2018/06/24

Gacun diubah menjadi PS Amplifier

Assalaamu alaikum sahabat guruKATRO,

Sebenarnya pada jaman dulu, ketika masih muda dan masih aktif mengais rejeki dari jasa perbaikan barang barang elektronik, guruKATRO sudah sering memanfaatkan sebuah kit yang bernama Multi Regulator TV, atau yang belakangan sering disebut/diganti sebagai/model/nama GACUN.

guruKATRO pilih nama gacun hanyalah karena nama itu sepertinya sedang booming, biar lebih cepat diingat oleh pembaca.

Namun pada saat itu guruKATRO hanyalah sekedar membeli Multi Regulator TV, memasang dan meminta uang jasa pemasangan pada konsumen saja, tanpa melalkukan modifikasi apapun terhadap alat tersebut, satu satunya solusi saat itu hanya mempelajari karakteristik rangkaian PS TV yang rusak dan memilih GACUN yang output nya selaras dengan PS TV itu.

Bayangan tentang kemungkinan akan memodifikasi Gacun menjadi serangkai Power Supply Amplifier juga telah bergema sejak sekitar dua tahun yang lalu, terutama ketika angan ini mulai dihinggapi keinginan untuk memiliki seperangkat Sound System super sederhana yang mungkin hanya akan di manfaatkan oleh beberapa acara kecil dan tetangga atau saudara yang sedang punya hajatan saja.



Akhir akhir ini guruKATRO juga sering berkelana di dunia maya, demi memperoleh sekian informasi tentang cara memodifikasi Power supply TV yang murah dan banyak beredar dipasaran itu duntuk dijadikan Power Supply Amplifier. Namun hingga detik ini belum juga guruKATRO menemukan panjelasan yang memuaskan. Rata rata penjelasannya sulit dicerna oleh otak guruKATRO yang sudah terlanjur tua ini. Mungkin karena kebanyakan menjelaskan jenis modifikasi yang lebih kompleks, sedang keinginan guruKATRO hanyalah memodifikasi lilitan sekunder saja.

Cerita tentang modifikasi GACUN menjadi PS Amplifier yang dilakukan oleh guruKATRO, baru akan dimulai dari sini.

Tidak lagi memikirkan penjelasan penjelasan panjang lebar yang diperoleh dari para ahli di dunia maya, dan hanya kembali pada angan asal guruKATRO, pagi itu Jumat, 22 Juni 2018, guruKATRO berangkat dengan diboncengi si bungsu,  ke WU dulu akh ... ambil dana Adsense, baru dilanjut masuk toko penjual spare part Elektronik demi membeli seperangkat KIT Amplifier serta mp3 player, dan yang paling di incar tentunya adalah sebuah Multi Regulator. Yang guruKATRO pilih adalah yang paling besar ukuran TRAFO FERIT nya, dengan asumsi nantinya akan lebih memungkinkan bila harus ganti kawat email dengan ukuran yang lebih besar.



Malam harinya alias tadi malam, guruKATRO beranikan diri untuk membongkar Trafo berkern ferit tersebut. Sama sekali tidak dengan mengikuti penjelasan rekan rekan online, keberanian bongkar trafo itu hanya mengikuti angan yang telah ada sejak lama, yaitu bertumpu pada catatan tingginya voltage sekunder yang akan dibongkar, untuk kemudian akan dibagi dengan jumlah lilitan yang tergulung disana, dengan demikian akan ditemukan berapa volt untuk tiap satu lilitnya.

Tampilan catatan sekunder output sudah guruKATRO batasi dengan garis putih



Terlihat disana ada banyak sekali sekunder output, ya iya lah namanya saja MULTI REGULATOR ...
tapi jangan khawatir .... semua sekunder itu akan di bongkar total dan dibuat sesuai kebutuhan saja.

Rencana output modifikasi sudah nempel erat dalam angan-angan ini :

  • 24 volt yang disamping akan di buat menjadi 12 volt untuk makanan mp3 Player
  • output yang di bawah itu, yang banyak sekali akan dibuat 3 titik saja, 24volt - CT - 24volt untuk makanan PA

akan selesai sudah.
mudah sekali kan experiment guruKATRO ini ....

Nantinya ... pada experiment berikutnya guruKATRO hanya akan membuat satu output sekunder saja, yang CT yang untuk makanan Amplifier saja, biar Amplifier akan kenyang terus.


Setelah Trafo di lepas dari PCB dilanjut bongkar ferit, niatnya guruKATRO akan langsung lepas dan hitung lilitan output yang 24 volt yang disamping itu, namun itu pasti akan harus melewati pembukaan lilitan primer kedua (primer tegangan negatif) dulu, walau tidak perlu sambil menghitung jumlah lilitannya. Karena saat ini guruKATRO hanya akan modifikasi lilitan sekunder nya saja.

Setelah melepas lilitan primer kedua yang posisinya paling atas itu, baru dilanjut bongkar lilitan sekunder yang 24 volt, sambil hitung jumlah lilitan ...
wouw ...
ternyata ada 12 lilit. Ini berarti satu lilit sama saja dengan 2 volt. Lepas dan langsung pinggirkan .....

Lanjut melepas output 16 volt,
hitung lagi dan ternyata ada 8 lilit,
makin mantap keyakinan satu lilit = 2 volt..... pingggirkan lagi ....

Lanjut lepas lilitan dengan catatan output 12 volt, hitung ... ternyata 6 lilit....
Lanjuuuut bongkar sekunder hingga selesai,

hampir semua menganut rumus satu lilit = dua volt, walau ada beberapa yang tidak terlalu pas, (lebih banyak 1/2 dan 1 lilitan).

Setelah semua lilitan sekunder terlepas kini tinggal memasang lilitan sekunder modifikasi :
  • gulung 6 lilit, sebagai output sekunder 12 volt, untuk makanan mp3 player, bila akan digunakan untuk tone control dan/atau equalizer dll, sebaiknya gunakan kawat yang agak besar agar arusnya juga besar, jadinya tidak tekor nantinya.
  • dilanjut lilitan dengan kawat 1mm. Walau kit OCL yang dibeli bersamaan itu tertulis 63 volt, namun untuk yang pertama ini guruKATRO hanya akan membuat output sekunder +24v CT -24v saja.  Berarti guruKATRO membuat 12 lilit dari kiri ketengah dan dilanjut 12 lilit dari tengah ke kanan.

Pada eksperimen pertama guruKATRO ini, baik yang 6 lilit untuk sekunder 12 volt maupun yang 2x12 lilit untuk sekunder 24v-ct-24v, guruKATRO menggunakan kawat email ber diameter 1mm dan sudah tergulung rapi.

kini saatnya mengembalikan gulungan primer yang paling atas. Gulungan PRIMER ini tadinya tidak guruKATRO lepas kaki awalnya, jadi tinggal kembalikan saja hanya dengan mengingat arah gulungannya, kalau tidak salah dari kaki 3 ada 4 lilit mampir di kaki kedua dilanjut 27 lilit habis di kaki pertama. Hati hati dalam mengingat arah gulungan ini, jangan sampai terbalik arah lilitannya, sebab bila terbalik akan bisa menjadikan regulator tidak bisa bekerja! regulator panas tapi tidak bisa mengeluarkan arus sekunder.

Selesai. .... TUTUP lagi, pasang kembali TRAFO ke PCB.

Beberapa detik coba masukin jek listrik, ternyata aman, langsung lepas lagi itu jek listrik, buru buru usap organ organ vital, alhamdulillaah semua adem ayem ... harap maklum karena terlalu semangat ber experiment, hingga lupa tidak tes sebelum di bongkar ..... (jangan sentuh kaki elco 22uF/400v dan kaki kolektor transistor final/saluran tegangan + 300V), nyetrum!!! karena tentunya masih ada tegangan tinggi simpanan pada elco 22uF/400v itu.

berikutnya ....
  1. Pasang dioda dan elco pada input DC 300v, sementara disini guruKATRO gunakan dioda dan elco bekas charger HP.
  2. Pasang dioda dan elco pada output 12 volt, dilanjut pasang mp3 player
  3. Pasang dioda dan elko pada output 24 volt CT, simetris, cek DC output, keluar 32 volt, sip ....
  4. Sayangnya guruKATRO tidak punya tang amper atau amper meter yang memadai, jadi untuk sementara tidak bisa menganalisa berapa ampere arus yang keluar ....
  5. NB: Pengalaman guruKATRO kali ini, bila melilit dengan posisi tangan kiri memegang koker dan kaki koker berada dalam genggaman, sementara tangan kanan sibuk membuat lilitan searah jarum jam, maka awal lilitan akan menjadi 0 dan akhir lilitan akan menjadi +, bila pasang dioda untuk menjadi + pada posisi awal lilitan, maka regulator menjadi panas tanpa bisa mengeluarkan tegangan sekunder !!!!! bahkan dioda bisa hangus.

Ambil nafas dulu sejenak, untuk menghilangkan ketakutan bila ada yang keliru/ terbalik pasangnya ......

  • lanjut test ... kinerja regulator .... sesaat lepas lagi ... usap pendingin transistor ... hmmmm masih tetap dingin....
  • berikutnya test pakai OCL kit yang baru beli juga dan belum di tes ....
  • nyalakan beberapa detik, usap sana usap sini, semua bagian penting OCL masih tetap dingin, sedingin salju, membuat tidak ragu lagi untuk memutar musik. dari mp3 player, ...


satu lagu dua lagu dan seterusnya .... transistor Final 2SC5200 dan pasangannya 2SA1943 , hanya sedikit mengalami peningkatan suhu.

lebih dari sepuluh lagu .... dibiarkan ditinggal main keluar ... usap lagi ternyata masih tetap hangat hangat tai ayam .... 

Hanya dengan tegangan 24 volt untuk men supply amplifier yang disarankan 63 volt, sudah mampu membuat hangat kedua transistor FINAL, ini pasti menandakan arus yang sudah lumayan .....

Berikutnya tetap dinyalakan, pasang ke speake yang tidak pada box, biar tidak keras bass nya, ditinggal tidur, dan baru pada jam 6 tadi pagi di matikan, sekalian cek ketahanan.... dan hasilnya 

Akhirnya keinginan guruKATRO untuk memodifikasi GACUN yang telah terpendam lebih dari dua tahun terlaksana sudah, dengan hasil yang tidak terlalu mengkhawatirkan.

Tapi itu baru sekedar percobaan pertama yang guruKATRO lakukan, dan hanya memodofikasi lilitan sekundernya saja, lilitan primer dan komponen yang lain masih tetap seperti ketika di beli dari toko.

Bila cara guruKATRO ini dianggap tidak memudahkan dan tidak riskan serta tidak terlalu mengecewakan, silakan dikembangkan sesuai kebutuhan masing masing.

Bagi yang penasaran ingin ngintip hasil oprekan guruKATRO, mohon maaf masih berantakan letak dan posisinya ....






guruKATRO tahu
Iklan sedikit mengganggu LOADING
Tapi pembaca juga PERLU TAHU
Biaya operasional blog datangnya dari tampilan iklan
bagi pembaca yg ingin blog ini tetap ada
bisa membantu dg cara non aktifkan Adblock
agar iklan tampil di halaman ini
Terima kasih atas dukungannya
dan insya Allah
Allah SWT selalu memberi keberkahan
Demikian Posting tentang Gacun diubah menjadi PS Amplifier yang dapat guruKATRO sajikan, mohon maaf bila masih banyak kekurangannya, kritik dan saran serta pertanyaan dapat disampaikan melalui kolom komentar.

Terima kasih

13 komentar

  1. om mau tanya,itu tegangan & arus inputnya AC/DC,trus teg&arus output AC/DC? rencna pingin buat juga,tapi yg tidak trlalu bnyak prubahan,soalnya masih belajar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagi yang masih tahap tahap awal, mungkin ini yang paling sederhana perubahannya.

      input DC jadi harus dipasang dioda (brigde dulu) dan elco 22uF/400V, baru kemudian dimasukkan ke rangkaian. jangan dari AC langsung.

      output masih AC jadi harus pula dipasang dioda dan elco pada bagian + output nya

      NB : kalau perlu silakan ambil gambar paling bawah itu, pusatkan perhatian pada rangkaian regulator (kanan atas), dan amati tambahan dioda dan elco pada bagian input output yang sudah saya pasang disana

      Hapus
    2. kalau untuk dioda buat rngkaian brigde pke yg brpa amper om? brarti klo kit yg udh ada rngkaian brigdenya g usah di tmbh dioda lgi di out trafo y? boleh bsikin merk sma kisrn hrga multi reg yg kayak punya om? 😁

      Hapus
    3. Kalau yang udah ada dioda brigde gak usah, itu kan tugasnya hanya mengubah AC menjadi DC saja,

      Dioda minimal IN4007, atau ambil saja yang dari bekas charger HP / charger lampu emergency / bekas lampu TL

      kalau yang punya guruKATRO itu gak jelas merk nya, waktu beli hanya dengan patokan :

      - masuk toko langganan masa lalu waktu masih aktif ngebengkel
      - Regulator TV
      - Pilih yang badan trafonya paling besar
      - harga 40 ribu

      Hapus
    4. rencana sih mmang mau pke kit bkas charger hp om,mksih bnyak om ats msukannya,smoga dilancarkn rzki'y,sehat sllu dan pnjang umur,tmbah brkah ats brbagi ilmunya...aamiin ya robbal-alamin

      Hapus
    5. Aamiin yaa Rabbal Aalamiin ... semoga untuk anda sekeluarga juga

      kalau bisa cari yang sudah ada lilitan sebelum diodanya ... itu akan lebih lebih bagus lagi untuk membuang interferensi tegangan Ac

      maaf pada jawaban ketiga masih belum lengkap
      dioda minimal IN4007 itu untuk brigde (input DC) sedang untuk output bila masih terlalu kecil gunakan yang 3 ampere,
      bila menggunakan yang 5 atau 6 ampere jangan gunakan dioda eceran di toko, sudah dicoba malah cepat panas itu dioda,
      sedang bila pakai 3 ampere malah dingin, kalau perlu 3 ampere di paralel saja

      Hapus
    6. terimakasih bnyak atas sarannya om,,barakallah fiikum

      Hapus
    7. kembali kasih .... barakallaahu lakum

      Hapus
  2. transistor yg gede pake seri brp om?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang sedang digunakan D3187
      pernah juga menggunakan D1885 atau D1710
      atau sama saja dengan yang biasa terpasang pada reg TV (tabung)

      NB : asalnya transistor mudah mati ketika kembali nyala lampu, bila sewaktu mati lampu lupa tidak cabut jek listrik. Tapi setelah dipasang filter, lilitan, dioda brigde bekas charger laptop, sekarang jadi tahan banting.

      Hapus
    2. trima kasih om...mudah2an rezekinya barokah...
      misalnya transistor yg besar d ganti mosfet apa yg harus saya modif??

      Hapus
    3. Modif masukan ke kaki kaki mosfet, dan sepertinya ada perbedaan masukan diantara beberapa jenis mosfet, jadi modifnya mesti di sesuaikan dengan datasheet mosfet yang akan digunakan

      atau sebaiknya pilih saja Regulator yang dari sononya sudah menggunakan mosfet, baru kemudian modif lilitan sekundernya, sepertinya akan lebih mudah

      Hapus