24/06/19

Membuat Transistor Penguat Audio

Assalaamu alaikum sahabat guruKATRO,

Kadang kita tidak/belum puas dengan tingkat kerasnya sebuah perangkat audio, Potensio Volume Bass Treble dll semua sudah diputar pada posisi 100%, namun masih saja terasa kurang keras.

Seandainya kualitas audio yang lemah itu karena memang keadaan Amplifier/speaker yang memang kecil ... itu sih sudah takdir  nya seperti itu... dan biarkan saja nikmati apa adanya .....

Yang akan dibahas disini tentunya untuk perangkat yang sesungguhnya harus mampu mengeluarkan Audio yang menggelegar (Amplifier dan Speaker sudah memadai), namun pada kenyataannya tidak bisa demikian.

Penyebab lemahnya keluaran audio bisa disebabkan oleh adanya penguatan yang masih kurang kuat sebelum masuk ke Amplifier, mungkin karena pemasangan Tone Control atau Parametrik atau Crossover atau apalah ... jenis jenis pengontrol kualitas audio, bisa juga hanya karena memang masih kurang perangkat penguatnya.

Untuk menguatkan sinyal audio agar bisa menghasilkan output di speaker yang mumpuni, bisa dilakukan dengan cara menambah rangkaian Penguat Audio. Rangkaian Penguat Audio bisa menggunakan IC OP-AMP dan yang paling mudah dipelajari para pemula adalah yang menggunakan transistor (karena kaki nya hanya ada tiga)

Menurut yang pernah guruKATRO baca (maaf kalau ada yang salah), ada tiga sistem Rangkaian Penguat Transistor, yaitu :

1. Common-Base (basis ke GND) atau menurut bahasa ORANG KATRO, Basis tidak menjadi input maupun output. Input masuk melalui Emitor dan output keluar melalui Kolektor.




Tapi katanya disana penguat transistor sistem ini tidak cocok untuk penguat Audio, jadi abaikan saja yah .... orang judulnya diatas hanyalah tentang Penguat Audio


2. Common Collector (Kolektor ke GND) atau menurut bahasa ORANG KATRO, Kolektor tidak menyalurkan input maupun output. Input masuk melalui Basis dan output keluar melalui Emitor.

katanya disana :


  • Konfigurasi transistor dengan common collector menghasilkan penguatan arus yang besar.
  • Memiliki impedansi keluaran yang rendah, sedangkan impedansi masukan tinggi.
  • Penguatan daya pada konfigurasi common collector relatif rendah.
  • Penguatan tegangan sangat rendah.
  • Fasa sinyal antara input dan output terbalik (inverting).


Makanya sistem rangkaian penguat transistor Common-Collector ini sering digunakan pada rangkaian akhir Amplifier, atau katanya juga cocok sebagai buffer (penyangga). Coba saja amati sebuah rangkaian Tone Control atau Galaxy atau, pada bagian input banyak yang dipasang penguat jenis Common Collector ini. Input masuk dari Basis lalu keluar melalui Emitor dan baru kemudian masuk potensio kontrol (pada Tone Control)

terus terang guruKATRO sendiri pada prakteknya sangat jarang memanfaatkan sistem Common Collector ini, karena menurut telinga guruKATRO dengan didukung perangkat yang masih kelas rendah, seperti hampir tidak terasa manfaatnya.

3. Common Emitter (Emitor ke GND), atau menurut bahasa ORANG KATRO, Emitor tidak berfungsi sebagai input maupun output. Input Masuk melalui Basis dan keluar melalui Kolektor.


Kata yang disana seperti ini :

  • Konfigurasi transistor dengan Common Emitter akan menguatkan tegangan dan arus secara bersamaan.
  • memiliki impedansi input yang rendah, sedangkan impedansi output tinggi.
  • Penguatan arus pada konfigurasi Common Emitter relatif besar.


Sepertinya sistem penguat nomor 3 itulah yang paling efektif untuk menguatkan sinyal audio, pada Tone Control atau Parametrik atau Galaxy dll, setidaknya ini menurut praktek guruKATRO sendiri (kalau keterangan ini keliru, mohon dimaafkan). Karena itu dibawah akan di share contoh beberapa jenis penguat audio sistem Common Emitter dengan masing masing karakteristik outputnya.

Yang dijadikan contoh pada gambar dibawah adalah transistor C458, karena sementara ini hasil eksperimen guruKATRO dengan perangkat Audio sistem Amplifier SOCL 504 yang di tambah satu tingkat Transistor Finalnya (A1943vs C5200) 3 set, dengan sumber audio MP3 Player, speaker 1 buah 15" dan satu buah 12" trafo murni 10A 32VAC yang sudah membuat MCB 900VA turun bila tidak disaring dengan Resistor 33 ohm keatas. eksperimen telah menggunakan C1815, C945, 9014, C829 dan ternyata pada perangkat milik guruKATRO itu, yang paling tidak mudah over-bass maupun over treble adalah C458 (sepertinya semua transistor eksperimen itu KW, akhir akhir ini disini sangat sulit mencari yang original)

Anda bisa eksperimen sendiri dengan berbagai tipe transistor yang lain hingga menemukan yang menurut anda paling cocok. Berikut macam macam rangkaian  yang telah guruKATRO coba ketika berusaha menemukan kualitas audio yang diinginkan.

1. Rangkaian Transistor Penguat Audio STANDAR



mungkin hanya guruKATRO yang mengatakan standar, itupun hanya karena ukuran ukuran komponen pendukung (terutama ukuran Resistor) seperti gambar diatas itu yang paling banyak digunakan oleh berbagai produsen perangkat audio (portable)


2. Rangkaian Transistor Penguat Audio meningkatkan Treble (sekaligus menepis over bass)



Ukuran Resistor FeedBack dari asalnya 560K menjadi hanya 100K, didukung capasitor input hanya dengan menggunakan ukuran 104, maka output audio akan cenderung dominan Treble dan bass terasa kering nendang.



3. Rangkaian Transistor Penguat Audio meningkatkan Super-Treble (sekaligus menepis over bass)




Selain Resistor Feedback dengan ukuran 100K, Resistor supply ke kolektor juga menggunakan ukuran 1K, maka nada tinggi akan terasa sangat terangkat oleh penguat model ini.

Bila terjadi hasil masih kurang keras, bisa menambah satu tingkat lagi penguat yang sama.



4. Rangkaian Penguat Audio bila ingin mengutamakan nada menengah (MIDDLE)



Resistor supply ke kolektor menggunakan ukuran 10K agar suara yang dihasilkan lebih keras
Resistor FB 100K untuk menepis nada bass
Capasitor FB 102 untuk menepis nada treble


5. Rangkaian Penguat Audio bila ingin mengutamakan nada rendah (BASS)



Resistor Supply Emitor menggunakan ukuran 220 ohm untuk mengurangi nada menegah
Resistor FB menggunakan ukuran 1 mega ohm untuk menjaga agar nada rendah bisa bebas lewat


6. Rangkaian Penguat Transistor untuk Super Bass



Resistor FeedBack menggunakan ukuran 2,2 Mega ohm pasti untuk membiarkan nada rendah bebas keluar

Capasitor FeedBack dengan ukuran 102 untuk menepis hampis semua nada tinggi.


7. Rangkaian Penguat Transistor untuk Bass Treble


Resistor Supply Emitor menggunakan ukuran 470 ohm agar nada menengah tidak bisa lewat
Capasitor Supply Emitor dipasang disini menggunakan ukuran 104 untuk mengangkat nada treble


8. Rangkaian Penguat Transistor sistem Common Collector yang biasa digunakan sebagai buffer sebelum masuk Tone Control





Penguat Audio menggunakan Transistor memang bisa menyulitkan bila ingin mengangkat Bass yang aduhai, walau sebenarnya bisa asal mau membuat dengan beberapa tingkat penguatan. Tapi sepengalaman guruKATRO sementara ini, Keuntungannya adalah tidak mudah terkena interferensi sinyal dari luar.

Pada awal eksperimen guruKATRO sudah menggunakan penguat IC, 741 baik yang UA - LM dan TL, tapi bila disisi perangkat guruKATRO sambil browsing ..., selama loading halaman internet selalu ada bunyi kretek kretek pada perangkat audio ... setelah dicoba menggunakan transistor ... masalah itu tidak ada lagi


itulah lika liku eksperimen guruKATRO, ayo coba ceritakan seperti apa eksperimen yang telah anda lakukan????





Ya Allah ya Tuhan Kami Yang Maha Bijaksana,
Berikanlah keberkahan yang melimpah,
kepada pembaca kami
yang tidak memblokir iklan
pada halaman ini

bagikan Artikel ini melalui :

Demikian Posting tentang Membuat Transistor Penguat Audio yang dapat guruKATRO sajikan, mohon maaf bila masih banyak kekurangannya, kritik dan saran serta pertanyaan dapat disampaikan melalui kolom komentar.

Terima kasih

43 komentar

Mohon maaf
Komentar dengan username :
Anonim
Unknow
mengandung link aktif
spam
TIDAK BISA TAMPIL
pada blog ini

  1. Ini rangkaiany apa sama dengan meningkatkan audio yg pake TR c1740 apa pak..ini masangnya sebelum input ampli...kl sdh ada master mixer itu apa masih berfungsi rangkainya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama saja ... hanya saja disini ada beberapa pilihan baik jenis maupun kualitas keluaran yang akan dihasilkannya

      bisa sebelum bisa juga sesudahnya ... walau umumnya sebelum master mixer

      Hapus
  2. InsyaAllah saya akan praktekan yg No.7...
    Tapi mohon maaf Pak itu kaki Kolektor Antara R 5K6 dan R 1M Connect ? Atau di Jumper?
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. CONNECT
      DISANA SEMUA PERTIGAAN/PEREMPATAN = CONNECT
      ====
      5K6 DARI + MENUJU KOLEKTOR
      1M DARI KOLEKTOR MENUJU BASIS

      Hapus
    2. Saya berencana Akan mengawinkan penguat audio ini dengan TC pasif yg
      'rasa hi-fi" Itu Pak Yg sudah buat dengan versi stereo..
      Yg jadi pertanyaan Penguat nya cukup satu atau dibuat dua (stereo) ?
      Terus cara pasangnya di out TC menuju Ampli begitu Pak ?

      Hapus
    3. bila amplifiernya stereo, speakernya juga stereo
      maka semuanya harus stereo, termasuk penguatnya

      ingat!
      stereo itu sebenarnya dua buah perangkat sama persis yang saling terpisah yang dijajarkan dan dinyalakan secara bersama sama

      Hapus
    4. Ok Siap Pak ..
      Terima kasih Atas penjelasannya...

      Hapus
  3. assalamualaikum

    kesulitan memgenai komponen pak letak + dan - nya ,trus ukuran komponen susah nyarinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. www
      bila masih kesulitan dengan yang diatas, silakan amati gambar paling bawah posting ini :
      https://www.gurukatro.com/2018/10/rangkaian-kecil-untuk-menjernihkan-audio.html?showComment=1563119288786#c2396166161355311041

      atau amati gambar B-2, B-3 pada posting :
      https://www.gurukatro.com/2018/10/rangkaian-kecil-untuk-menjernihkan-audio.html?showComment=1563119288786#c2396166161355311041

      transistor bisa menggunakan C829 C828 C945 C1815 DLL


      Hapus
  4. Kl rangkaian ini apa harus dikawinkan sama galaxy pak..biar suaray tambah banter..atau hanya pake rangkaian ini saja sdh cukup...kl diseri sama filtersub yg rangkaian 5 atau 6 kira2 cocok g pak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini hanya digunakan apabila suara kurang keras, sudah ada galaxy atau TC atau parametrix atau mixer atau belum dipasang yang semacam itu, yang penting gunanya hanya untuk menguatkan suara yang dianggap kurang keras saja

      Hapus
  5. Maaf guru saya sdh coba rangkiannya kok cacat suara ya..suaranya serak tidak bersih..padahal sdh sesuai skema..kl out putnya elconya emang dr positif ke negatif bukanya dr negarif ke positif maaf kl salah apa emang posisinya zama dengan input..

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba yang nomor berapa?
      untuk elko pada common emitor (input basis - out kolektor)

      kolektor (out) dapat tegangan + (karena ini NPN), karena kolektor dapat + maka elko di kaki kolektor juga yg +
      pada sistem diatas Basis dapat bias tegangan dari kolektor melalui R
      sehingga basis juga lebih banyak memerima tagangan + maka kaki elko juga + yang ke kaki basis
      ====
      kalau pada common kolektor, emitor sebagai out menerima tegangan - melalui R, sehingga seharusnya elko kaki - yang ke emitor, tapi hampir semua (tidak semua) skema dasar standar + yang ke emitor

      agar tidak ragu bisa dengan menggunakan elko non-polar atau gunakan milar/keramik dll yang tergolong non-polar

      Hapus
  6. Ttp guru meski dibalik elconya suara serak..saya balikin seperri skema.trs tak ganti tr c829 ttp serak..saya ganti elco pake 3300/16v sama saja suara g bersih..saya pake rangkaian yg nomor 7..kl guru sendiri cobanya yg rangkaian brp...

    BalasHapus
    Balasan
    1. soal elko terbalik memang gak terlalu ngaruh ... sangat kecil dan hanya terdeteksi oleh alat tertentu dan telinga telinga superpeka saja

      kalau nomor 7 coba 104 nya dibuang dulu hasilnya kayak apa, kalau berubahjadi jernih mungkin amplifier anda yang kurang cocok dengan penguat macem nomor 7 itu

      Hapus
  7. Sdh ketemu guru dan hasil suaranya jernih.saya ganti 220pf dengan 220n suara lebih ke lowsub tapi kl diganti 100n nada bass lebih nendang dan agak garing dan dengan melepas 100n karna kl dipasang treble mendem..mgk itu saja ekperimeny..oh ya TR saya pake c829

    BalasHapus
    Balasan
    1. congratulation .... jtapi angan berhenti sampai disitu, silakan lanjut eksperimen berikutnya ... jangan takut gosong ... toh itu hanya 829 yang harganya tiada seberapa ... bahkan mudah didapat dari PCB rongsokan sekalipun

      Hapus
  8. Pak guru kalo untuk lebih dari 40 bisa tidak?x

    BalasHapus
  9. Balasan
    1. yang bagus sih pasang IC 7815 sebelum masuk R 220
      atau ganti R 220 dg 1K lalu pasang zener 15V setelah 1K tsb

      tapi masih bisa juga dengan cara ganti R 220 dengan R 2K2 tanpa Ic tanpa zener

      Hapus
    2. Ok pak terimakasih pencerahanya...

      Hapus
  10. Alhamdulillah Gambar No.7 Sukses di praktekan ....Transistor C945 Pakai D313 C104 di ganti C333 bass jeduk trible bening melengking ....
    Terima kasih Pak

    BalasHapus
  11. Maksud saya teh C458 diganti D313...
    Karena C458 sulit di dapat

    BalasHapus
  12. Sekarang sudah dicoba Pake C945 ternyata lebih bagus Pak Suara bersih....trible Nya lebih bening ...Cuma kalo pake C-220pf terjadi noise Over trible sekarang diganti dengan C-222 sepertinya lebih pas.. trible ngak Tumpul tidak juga nyerang ke telinga ...
    Terima kasih Pak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. congratulation buat anda, semoga kedepannya bisa lebih cepat berkembang, guruKATRO yang sudah tidak aktif montir ini akan merasa ikut bangga bila teman2 bisa berhasil dengan gemilang

      Hapus
  13. Aamiin.... Semoga Bapak sekeluarga juga Selalu sehat Dan tentunya selalu berada dalam lindungan Allah SWT...
    Oh ya Pak... Alhamdulillah gambar NO.2 telah berhasil di praktekan walaupun sampai saat ini TR C458 saya belum punya...
    Eksperimen PakaiTR C945 C1815 C828 tapi kurang begitu memuaskan
    Dan Akhirnya saya coba Pakai TR 2n5551
    Alhamdulillah hasilnya bagus sesuai apa yang saya harapkan ����

    BalasHapus
    Balasan
    1. berarti kebalikan saya, disini banyak C458 tapi sulit cari 2N555/5401

      Hapus
  14. Pak guru maxsud dari rangkaian penguat 180° dan 360° gimanaya?
    Sama minta rangkaian xg pakai transistor?
    Mohon pencerahanya...
    Terimakasih sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 180° = inverting = membalik
      360° = non-inverting = tidak membalik

      membalik maksudnya bila sinyal input + output menjadi - dan sebaliknya
      tidak membalik maksudnya sinyal inpot + output tetap +

      invrting dan non-inverting bisa tergantung dari perbadingan nilai R input dengan nilai R feedback, dan bisa dari jenis rangkaian transistor (dalam IC nya)

      untuk contoh dengan IC sudah banyak beredar, sedang yang memnngunakan transistor, karena peralatan saya tidak ada untuk itu, maka saya belum mempelajari cara menentukan inverting atau non-inverting nya

      Hapus
    2. Fungsi ap ya pak guru?... saya betul2 nol soal ini..
      Dan saya ingin belajar dari pak guru..
      Biasanya saya sering otak atik PA, cuma main ganti tapi teori, fungsi dan pengaplikasian nya kurang paham..
      Pencerahanya pak guru.

      Hapus
  15. Pak guru mau tanya lagi?
    Rangkaian no.2,4,5 itu bisa di gabung jadi tone control kah pak guru?

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk TC aktif umumnya input diawali dengan nomor 8 lalu ouput diakhiri dengan yang nomor 1

      tapi kalau kualitas suara masih lemah, bisa menambahkan salah satu penguat dari nomor 1 hingga nomor 7 untuk mengeraskan suara (dipilih sesuai kebutuhan)

      penguat tambahan itu bisa dipasang sebelum atau sesudah TC, atau keduanya (sebelum TC dan sesudah TC)

      Hapus
    2. Trimakasih pak guru pencerahanya..

      Hapus
  16. Membuat satu tingkat penguatan yang sama Itu seperti apa pak...
    Membuat dua rangkaian yg sama kemudian di pararel atau bagaimana ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. dari satu penguat pertama berikutnya dipasang rangkaian penjernih audio, keluar dari rangkaian penjernih audio masuk lagi ke penguat kedua dengan komponen sama atau beda sedikit dari penguat pertama, baru kemudian dilanjut ke input amplifier

      Hapus
  17. Ohh..iya Pak jadi ada dua kali penguatan...?
    Terima kasih Pak...
    InsyaAllah paham!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bisa 2 bisa 3 atau seterusnya .... intinya setelah penguat... suara diperbaiki dengan resiko menjadi lemah, kuatkan lagi .... perbaiki lagi dst sampai menemukan kualitas yg keras dan enak didengar

      Hapus
  18. Siap pak... Saya akan bereksperimen Mengawinkan seluruh penguat audio ini misalnya: penguat pertama pake bass trible penguat kedua pakai midle dst.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. selamat bereksperimen ria, jangan terpaku pada nilai nilai R-C yang telah ada diatas, tapi juga dengan mencoba menaikkan/menurunkan nilai nilai R-C tersebut demi menemukan yang sesuai filling anda, dengan demikian juga akan mempercepat pengetahuan akan kinerja komponen elektronika

      Hapus
  19. skema no 7 itu pake 100n di suply emitor itu memang trible terangkat tapi nois desah terasa banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pasti pengaruh perangkat lain yang mungkin sudah cukup menonjol efek nada tingginya, coba eksperimen dengan menurunkan nilai C tersebut atau ganti model lain yang nantinya akan sesuai dengan perangkat yang telah ada

      Hapus