14/07/19

10 Channel Equalizer Transistor

Assalaamu alaikum sahabat guruKATRO,

Sepuluh Channel Equalizer yang akan guruKATRO paparkan disini hanyalah jenis yang paling dan sangat sederhana, tujuannya hanya dijadikan sebagai bahan acuan para pecinta oprek elektronika untuk kemudian akan mampu mengembangkan sendiri menuju kualitas yang makin bagus. Dan juga sebagai bahan dasar untuk mengetahui bila sebenarnya Equalizer itu sistem kerjanya sama saja dengan Tone Control. Mungkin bisa dikatakan dengan bahasa lain bahwa Equalizer adalah Tone Control yang sudah kompleks kinerja pengaturan nada nya.


Proyek ini bukan untuk dicetak apalagi diperjualbelikan ...., hanya sekedar referensi untuk para elektro-hobier demi mengetahui sistem kerja sebuah tone control saja.

Equalizer yang dicontohkan disini masih dalam keadaan tunggal (mono), bila ingin mengembangkan menjadi stereo maka harus membuat rangkaian yang sama agar kita memiliki dua kit yang sama persis dan nantinya yang satu untuk mesin dan salon Kiri (L) dan yang satunya lagi untuk mesin dan salon kanan (R).



Dalam hal ini komponen terutama kaopasitor dan resistor juga tidaklah mutlak, anda bisa sesuka hati mengubah nilai nya demi menemukan output yang sesuai keinginan masing masing, dan karena guruKATRO sendiri hanyalah elektro-hobier, sama sekali bukan ahli elektronika serta tidak memiliki Hertz Meter, maka guruKATRO juga tidak tahu berapa Hz untuk tiap tiap potensio meter pada Equalizer ini.

Dalam bentuk yang memiliki potensio kurang dari sepuluh, rangkaian ini sudah beberapa kali guruKATR0 terapkan pada perangkat yang pernah guruK4TRO buat, baik untuk keperluan pribadi maupun pada pengerjaan orderan darat.

1. Untuk mempermudah mempelajari, kita mulai dari rangkaian equalizer 10 Channel 0 transistor (tipe Equalizer Pasif) dulu, seperti ini :



Semua Potensio yang digunakan sebaiknya menggunakan B50K, denga urutan mulai dari paling kiri adalah nada rendah, semakin ke kanan semakin tinggi, sehingga kontrol nada paling tinggi adalah ayang paling kanan.

Pada proyek ini  yang paling utama adalah mengamati kinerja masing masing kaki tiap tiap potensio. dimana bahwa kinerja :

Kaki 1 ke sepuluh potensio (masuk jalur hijau) akan dijadikan input (masukan audio), kesepuluh kaki 1 potensio digabung jadi satu, tidak secara langsung, tapi setelah melalui filter komponen berupa resistor. Nilai resistor semakin tinggi akan semakin menghilangkan nada tinggi, sehingga semakin ke kanan nilai resistor pada kaki potensio akan semakin rendah. Dalam hal ini guruKATR0 membagi menjadi  tiga interval,


  • Interval pertama (3 POT) yang R nya guruK4TRO beri warna hijau (nada rendah/bass) kaki 1 menggunakan R 10K
  • Interval kedua (4 POT) yang R nya guruK4TRO beri warna putih(nada menengah/middle) kaki 1 menggunakan R 4K7
  • Interval ketiga (3 POT) yang R nya guruK4TRO beri warna kuning (nada tinggi/treble) kaki 1 menggunakan R 2K2


Kaki 3 seluruh potensio (masuk jalur hitam) ukuran R sama saja dengan kaki satu, hanya disinyi fungsinya malah sebaliknya, yaitu untuk meredah nada nada dimaksud pada penjelasan kaki 1.

Kaki 2 ke sepuluh potensio (masuk jalur biru) akan dijadikan output (keluaran audio), kesepuluh kaki 2 potensio digabung jadi satu, tidak secara langsung, tapi setelah melalui filter komponen berupa seri antara Resistor dan Capasitor. Nilai resistor semakin tinggi akan semakin menghilangkan nada tinggi, sehingga semakin ke kanan nilai resistor pada kaki potensio akan semakin rendah, sebaliknya Capasitor disini semakin besar malah akan semakin mengangkat nada menengah dan nada rendah. semakin kecil nilai kapasitor akan semakin membuang nada middle dan nada rendah ... hingga yang tersisa hany nada tinggti saja.

====
jadi inti kerja potensio
kaki 1 sebagai input disambung ke output sumber audio
kaki 2 sebagai output disambung ke input amplifier
kaki 3 sebagai peredam disambung ke GND (tipe Tone Control Pasif diatas)


2. Tipe Equalizer Aktif satu transistor :



Rangkaian komponen pada tiap tiap potensio sama persis dengan yang pasif, yang berbeda hanya pada penyaluran kaki 3 (jalur hitam saja) ... kalau pada tipe pasif disalurkan ke GND, sedang pada tipe aktif disalurkan ke kolektor Transistor melalui elko.

Saluran output dari kaki 2 (jalur biru) tidak langsung jadi output, tapi masuk basis dulu melalui elko dengan tujuan agar nada tertemtu yang diatur oleh potensio itu diperkuat dulu signalnya sehingga nantinya akan lebih keras ketika masuk amplifier. Dengan demikian output yang akan masuk Amplifier di ambil dari kaki Kolektor melalui elko tentunya.

NB-1:
kalau untuk lapangan
R + ke keolektor ganti dengan ukuran 10K, dan
R FB dari kolektor menuju basis diganti dengan ukuran 47K atau 56K atau 68K atau 82K atau paling besar sebaiknya 100K,
tujuannya agar bass terasa nendang dan bisa lari lebih jauh.

3. Tipe Equalizer 3 transistor


hampir sama dengan tipe 1 transistor, hanya saja penguat transistornya dibagi menjadi tiga bagian, ini menyesuaikan tiga interval yang dijelaskan diatas.

interval pertama untuk nada bass menggunakan transistor C945 atau C1815 yang sudah terkenal mampu membawa nada rendah dengan cukup baik.

interval kedua untuk nada middle menggunakan transistor C458, disisni guruKATRO hanya menggunakan referensi dari amplifier TOA yang hampir seluruhnya menggunakan C458 pada penguat audionya.

intervak ketiga untuk nada treble menggunakan transistor C829 yang mungkin akan mampu membawa nada tinggi, walau guruKATRO tidak terlalu yakin dengan yang ini ... tapi cobalah sendiri pakai transistor yang lain. sebab pada eksperimen kemaren yang guruKATRO rangkai untuk sistem lapangan, ternyata ujung ujungnya ketiganya menggunakan transistor C458 (mungkin hanya karena supply Equalizer hanya 12 VDC serta supply Amp hanya 32VAC saja, mungkin akan berbeda bila supply Amp 45VAC dan supply Equalizer 15VDC.



NB-2 :

agar terasa lebih nendang, gunakan transistor buffer sebelum masuk kaki 3 potensio Equalizer ini, rangkaian yang biasa guruKATR0 buat seperti ini :




Perhatian :

  • Proyek ini hanya untuk referensi dan masih perlu dikembangkan nilai nilai komponen pada tiap tiap kaki potensio


============================

NB-3 

Ada skema Equalizer yang tiap potensio memiliki satu transistor, tapi sayangnya guruKATR0 belum sempat menelaah dan mengembangkan menjadi 10 channel  ...
bila berkenan silakan kembangkan  sendiri ...

Ya Allah ya Tuhan Kami Yang Maha Bijaksana,
Berikanlah keberkahan yang melimpah,
kepada pembaca kami
yang tidak memblokir iklan
pada halaman ini

bagikan Artikel ini melalui :

Demikian Posting tentang 10 Channel Equalizer Transistor yang dapat guruKATRO sajikan, mohon maaf bila masih banyak kekurangannya, kritik dan saran serta pertanyaan dapat disampaikan melalui kolom komentar.

Terima kasih

12 komentar

Mohon maaf
Komentar dengan username :
Anonim
Unknow
mengandung link aktif
spam
TIDAK BISA TAMPIL
pada blog ini

  1. Maksud dari gambar lingkaran di rangkaian nb-3, apa seperti jack port itu bang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. IYA ... TAPI PADA PRAKTEK NYA CUKUP HANYA DENGAN DUA TITIK SOLDER SAJA

      SATU TITIK SOLDER INPUT ATAU OUTPUT AUDIO
      SATU LAGI TITIK SOLDER GND

      Hapus
  2. Saya berencana rangkaian ini dibuat versi stereo tapi dengan potesio mono..
    10 untuk L 10 lagi untuk R...
    Kayaknya bagus pak ya ?
    Box Amplifier kita jadi banyak Pot-nya
    kesan-nya jadi lebih "Wah" gitu kalau dilihat tetangga be her...

    BalasHapus
  3. pak GURU sya sdh mencoba xg pasif, cuma suara di speaker lebih halus,
    dan ketika potensio di putar tdk berfungsi,
    coba sya smbung kaki 2 pot stelh resistor tnpa di seri dgn capasitor, dan itu berfungsi tpi cuma sedikit,
    mohon pencerahanya pak guru...

    BalasHapus
    Balasan
    1. mohon maaf coba diperiksa lagi dulu seluruh rangkaiannya, termasuk rangkaian pendukungnya
      sebab yang pasif ini sudah lebih dari sebulan dan kini masih sedang digunakan oleh guruKATRO, walau guruKATRO hanya menggunakan 5 pot dengan cara di loncat satu potensio dari rangkaian diatas

      Hapus
    2. saya kurng paham pak guru untuk pemasangan pada kaki 2 potensio?

      Hapus
    3. untuk kaki 2 (saluran output) yang akan menuju input amplifier, bisa dengan menggunakan seri R-C, bisa juga hanya menggunakan C diiringi menentukan nilai R pada kaki 1 dan 3

      Hapus
  4. Kalau diloncat Satu potesio komponen nya ngak ada yang di rubah pak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. dalam prakteknya saya sendiri hanya menggunakan 5 pot, dengann cara loncat satu satu, untuk kualitas pasti akan sedikit berbeda, namun bisa diatasi dengan mengambil nilai R dan C diantara kedua pot yg di kanan kirinya, atau eksperimen sendiri nilai R dan C pada tiap2 pot yang dipakai

      Hapus
  5. Kalau beda jenis C yg dipakai pengaruh nya cukup signifikan ngk Pak terhadap kerja rangkaian ...
    Karena selama ini saya terpaku pada penggunaan C yg Warna Ijo² itu Pak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ... beda ... tergantung ukurannya, kalau selisihnya sedikit yang bedanya juga sedikit, kalau selisihnya banyak bedanya juga banyak

      Hapus
  6. terima Kasih.artikelnya... mau pamer dan tanya..power ampli saya 120 wat,untuk tone control yg bagus dan suara bass dan trebel seimbang kira-kira pakai tone control apa ya pak guru?....( maskuri demak )....

    BalasHapus