12/06/2018

BTA Kelas 6 Semester 1 MI Al Falahiyah Plompong

komentar : 0
Assalaamu alaikum sahabat guruKATRO,

DIKTAT
MATA PELAJARAN BACA TULIS HURUF ALQURAN
KELAS 6 SEMESTER GANJIL


Disusun oleh :
Abdul Hamid, S.Pd.I
Nip : 197003152005011003
Guru MI Al Falahiyah Plompong


MADRASAH IBTIDAIYAH AL FALAHIYAH PLOMPONG
Tahun Pelajaran 2018/2019


BAB I
FADILAH (KEUTAMAAN) MEMBACA AL QUR’AN

Al Qur’an adalah kalam suci Ilahi. Barang siapa yang membacanya akan mendapat keutaman dan pahala dari Allah SWT. Adapun keutamaan membaca Al Qur’an adalah :
1. Al Qur’an akan datang  sebagai pembela (penolong) pada hari kiamat.
2. Allah SWT akan mengangkat derajat orang yang suka membaca Al Qur’an.
3. Allah akan memberi pahala kebaikan pada orang yang suka membaca Al Qur’an



FADILAH MEMBACA SURAT DAN AYAT-AYAT KHUSUS


1. Fadilah Surat Al Fatihah

Surat Al Fatihah adalah surat yang paling besar dan tinggi nilainya sehingga oleh Rasulullah saw dijuluki sebagai surat Sab’ul Matsani (tujuh ayat pujian yang berulang) dan Al Qur’anul  ‘Azim  (Al Qur’an yang agung).


2. Fadilah Surat Al Ikhlas

Nilai keutamaan dan pahala membaca surat Al Ikhlas menyamai sepertiga dari Al Qur’an.  Karena pada dasarnya Al Qur’an terdiri atas tiga bagian yaitu tentang aqidah (keimanan), hukum syari’at, dan kisah-kisah (sejarah). Dan pada surat Al Ikhlas termasuk dalam ketiga bagian terpenting tersebut yaitu tentang aqidah (keimanan).


3. Fadilah Surat Al Falaq dan surat An Nas

Surat Al Falaq dan surat An Nas disebut juga surat Al-Mu’awwizataini  artinya dua surat untuk mohon perlindungan kepada Allah. Karena Rasullah saw berdoa mohon perlindungan dari gangguan jin dan manusia dengan membaca kedua ayat tersebut.


4. Fadilah membaca dua ayat terakhir surat Al Baqarah

Fadilah dua ayat terakhir surat Al Baqarah adalah bahwa barang siapa dibaca di waktu malam hari, maka Allah akan mencukupinya.
Sebagaian ulama mengatakan, bahwa yang dimaksud mencukupi yaitu orang yang membaca dua ayat tersebut akan dijaminm oleh Allah atas keselamatannya dari gangguan syaitan pada malam itu atau terjamin dari rasa malas bangun malam untuk melakukan ibadah (shalat malam).


5. Fadilah Ayat Kursi

Ayat kursi adalah ayat yang mempunyai nilai (fadilah) sangat besar  (terbesar) dalam Al-Qur’an. Ayat ini terdapat pada surat Al Baqarah ayat 255.








BAB II
MENGENAL WAQAF DAN WASHAL,
MACAM-MACAM BENTUK WAQAF DAN HUKUM WAQAF


1. PENGERTIAN WAQAF (WAQOF)

Waqaf menurut bahasa artinya berhenti. Menurut istilah waqaf adalah menghentikan bacaan sejenak pada akhir ataupun pertengahan ayat.
Penerapan waqaf disesuaikan dengan tanda tertentu. Tanda waqaf ada yang terdapat di akhir atau tengah tengah ayat.


2. PENGERTIAN WASHAL (WASOL)

Washal menurut bahasa artinya terus atau menyambung bacaan. Menurut istilah washal adalah meneruskan bacaan Al-Qur'an sampai ada tanda waqaf. Tidak boleh diputus-putus membacanya. Jika tidak kuat napasnya, boleh berhenti, tetapi bacaannya diulang kembali.


3.  JENIS  JENIS WAQAF  :

1. Waqaf Taam (Sempurna), yaitu waqaf pada suatu kalimat yang dibaca secara sempurna tanpa melakukan pemotongan di tengah - tengah bacaan, serta tidak mempengaruhi arti karena tidak berhubungan dengan bacaan sebelumnya ataupun selanjutnya .
Misal   :   عَلَى هُدًى مِّنْ رَّبِهِمْ وَاُولَئِكَ هُمُ اْلمُفْلِحُوْنَ :اُولَئِكَ

2. Waqaf Kaafi (Cukup/Memadai), yaitu waqaf pada suatu kalimat yang di baca secara sempurna tanpa melakukan suatu pemotongan kalimat di tengah – tengah, namun masih berhubungan arti dengan kalimat sebelum ataupun sesudahnya.
Misal : اَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَايُؤْمِنُوْنَسَوَاءٌ عَلَيْهِمْ ءَاَنْذَرْتَهُمْ
Karena lafadz ini masih berhubungan arti dengan lafad berikutnya yakni :
خَتَمَ اللهُ عَلَى قُلُوْبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ
Yaitu masih sama sama berhubungan dalam membicarakan orang orang kafir

3. Waqaf Hasan (Baik), yaitu mewaqafkan suatu kalimat yang tidak mempengaruhi arti namun kalimat tersebut masih berhubungan dengan kalimat sesudahnya .
Misal lafad  الحَمْدُلِلهِ pada permulaan surat Alfatihah.
Karena lafad sesudahnya yaitu رَبِّ اْلعَالَمِيْنَmasih ada hubungan dengan lafad لِلهِ sebab menjadi predikat.

4. Waqaf Qabiih (Buruk), yaitu mewaqafkan ditengah kalimat dengan membaca tidak sempurna sehingga mempengaruhi makna yang berkaitan dengan kalimat yang lainnya. Waqaf ini harus dihindari .
Seperti: يَااَيُّهَا اَّلذِيْنَ اَمَنُوْا لاَتَقْرَبُوْا الصَّلَوةَ وَاَنْتُمْ سُكَارَى
Pada lafad ini kita tidak boleh berhenti hanya pada lafad   يَااَيُّهَا اَّلذِيْنَ اَمَنُوْا لاَتَقْرَبُوْا الصَّلَوةَ
Karena hal tersebut akan menimbulkan ma’na yang bertentangan.
Maka harus dibaca secara sempurna tanpa waqaf. Kecuali jika dalam keadaan dharurat, seperti kehabisan nafas, lupa, batuk dan sebagainya. Maka hal tersebut dimaafkan dengan catatan siqoori’ harus mengulanginya dari lafadz sebelumnya, yaknilafad لاَتَقْرَبُوْا الصَّلَوةَ .
Waqaf seperti ini disebut waqof idhthirari (waqof terpaksa)


4.   MACAM MACAM TANDA WAQAF  DALAM  AL QUR'AN
Macam macam tanda waqaf dalam Al Qur'an adalah sebagai berikut:

1. Waqaf Mutlaq (ط)
Waqaf Mutlaq tandanya ط. Apabila kita membaca Al Qur'an menemui tanda waqaf tersebut, maka lebih utama diwaqafkan atau berhenti pada tanda waqaf tersebut.

2. Waqaf Lazim (م)
Waqaf Lazim tandanya م. Apabila pada ayat Al Qur'an terdapat tanda waqaf lazim, maka cara membacanya adalah harus berhenti.

3. Waqaf Jaiz (ج)
Apabila pada ayat Al Qur'an terdapat tanda waqaf jaiz, maka cara membacanya boleh berhenti dan boleh dilanjutkan dengan kata berikutnya.

4. Waqaf Waslu Ula (صلى)
Apabila pada ayat Al Qur'an terdapat tanda waqaf ini, cara membacanya adalah lebih utama dilanjutkan dengan kata berikutnya.

5. Waqaf Mustahab (قيف)
Apabila pada ayat Al Qur'an terdapat tanda waqaf ini, diutamakan berhenti pada kata yang terdapat tanda tersebut.

6. Waqaf Waqfu Ula (قال)
Apabila pada ayat Al Qur'an terdapat tanda waqaf ini, diutamakan berhenti pada kata yang terdapat tanda tersebut.

7. Waqaf Mujawwaz (ز)
Apabila pada ayat Al Qur'an terdapat tanda waqaf ini, diutamakan terus pada kata yang terdapat tanda tersebut, tetapi boleh juga waqof.

8. Waqaf Murakhas (ص)
Apabila pada ayat Al Qur'an terdapat tanda waqaf ini, boleh berhenti pada kata yang terdapat tanda tersebut karena darurat yang disebabkan oleh panjangnya ayat atau kehabisan nafas, tetapi diutamakan waslah/terus.

9. Waqaf Qobih (ق)
Apabila pada ayat Al Qur'an terdapat tanda waqaf ini, diutamakan terus pada kata yang terdapat tanda tersebut.

10. Muthobiqun ‘ala maa qoblahu ( ك )
Sama seperti waqaf sebelumnya  (misal jika sebelumnya terdapat waqaf jaiz, maka pada tanda ini boleh berhenti atau tidak)

11. Waqaf Laa Waqfu (لا)
Apabila pada ayat Al Qur'an terdapat tanda waqaf ini, jangan waqof kecuali jika di bawahnya terdapat tanda awal ayat yang membolehkan waqof secara mutlaq, maka boleh berhenti tanpa di ulang lagi.

12. Waqaf Mu'anaqah (.’.  .’.)
Apabila pada ayat Al Qur'an terdapat tanda waqaf ini, harus berhenti di salah satu dari kedua kelompok titik tiga tersebut, boleh pada yang pertama atau yang kedua.

13. Waqaf Saktah (سكته)
Apabila pada ayat Al Qur'an terdapat tanda waqaf ini, harus berhenti dan diam sejenak tanpa mengambil nafas baru pada kata yang terdapat tanda tersebut. Saktah Sakat adalah diam sejenak biar putus & pisah suaranya dengan tanpa berganti nafas.

Di dalam Al-Qur’an Saktah hanya ada 4 tempat, yaitu:
Di dalam surah Al-Muthaffifin, ayat 14.
Di dalam surah Al-Qiyamah, ayat 27.
Di dalam surah Yaasiin, ayat 52.
Di dalam surah Al-Kahfi, ayat 1.




D.  Cara Mewaqafkan Bacaan Dalam Al-Qur’an

1. Jika huruf terakhir berharakat sukun (mati), maka membacanya tida ada perubahan sama sekali. Contohnya:
فَارْغَبْ  —   فَحَدِّ ثْ  —  اَعْمَالَهُمْ  (tetap dibaca a’maalahum, fahaddits – dan farghab )

2. Jika huruf terakhir  berharakat fathah, kasrah,dhammah, atau tanwin,maka huruf terakhir tersebut dibaca sukun (mati). Contohnya:
Lafadz  اْلبَلَدِ (al-baladi) dibaca menjadi الْبَلَدْ (al-balad),  lafadz  خَلَقَ (Khalaqa) dibaca menjadi خَلَقْ  (khalaq).

3. Jika huruf terakhir  ta’ marbuthah (ة ), baik letaknya di tengah ataupun di akhir kalimat. Maka, membacanya adalah dengan mengganti huruf ta’ marbuthah (ة ) tersebut dengan huruf ha’ (هْ) yang dibaca sukun (mati). Contohnya:
Kata أخِرَةٌ –  القَارِعَةُ  — جنّةٌ  dibaca menjadi  أخِرَهْ  — القَارِعَه  — جَنَّهْ

4. Jika huruf terakhir berharakat (hidup), tetapi sebelumnya didahului huruf mati (sukun), maka dua huruf tersebut dibaca sukun semuanya, tapi huruf yang terakhir dibaca suara yang pelan. Contohnya:
Lafadz  بِالْهَزْلِ  (bil hazli) dibaca menjadi  باِلْهَزْلْ (bil hazl)

5. Jika di akhir kalimat, didahului bacaan mad ashli atau mad layyin (bacaan mad yang huruf sebelumnya berharakat fathah) . Maka cara membacanya dengan mematikan huruf yang terletak di akhir kalimat tersebut, dengan dipanjangkan sedikit antara dua sampai empat harakat.
Contohnya: مِنْ خَوْفٍ —  وَٱلصَّيۡفِ —  الحَكِيْمُ —  يَشْعُرُوْنَ

6. Ketika berhenti di akhir kalimat, tetapi huruf akhirnya berharakat fathah tanwin ( ً  ),  maka cara mewaqafkan bacaan tersebut dengan membaca harakat fathahnya saja sebanyak dua harakat. Sehingga ketika berhenti bacaannya menjadi bacaan mad ‘iwadh.
Contohnya:  Lafadz   اَفْوَاجًا  dibaca menjadi  افْوَاجَا  , kemudian lafadz  سَلاَ مًا   dibaca menjadi  سَلَا مَا

7. Jika huruf terakhir bertasydid, maka dimatikan tanpa menghilangkan fungsi tasydidnya, seperti : مِنْـهُنَّ dibaca مِنْـهُنّْ, خلَقَهُنَّ dibaca خَلَقَهُنّْ

8. Hamzah di akhir kata yang ditulis di atas waw [ ؤ ] dimatikan bila waqaf, dan dibaca pendek bila washal, seperti : يَـتَـفَـيَّـؤُا dibaca يَـتَـفَـيَّـأْ










BAB III
MENGENAI BACAAN KALLA, BALAA, DAN NA’AM


1. HUKUM MEMBACA KALLA ( كَلَّا )

Jumlah lafadz " Kallaa " didalam Al-Qur'an itu ada 33 tempat yang jatuh berada pada separuh Al-Qur'an yang akhir dari 15 Surah Makkiyyah.
Adapun lafadz   كَلَّا  itu dibagi menjadi 4 bagian :


I. Lafadz كَلَّا  yang baik / sebaiknya diwaqofkan  بمعنى الردع  ( yang mempunyai arti mencegah ). Tetapi juga boleh dijadikan sebagai permulaan,  بمعنى حقا  ( yang berarti benar apabila dijadikan permulaan baca ), dimana pada Al-Qur'an ada 11 tempat :

1.  عَهدًا. كَلَّا Surah Maryam, Juz 16, ayat 78.
2. عَزًّا. كَلَّا Surah Maryam, Juz 16, ayat 81.
3. فِيمَا تَرَكـتُ كَلَّا Surah Al-Mu'minun, Juz 18, ayat 100.
4. شُرَكَاء كَلّا Surah As-Saba', Juz 22, ayat 27.
5. ثُمَّ يُنجِيه . كَلّا Surah Al-Ma'aarij, Juz 29, ayat 14.
6. جَنَّةَ نَعِيمٍ . كَلّا Surah Al-Ma'aarij, Juz 29, ayat 38.
7. اَن اَزِيدَ . كَلّا Surah Al - Muddatsir, Juz 29, ayat 15.
8. مُنَشَّرَةً . كَلّا Surah Al-Muddatsir, Juz 29, ayat 52.
9. اَسَاطِيرُ الاَوَّلِينَ . كَلّا Surah Al-Muthoffifin, Juz 30, ayat 13.
10. اَهَانَن . كَلّا Surah Al-Fajr, Juz 30, ayat 16.
11. اَخلَدَهُ . كَلّا Surah Al-Humazah, Juz 30, ayat 3.


II. Lafadz  كَلَّا  yang tidak baik diwaqofkan dan tidak baik dijadikan permulaan baca, melainkan diwasholkan dengan ayat yang sebelumnya dan sesudahnya, yang didalam Al-Qur'an hanya ada 2 tempat, yaitu :

1. ثُمَّ كَلَّا سَيَعلَمُونَ Surah An-Naba', Juz 30, ayat 5.
2. ثُمَّ كَلَّا سَوفَ تَعلَمُونَ Surah Al-Kautsar, Juz 30, ayat 4.


III. Lafadz  كَلَّا  baik untuk diwaqofkan dan tidak baik untuk dijadikan permulaan baca. Tetapi baik juga untuk diwasholkan dengan ayat sebelumnya. Didalam Al-Qur'an hanya ada 2 tempat, yaitu :
1. قَالَ كَلَّا Surah Asy-Syu'aroo', Juz 19, ayat 15.
2. قَالَ كَلَّا Surah Asy-Syu'aroo', Juz 19, ayat 62.


IV. Lafadz  كَلَّا  yang baik dijadikan permulaan baca, tapi tidak baik apabila diwaqofkan. Dan didalam Al-Qur'an ada 18 tempat, yaitu :
1. كَلّا وَالقَمَر Surah Al-Muddatsir, Juz 29, ayat 32.
2. كَلّا اِنَّهُ تَذكِرَة Surah Al-Muddatsir, Juz 29, ayat 53.
3. كَلّا لَا وَزَرَ Surah Al-Qiyamah, Juz 29, ayat 11.
4. كَلّا بَل تُحِبُّونَ Surah Al-Qiyamah, Juz 29, ayat 22.
5. كَلّا اِذَا بَلَغَتِ التّرَاقِيَ Surah Al-Qiyamah, Juz 29, ayat 26.
6. كَلّا سَيَعلَمُونَ Surah An-Naba', Juz 30, ayat 4.
7. كَلّا اِنَّهَا تَذكِرَة Surah 'Abasa, Juz 30, ayat 19.
8. كَلّا لَمَّا يَقضِ مَا اَمَرَة Surah Abasa, Juz 30, ayat 23.
9. كَلّا بَل تُكَذِّبُونَ Surah Al-Infithor, Juz 30, ayat 9.
10. كَلّا اِنَّ كِتَابَ الفُجَّارِ Surah Al-Muthoffifin, Juz 30, ayat 7.
11. كَلّا اِنَّهُم عَن رَبِّهِم Surah Al-Muthoffifin, Juz 30, ayat 15.
12. كَلّا اِنَّ كِتَابَ الاَبرَارِ Surah Al-Muthoffifin, Juz 30, ayat 18.
13. كَلّا اِذَا دُكَّتِ الاَرضُ Surah Al-Fajr, Juz 30, ayat 21.
14. كَلّا اِنَّ الاِنسَانَ Surah Al- 'Alaq, Juz 30, ayat 6.
15. كَلّا لَئِن لَم يَنتَهِ Surah Al-'Alaq, Juz 30, ayat 15.
16. كَلّا لَا تُطِعهُ Surah Al-'Alaq, Juz 30, ayat 19.
17. كَلّا سَوفَ تَعلَمُونَ Surah At-Takatsur, Juz 30, ayat 3.
18. كَلّا لَو تَعلَمُونَ Surah At-Takatsur, Juz 30, ayat 5.





2. HUKUM MEMBACA BALA ( بلا)

Di dalam Al-Qur’an lafaz Bala terdapat pada 22 tempat (ayat). Hukum Membaca Bala tersebut terbagi atas 3 macam Yaitu :

I. Boleh dan lebih baik berhenti (waqaf)
Di Al-Qur’an ada 10 yaitu surat :
1.      Al-Baqarah ayat 81 ( بلى من كسب  )
2.      Al-Baqarah ayat 112 (  بَلَى مَنْ أَسْلَمَ )
3.      Al-Baqarah ayat 260 (قَالَ بَلَى وَلَكِنْ   )
4.      Ali Imran ayat 76 (  بَلَى مَنْ أَوْفَى )
5.      Al-A’raf ayat 172 (  قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا )
6.      An Nahl ayat 28 (  مِنْ سُوءٍ بَلَى إِنَّ اللَّهَ )
7.      Yasin ayat 81 (  مِثْلَهُمْ بَلَى وَهُوَ  )
8.     Ghafir/Al Mu’min 50 (  قَالُوا بَلَى قَالُوا فَادْعُوا  )
9.      Al Ahqof ayat 33 (  الْمَوْتَى بَلَى إِنَّهُ  )
10.    Al Insyiqaq ayat 15 (   بَلَى إِنَّ رَبَّهُ )

Cara membacanya hendaknya lafaz diwashalkan, dan berhenti pada lafaz Bala kemudian ibtida’ dari lafaz yang terdapat pada sesudah lafaz Bala.

II. Tidak boleh (dilarang) waqaf.
Di Al-Qur’an ada 7 yaitu surat :
1.     Al An’am ayat 30 (   قَالُوا بَلَى وَرَبِّنَا )
2.     An Nahl ayat 38 (   مَنْ يَمُوتُ بَلَى وَعْدًا )
3.     Saba’ ayat 3 (   السَّاعَةُ قُلْ بَلَى وَرَبِّي )
4.     Az Zumar ayat 59 (   بَلَى قَدْ جَاءَتْكَ )
5.     Al Ahqaf ayat 34 (  قَالُوا بَلَى وَرَبِّنَا  )
6.    At Taghabun ayat 7 (  يُبْعَثُوا قُلْ بَلَى وَرَبِّي  )
7.    Al Qiyamah ayat 4 (   بَلَى قَادِرِينَ )

III. Boleh berhenti (waqaf ) dan boleh juga washal
Di Al-Qur’an ada 5 yaitu surat :
1.       Ali Imran ayat 125 (   بَلَى إِنْ تَصْبِرُوا )
2.       Az Zumar ayat 71 (  هَذَا قَالُوا بَلَى وَلَكِنْ  )
3.       Az Zukhruf ayat 80 (  وَنَجْوَاهُمْ بَلَى وَرُسُلُنَا  )
4.       Al Hadid ayat 14 (   قَالُوا بَلَى وَلَكِنَّكُمْ )
5.       Al Mulk ayat 9 (   قَالُوا بَلَى قَدْ جَاءَنَا )






3. HUKUM MEMBACA NA’AM (نعم)

Di dalam Al Qur’an bacaan Na’am terdapat di banyak tempat. Adapun cara membaca lafaz Na’am  terbagi atas 2 macam yaitu :

I. Boleh dan baik waqaf, Di Al-Qur’an ada 1 yaitu surat :
1.       Al A’raf ayat 44 (   قَالُوا نَعَمْ فَأَذَّنَ )

II. Tidak boleh (tidak baik) waqaf, tetapi harus diwashalkan dengan lafaz sebelumnya dan sesudahnya. Didalam Al-Qur’an ada 3 yaitu surat :
1.       Al A’raf ayat 114 (   قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ )
2.       As Syu’ara’  ayat 42 (   قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ إِذًا )
3.       As Saffat ayat 18 (   قُلْ نَعَمْ وَأَنْتُمْ دَاخِرُونَ )

Penulis berbagi PENGETAHUAN
Pembaca mendukung dg TIDAK MEMBLOKIR IKLAN
dg SALING PENGERTIAN seperti ini
Insya Allah kita selalu dalam KEBERKAHAN

Demikian Posting tentang BTA Kelas 6 Semester 1 MI Al Falahiyah Plompong yang dapat guruKATRO sajikan, mohon maaf bila masih banyak kekurangannya, kritik dan saran serta pertanyaan dapat disampaikan melalui kolom komentar.

Terima kasih

Tidak ada komentar

Facebook Comments