agak susah carinya .....
      coba dulu tetesi dengan cairan cleaner bagian dalam potensio (melalui kaki kakinya). dikit aja hanya dengan ujung obeng meneteskannya.

      bila gak punya cleaner, sementara coba gunakan terpentin atau bensin, tapi harus lebih sedikit lagi. cukup satu tetes saja barangkali.

      lalu coba putar putar pelan pelan

      bila tetap gak berhasil terpaksa harus berselancar ke toko toko penjual spare part elektronik

      bila tak ketemu juga itu potensio punya model, bisa diatasi dengan potensio biasa. sedang saklar dibuat menyusul (modif sendiri)

      Hapus
    4. Om kalou potensiometer yg jenis stereo CT itu sambungnya ke apa ya? Ke ground ?

      Hapus
    5. CT itu setahu saya untuk loudness

      yang biasa guruKATRO gunakan dulu, pasang dari kaki 3 (input) C~104 diseri R~5K6 lalu ke CT

      tapi loudness itu hanya berfungsi pada volume 1 - 50%
      pada putaran volume diatas 50% seperti tidak ada fungsinya

      bila tidak diperlukan, biarkan saja CT tidak digunakan

      Hapus
  17. Pak ane ada amplifier merk platinum output 80watt dgn ic td 2005, mslhnya suara tidak bisa lantang volume sdh mentok tp ga lantang, begitu jg dgn bass ga bs kluar maximal serta volume kl ditutup tdk mati total, pusing ane pak mohon dibantu. Tks

    BalasHapus
    Balasan
    1. TDA 2005 (kalau gak salah tegangan 9 sampai 12 volt)

      memang sering agak kurang keras, kadang bila dipaksakan keras IC akan sangat panas,

      terus terang saya sendiri juga kurang suka karena treble terasa kasar
      kalau gak salah juga IC itu cocoknya buat booster

      kalau volume ditutup suara gak mati total biasanya pengaruh potensio yang sudah bermasalah, coba potensio di cleaner dulu, bila tidak ada perubahan coba ganti dengan potensio yang baru

      Hapus
  18. Sudah saya praktekkan pak....yang tadinya cis cis sekarang jedug jedug...mantap..... thanks pak ilmunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syukurlah bila hasilnya cukup memuaskan .... kembali kasih

      Hapus
  19. Om kalou yg jalur input audio an out audio itu sama dengam L / R pada kaki potensio volume ya om? Out = R pada kaki 2 volume ya om? Begitu juga yang yg in ? Mohon penjelasanya Om?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada umumnya :
      kaki 1 = gnd
      kaki 2 = out menuju amp
      kaki 3 = in menuju sumber suara (mp3/cd/pre amp/radio)

      tapi pada kasus tertentu, mis beberapa pre amp mic (mic1 mic2 mic3 dst) masuk ke 1 amp, agar tidak saling mengganggu volume antar mic, dibuat :

      kaki 1 = gnd
      kaki 2 = in
      kaki 3 = out

      Potensio stereo itu dua buah potensio yang terpisah tapi dijajarkan

      3 kaki barisan depan = R (speaker kanan)
      dan
      3 kaki barisan belakang = L (speaker kiri)

      atau sebaliknya barisan depan untuk L barisan belakang untuk R juga bisa

      kaki 2 untuk input kaki 3 untuk output (seperti pada mesin TOA HORN) juga gak papa

      atau kaki 3 yang utk gnd juga gak papa,
      tapi nanti volume akan kebalik
      diputar kiri jadi keras
      diputar kanan jadi lemah suaranya

      Hapus
  20. Om kalou suara speaker pada subwoofer jadi sember setelah di setel agak lama itu kenapa ya? Apakah IC nya yg sudah tidak layak ataw ada komponen lain yg harus diganti? Ataw pengaruh pada pow re supply nya karena hanya 1.5 ampere keluaran Dc hanya 10volt. Mohon analisanya Om?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau awal nyala bagus dan setelah beberapa lama menjadi sember biasanya ada Transistor atau IC yang sudah usang (biasanya karena semakin panas)

      setelah suara jadi sember coba cari bagian TR/IC mana yang terlalu panas.

      Hapus
    2. Saya ceck bagian ic yg buat subwoofer jadi solusinya apakah harus di ganti ya Om atw ada solusi lain?

      Berarti gak pengaruh dari power nya ya Om? Karena speaker subwoofer yg dipakai yg awalnya 4inch 4ohm 10watt saya ganti dengan 5inch 5-8ohm max 200watt. Bagaimana Om?

      Hapus
    3. amatiu dulu yang sember itu sub woofer atau satelitnya
      dg cara dinyalakan secara bergantian antar sub woofer dg satelit
      dg demikian akan ketahuan mana yang sember, satelitnya atau sub woofernya ...

      kalau yang sember itu sub woofer dan ragu dg speaker baru, coba kembalikan lagi dulu dg speaker yg lama.

      atau bila sudah sember, coba raba saja IC sub woofernya, apakah ada panas berlebih apa tidak. kalau ada terlalu panas, mungkin IC aus atau mungkin juga karena impedansi speaker tidak cocok dg output IC
      (tapi bila lihat impedansi speaker baru (5-8 ohm), harusnya lebih aman bagi IC)

      NB:
      Kalau hanya power supply kurang (besar ampere) (tinggi voltage), biasanya sember dari awal, bukan sember menunggu lama dulu.

      Hapus
    4. NB:
      IC power TEA2025 atau LA4183 dengan PS sebesar itu, sepertinya gak cocok dengan speaker yang baru, speaker itu terlalu besar untuk IC tersebut.
      harusnya sudah sember sejak awal dinyalakan atau bila volume di besarkan

      bila PS dinaikkan, pastinya akan membuat IC cepat rusak

      Hapus
  21. Yg pembagi high sama low freq itu pake transistor tipe brpa ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. agak bebas sebenarnya, tapi saya pernah mencoba C945 lebih baik untuk low, yang high bisa pakai C458 atau C828

      Hapus
  22. Om saya punya power ampli tipe 2.0 yg sudah plus potensio subwoofernya. Yg mau saya tanya untuk pemasangan speaker subwoofer nya ke lubang output yg mana ya? Yg output R atw output L atw ke yg lainnya?. Dan cocoknya pakai speaker ukuran brp inch, ohm, dan watt ? PS pakai 5A 18V Thankz Om sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau gak salah power amp nya menggunakan OCL (biasa) apa yah???
      Hanya pada Tone controll di tambah potensio sub woofer,

      Kalau keadaannya seperti diatas tidak ada speaker sub woofer secara khusus

      yang pernah guruKATRO lakukan :

      Dua buah box salon (L dan R)

      - masing masing box berisi 1 woofer dan 1 tweeter
      atau
      - masing masing box berisi 1 sub-woofer 1 middle 1 tweeter

      ukuran speaker woofer cukup 10 in
      ukuran sub-woofer antara 8 hingga 10 in

      bila sudah nyala 3055 tidak terlalu panas, bisa naikkan tegangan ke 24v


      Hapus
    2. Pakai transistor toshiba 1943 - 5200 Om.

      Ok Om terima kasih masukannya sangat bermanfaat buat pemula seperti saya

      Hapus
    3. wouw ... lebih bagus itu dari 29 dan 30 -55

      dan itu tr kesukaan saya ....

      kalau pakai itu jelas akan lebih joss bila pakai tegangan diatas 18 volt

      Hapus
    4. Ok Om terima kasih ilmunya

      Hapus
    5. kembali kasih, semoga semakin pesat kemajuan elektronika anda

      Hapus
    6. Om kalou pakai speaker middle ukuran 5 " pas gak yah?

      Hapus
    7. gak papa .. tapi jangan lupa disaring menggunakan elko 4.7µF hingga 10µF

      Hapus
    8. Ok om. Elconya di pasang kedua kutub + dan - pada speaker atw pada + nya saja om?

      Hapus
    9. Kalo saya mau lakai crossover bagusnya pakai yg 2 way bass dan trebel atw yg 3 way om?

      Hapus
    10. kalau tidak pakai crossover, pasang elco dengan posisi kaki elko - pada kaki + speaker, kaki - speaker biarkan langsung ke GND amplifier
      juga untuk yang treble

      Kalau mau pakai crossover gak perlu pakai elko lagi, kan disana sudah ada, pilih sesuai kebutuhan dan pasang yang seadanya :
      bass untuk subwoofer
      middle untuk middle
      tweeter untuk tweeter

      tapi sambil diamati, terutama crossover murahan :

      - bila saja terjadi transistor final atau komponen crossover itu sendiri yang berlebih panas, sebaiknya jangan gunakan itu crossover.

      - bila dipasang crossover tidak terjadi peningkatan panas yang signifikan, baru bisa dilanjut itu pakai crossover

      Hapus
    11. Om mau tanya lagi. Kalo untuk speaker subwoofer apa dipasang elco 4,7μf juga om atw diatas dari itu. Soalnya saya coba pasang pakai 10μf 100volt malah hilang suara pada subwofer nya. Saya lepas baru kedengaran jedag jedug nya. Mohon masukannya om?

      Hapus
    12. Pemasangan Elko ukuran kecil berfungsi untuk membuang efek BASS
      kalau dipasang pada speaker BASS maka akan hilang BASS nya. elko kecil itu hanya untuk speake middle dan treble saja.

      Baik speaker sub-woofer maupun woofer biarkan langsung
      kalau mau dipasang, gunakan 1000UF keatas, itupun hanya berfungsi untuk keamanan speaker saja

      atau bisa dipasang seperti pasang elko tapi dengan kawat email yang dililit pada inti magnet untuk memberi efek BASS empuk saja, tidak jedug jedug lagi.

      Hapus
    13. Seperti induktor ya om lilitan kawat email nya?

      Hapus
    14. gak ... gak seperti induktor, hanya satu utas kawat saja seperti resistor sistem kerjanya.

      Hapus
  23. Assalaamu alaikum
    Om mau tanya lagi kalou penguat 1 transistor yg diposting ini kalau untuk stereo tetap di buat 1 rangkaian saja di paralel atw di buat 2 rangkaian Om?

    BalasHapus
    Balasan
    1. dibuat 2 bentuknya sama persis, yang satu untuk L yang satunya lagi untuk R
      kalau ddibuat satu dan dimasukkan bersama sama nantinya tidak stereo lagi , tapi kembali pada mono.

      NB :
      - Yang namanya stereo itu dari awal hingga akhir ada dua saluran yang masing masing berdiri sendiri. hanya saja pemasangannya umumnya dipasang dalam satu PCB.
      - Stereo itu ibaratnya kita punya dua sumber audio, dua tone controll, dua penguat, dua amplifier dan dua speaker. dinyalakan secara bersamaan
      - demikian

      Hapus
    2. Suaranya masih belum maksimal kenapa ya Om? Apakah PSu nya pengaruh juga Om? Psu hanya 1,5 ampere 9v bawaan

      Hapus
    3. yang ini power nya apa mas???

      Hapus
    4. maksudnya power amplifiernya pakai apa

      Hapus
    5. Pakai tea2025 dan la4183

      Hapus
    6. Multimedia merek simbadda cst6600 yg udh gak dirpoduksi lg. Alias jadul Om

      Hapus
    7. LA 4183 harusnya dah bagus di bass dan treble bila dengan PS 9V/1.5A, tapi tetap saja tidak bisa keras. Tidak bisa keras bukan karena PS nya tapi karena spesifikasi IC tersebut memang kecil.

      Speaker yang cocok juga tak boleh melebihi 6 inci

      Hapus
    8. YO! sama sama dan silakan jangan sungkan bertanya tanya....

      Hapus
  24. Balasan
    1. Mohon maaf, tidak bisa dipesan, bukan karena gak mau, tapi karena guruKATRO aktif elektro nya era 1990 - 2010, kini hanya mantan ....

      Andai saja anda dekat di lokasi, bisa datang kedarat dengan bawa PCB polos + spedol permanent + fari cloride. dikerjakan beberapa menit pasti pulang sambil bawa PCB jadi.

      Hapus
    2. Owh... Emang tinggalnya di mana?
      Oiya mau tanya, sy kan beli tc yg udah ada subwoofer, bass dan treble, kalau saya mau ganti bass nya jadi middle komponen apa aja yg hrus di ganti om?

      Hapus
    3. mungkin tempat tinggal saya sangat jauh dari anda!
      Bumiayu - Brebes bagian selatan.

      kalau mengganti komponen saya harus tahu seperti apa wujud asalnya, coba di jepret lalu kirim file ke abdulhamidcilibur@gmail.com

      nanti akan saya coba tunjukkan mana saja yang mesti diganti

      Hapus
    4. 3-4 jam prjlnan. Sdh sy kirim om, mksh sblmnya

      Hapus
    5. emang situ dimana???
      kapan2 akan saya posting cara sederhana (amatiran) membuat PCB

      Hapus
    6. eh iya ....
      sudah dikirim ulang tuh!, tentang bagian mana saja yang diganti

      Hapus
  25. Solo om. Ok om mksih. Sory dah ngrepotin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh! jauh juga, repot bila ke darat.
      kembali kasih
      gak ngrefotin kok,
      nilai nilai pada penggantian itu gak mutlak, anda bisa coba dg nilai nilai yang tidak terlalu jauh dengan itu

      atau bila ingin mencoba, silakan buka homepage dan lihat posting terbaru hari ini tentang membuat sendiri pcb tone controll

      Hapus
  26. Om.. saya kan pake mp5. Trus keluaran dari output nya agak kecil. Di sini saya mau menambahkan sebuah penguat tanpa tone control sebelum masuk ke ampli. Kira kira bisa ya saya pake penguat yg diatas skema keluaran dari tone masuk ke ampli ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa gunakan penguat seperti pada gambar urutan ke 11 dari atas,

      dan memang lebih mudah bila dipasang pada input Amplifier

      anda juga ber hak mengganti Resistor 470 ohm
      - bila suara masih terlalu kecil, ganti dengan ukuran 100 ohm atau 47 ohm
      - bila suara terlalu keras sebaiknya anda gunakan rangkaian seperti yang dijelaskan pada halaman ini :
      https://www.gurukatro.com/2018/10/rangkaian-kecil-untuk-menjernihkan-audio.html

      Hapus
    2. Saya coba dan rasanya pas dengan R 470 ohm. Karena ampli saya juga kecil jadi kalau R di rubah lebih kecil maka suaranya kekencangan ga karuan hehehe.... Makasih om atas pencerahan nya

      Hapus
    3. wah kebetulan sekali dengan 470 sudah cocok, sukses selalu da kembali kasih

      Hapus
  27. minta rangkain midle nya bos

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau yang sudah ada middle sekaligus sudah stereo +pot balance, dan tersedia print PCB nya, silakan masuk halaman di bawah ini :
      https://www.gurukatro.com/2018/10/membuat-sendiri-pcb-tone-controll-pasif.html

      semoga bisa terpenuhi keinginan

      Hapus
  28. pak kalau TC ditoko potensioy dicabut tinggl vol apa masih bisa berfungsi..maksudy memaksimalkan bass dan trebel...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa dengan syarat tiap yiap kaki 2 disambung langsung dengan kaki 3
      itu sama saja dengan bass treble diputar 100%

      Hapus
  29. oh ya pak TC ini buat ampli besar apa kecil maksudy yg brp watt..

    BalasHapus
    Balasan
    1. dari ampli 9volt (kecil) hingga yang terbesar pernah dipasang TC ini OCL

      yang penting peruntukan utamanya hiburan dalam rumah, bukan untuk di lapangan

      NB :
      Sebenarnya dengan memperbesar ukuran 2 Resistor yang menuju kaki 1 dan 2 bas, memperkecil Kapasitior kaki 1 dan 2 bas, memperbesar kapasitor kaki 3 treble, TC ini akan cukup baik juga digunakan di lapangan

      Hapus
  30. Om saya bikin rangkaian ini tapi dengung tolong bantuannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah dikasi penguat transistor belon???
      kalau sudah, mungkin dengung datang dari rangkaian penguat transistor itu

      kalau belum pasang penguat transistor kok sudah dengung, berarti ada rangkaian yang salah, coba mulai lagi dari9 awal dengan extra teliti

      Hapus
  31. Belum pakai penguat transistor pak,
    Tapi nanti saya coba liat dulu barangkali memang ada yang salah.
    Terima kasih pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau sudah dicoba dan coba lagi kok masih belum berhasil juga, bisa di foto itu hasil anda, dan kirim ke email saya, nanti akan saya tunjukkan bagian bagian mana yang perlu pembetulan

      Hapus
  32. Makasih Infonya om...

    Sekalian saya mau tanya,kalo misal pengen ditambahin Mic In itu inputnya diamana ya om?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kembali kasih ....

      cara nambah mic paling baik adalah:

      sejajar dengan tone control diatas

      maksudnya masuk bersama sama

      dari kaki tengah pot treble (output TC) diberi R 10K
      dari out Pre amp mic juga diberi R10k

      kedua ujung R10K itu digabungkan ketika menuju amplifier

      bila ingin suara mic lebih bagus, sesudah pre amp mic juga dipasang TC tersendiri dg skema sama (beda dikit ga papa) dg TC diatas

      jadi out audio dan out mic sama sama dari kaki tengah pot treble

      urutannya spt ini :

      mp3 - TC - R10K - input Amplifier
      mic - TC - R10K - input Amplifier

      Hapus
  33. Sy ada speaker aktif polytron.. bila vol. Dibesarin,beberapa detik suaranya jadu melemah kemudian nyaring lagi begitu seterusnya. Bila tanpa tc normal suaranya. Elco2 sudah diganti untuk vcc yg ke tc maupun elco yg ditc. Belum ada perubahan. Itu yg bermasalah vcc ketc atau tc yg bermasalah. Terimakasih pencerahannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perlu konfirmasi dulu :

      melemahnya selemah apa?
      ketika melemah hanya melemah apa diikuti suara sember?
      durasi melemahnya sekitar berapa detik?
      TC menggunakan IC apa transistor?
      Bila tanpa TC maksudnya di lepas apa hanya di minimalkan potensionya?

      mungkin itu dulu sebelum saya bisa memberi kemungkinan mana yang mesti di ganti

      Hapus
  34. Melemahnya.. suara jadi kecil tapi normal tidak diikuti suara sember atau pecah. Semacam droop tegangan. Durasi sekitar 3/5 detik. Waktu nyaring sy cek vcc TC sekitar 9vdc . Waktu melemah droop drastis sampai 0vdc. TC bawaan polytron. Waktu sy coba tanpa TC . TC sy lepas habis. Output ampli sy kasih potensio 6kaki. Suara normal ngikuti volume. Jadi bingung droop tegangan sebelum TC atau sesudah TC. Masalahnya tanpa TC normal tidak droop tegangan divolume max. Terimakasih ditunggu bimbingannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau seperti itu, untuk bisa lebih cepat mendeteksi
      vcc ke TC dicoba dulu menggunakan sumber lain dari luar yang setara dg 9 volt

      setelah menggunakan vcc untuk TC dari luar :

      - bila masih drop berarti penyakit pada TC
      - bila menjadi tidak drop kemungkinan besar penyakit pada sumber tegangan yang menuju TC

      sementara demikian dulu, karena harus selangkah demi selangkah

      Hapus
    2. Terimakasih masukannya.. sdh sy coba vcc TC dari adaptor. Sy tes tidak droop.masalahnya dimana? vcc+ yg keTc diambil dari elco kembar 50/2200uf difilter elco35/220uf. Yg vcc- diambil dari 50/2200uf dihambat R470ohm dan elco 35/220uf. Sy cek normal. Apakah bisa dari regulator primer yg bermasalah.

      Hapus
    3. Masalah datang dari vcc yang menuju TC
      tapi biasanya sumber utama berasal dari satu trafo dg vcc Power Amplifier.

      coba amati dg seksama :
      - bila drop datang saat ada bass/suara besar, itu berarti trafo yang drop. ada kemungkinan terpengaruh sumber listrik (PLN) yang spanning. Bisa solusi dengan stabilizer, tapi harga lumayan ...

      - bila drop datang sesuka hati tanpa terpengaruh bass/suara besar, berarti hanya bagian vcc khusus utk TC saja. coba ganti semua dioda - resistor - elko yang dari trafo menuju TC

      - bila durasi ngedrop statis, misal selalu 3 detik, kemungkinan besar yang rusak hanya elko.

      - solusi lain yang instan, pasang saja adapter vcc khusus utk TC dan tata dg rapi dalm box speaker aktif.

      Hapus
  35. Kalo mau tambah midhigh dan midlow skemanya sama kayak bagian midnya ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. nanti akan saya buatkan dalam posting baru saja ya!!!!
      halaman ini sudah terlalu panjang oleh komentar

      semoga sabar menunggu

      Hapus
    2. sudah dibuat BOSS, silakan buka posting terbaru pekan ini pada halaman utama blog

      atau copas alamat ini :
      https://www.gurukatro.com/2018/11/merangkai-tone-control-5-chanel.html

      Hapus
  36. tc sya merk well mono pakai 2 tr mau sya buat sperti itu tpi kok jlurnya berbeda ya om??contoh kaki 1 bas r nya kok gk mnuju ke ground punyaku...

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang diatas itu jenis TC pasif (tidak butuh tagangan positif

      punya anda jenis TC aktif, ada caranya tersendiri,
      bila msih bingung, biarkan TC anda itu tetap terpasang
      tapi sesudah TC sebelu Amplifier dipasang ini saja ...
      buka link ini :

      //www.gurukatro.com/2018/10/rangkaian-kecil-untuk-menjernihkan-audio.html

      tetap bisa jos kok suaranya

      Hapus
    2. oww gt ya..klu cm pakai tc sperti diatas hasilnya gmana..apa bs keras om??powerku ocl trafo era 5a buat spiker 12 x2

      Hapus
    3. kalau baru ada PA OCL harus kayaknya harus pakai juga penguat transistornya, ...

      bila dianggap masih kurang keras penguat transistornya boleh dua, sebelum dan sesudah TC,

      o iya speakernya masing masing berapa watt???

      Hapus
  37. speker masng2 400watt

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk 2 speaker @400 watt itu bila ingin memuaskan hasilnya berarti :
      OCL nya juga mesti 2 x 400 watt atau 2 x 450 watt

      PS juga sebaiknya
      40 volt 20 ampere
      atau
      52 volt 15 ampere
      72 volt 10 ampere
      90 volt 5 amper

      tapi kalau hanya sekedar hiburan rumah
      gak segitu juga gak papa

      Hapus
  38. iya om..msale cm pakai tone pasif sperti diatas gmana hasilnya om bsa glerr gk utk rumahan..soalny blom prnh nyoba pkai tc pasif

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau cuma buat rumahan coba saja dulu dengan TC diatas, bila ternyata suaranya kurang keras .... tinggal lapor kesini lagi ... isny akan dikasi tahu cara mengeraskannya

      Hapus
  39. itu hrs pkai cindensator keramik ya om..saya beli yg milar gmana bs gk soale tulisane sama2 103

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu yang hijau/biru kayaknya milar, yang kuning MKM

      pakai kondensator apa saja bisa, semacam polyester, tantalum, kondensator kertas dll

      kalau kondensator keramik, itu yang bahan fisiknya seperti bahan genteng tanah untuk rumah

      cuma khusus yang ke kaki 3 pot treble bila pakai keramik nada treble terasa lebih kasar

      Hapus
  40. sudah sya coba berhasil tpi gk bsa keras..
    apa memang gt ya gk bs skeras tc aktif??
    dan tdi sya coba gabung dgn tc aktif gk ad bunyi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bila pakai TC pasif suara kurang keras, coba tambah dulu penguat transistor Seperti pada Gambar B-1

      Atau coba hanya pakai TC Aktif dulu hingga bunyi, jangan lupa TC aktif harus ada tegangan + dan transistor harus dlm keadaan baik.

      setelah berhasil dg TC Aktif Bass Treble sudah memuaskan, boleh berhenti disini.

      Tapi bila setelah TC aktif terasa bass treble kurang tebal, coba tambahkan TC pasif ini setelah TC Aktif atau sebelum masuk Amplifier

      Hapus
  41. sudah sy tmbh penguat gbr b1 suplai 12v dri trafo..bunyi sudah keras tpi vol dttup dengung..trs potensio bass full kok kurang ngebas..bass cm halus kurang hentakan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Agar tidak dengung,
      dari 12V sebelum masuk saring dulu menggunakan R 220Ω
      kemudian di jumper dengan elko 220µF ke negatif,
      baru ke R 5K6 yang ke kolektor

      Agar lebih keras, ganti R4K7 yang dari emitor ke negatif dengan ukuran 47Ω

      Hapus
    2. eh maaf bait terakhir komentar diatas ini yang benar begini

      Agar lebih keras, ganti Resistor 470Ω yang dari emitor ke negatif dengan ukuran 47Ω

      Hapus
    3. 1 mega ohm bs dganti dgn ukuran brapa ya..soale gk ad..

      Hapus
    4. 1M bisa diganti 1M5 atau 2M2
      (semakin besar ukuran R akan membuat nada bass semakin empuk)

      1M bisa diganti 820K atau 680K atau 560K atau paling kecil 470K tapi bila terpaksa 330K juga masih bisa
      (semakin kecil ukuran R akan membuat nada bass menjadi semakin garing ples semakin kecil)

      Hapus
    5. klu utk nada bas biar Low yg mna yg drubah

      Hapus
    6. 1M diganti 2M2
      di paralel dg capasitor 331

      R dari emitor ke GND pakai 1K di paralel dg elko 100µF
      gunakan transistor C945

      Hapus
  42. Mas yg gambar C2 itu,terminal bertuliskan BCE itu apakah maksudnya transistor ?? Trus itu tipe apa bagusnya ?
    Terima kasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya benar itu transistor,
      yang untuk Bass (nada rendah baiknya pakai C945)
      yang untuk Treble (nada tinggi) baiknya pakai C458)

      Kembali kasih ....

      Hapus
    2. Jalur output apa memang sejalur dengan vcc transistornya (kaki colector)

      Hapus
    3. iya benar untuk transistor (NPN) penguat audio :

      output keluar dari kaki kolektor melalui kondensator
      tegangan + masuk ke kolektor melalui resistor

      Hapus
  43. Klo buat speaker 6 inch (mak power 150-200 watt),,baiknya bikin power ampli brp watt.?? Atau ampli jenis ap.??
    Mksih sbelum'y...������

    BalasHapus
  44. Oo,,iya...
    Speaker'y ad 4 buah...
    Yg 2 max 150 watt,yg 2 lg max 200 watt..
    Treble 4 buah jg...dlm 4 box.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Speaker 6 inch smua

      Hapus
    2. biasanya sih 1 speaker satu amplifier TDA2030

      jadi butuh 2 amplifier untuk 2 speaker + (2 tweeter)
      (2 amplifier itu maksudnya stereo dlm satu paket L dan R)

      tapi bila mau di paralel
      L = 2 speaker
      R = 2 speaker

      coba gunakan yang TDA2050

      Hapus
  45. Iya,,biar stereo..
    Trs IC TDA 2050 untuk power amp brp watt..?
    Maaf,,tanya mulu...blajar

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1 Amplifier TDA2050 hanya 32 watt tapi kayaknya mampu kok menghentak speaker 6 in max 200watt

      Hapus
  46. Oke bpk,,mksih pencerahan'y..
    Lain kali tanya2 lg,, hehee..

    BalasHapus
    Balasan
    1. bila pengin menggelegar, buat saja
      2 amplifier TDA2030 untuk stereo L da R speaker max 150 watt

      buat lagi
      1 amplifier TDA2050 untuk mono subwoofer 2 speaker max 200Watt

      NB :
      bila speaker 4Ω sebaiknya speaker digabung seri
      bila speaker 8Ω sebaiknya speaker digabung paralel

      Hapus
  47. Klo bwt subwoofer hrs ganti box lg ya pak..??

    Speaker'y 8 ohm smua klo g' slh,,dah lama banget soal'y nganggur...

    BalasHapus
    Balasan
    1. GAK USAH JG GANTI BOX GAK PAPA, CUMA JANGAN GUNAKAN TWEETER NYA

      kalau 8 ohm bisa paralel jadi satu sub woofer, ganti box, pasang saling berhadapan .... mantep banget hasilnya

      Hapus

Facebook Comments