7/20/2019

Bedah Mixer HORISSON

komentar : 1
Assalaamu alaikum sahabat guruKATRO,

Kit  HORISSON MIXER, entah seri yang ke berapa, tidak ada keterangan versi pada PCB KIT tersebut. Yang ada hanya nama seperti diatas dan di bagian soldering ada sebuah tulisan terbaca JAN'08, mungkin itu produk di buat pada bulan Januari tahun 2008.

Lho kok guruK4TR0 memilih membedah produk lama itu ???. Jawabnya sangat gampang, karena saat ini hanya itulah yang ada di meja guruXATRO, itupun milik seorang klien yang sedang ingin memperbaiki kualitas suara sound sistem nya.

Sehingga untuk kualitas output audio dari mixer ini seperti apa, bagus atau tidak, sama sekali tidak akan dibicarakan disini, karena dengan alasan beliau ingin memperbaiki kualitas output audio, sudah bisa ditebak bila yang bersangkutan belum puas dengan kualitasnya. Tapi jangan dulu langsung kita memvonis bila kualitas MIXER HORISSON ini tidak bagus, mungkin saja ketidakpuasan beliau itu karena perangkat lainnya selain MIXER HORISSON ini yang kurang mendukung.

Yang diutamakan disini adalah mempelajari sistem kerja sebuah mixer, terutama masing masing potensio, dan terutama lagi adalah potensio GAIN, PAN, dan EFFECT, karena untuk potensio lainnya sepertinya sama saja dengan yang ada pada Tone Control Konvensional.

Jadi intinya posting ini sama sekali bukan untuk menel4njangi HORISSON, tapi hanya sekedar untuk mempelajari seperti apa kinerja sebuah mixer audio.



Ada 7 Potensio terpasang secara langsung pada MIXER HORISSON itu :

1. MON (monitor)
2. GAIN (mengatur sensitivitas sinyal audio)
3. HI (treble)
4. MID (middle range)
5. LOW (bass)
6. EFEC (effect)
7. PAN (balance, keseimbangan L dengan R)

Tiga buah Potensio, yaitu potensio nomor 3 (HI), nomor 4 (MID, dan nomor 5 (LOW) selanjutnya guruKATRO sebuat sebagai pot-TC

dan ada satu titik potensio yang tidak secara langsung dipasang pada PCB, posisinya dari output Tone Control dalam keadaan mono dan keluar dari potensio ini masuk ke input penguat akhir stereo sekaligus ke kaki 1 dan kaki 3 potensio PAN sudah dalam keadaan seperti stereo

NB : PAN memiliki fungsi seperti potensio balance

Untuk lebih mudahnya guruKATR0 sebut saja potensio ini sebagai pot kontrol input (walau mungkin saja guruK4TRO salah beri nama), atau guruK4TRO gambar saja yooo kinerjanya seperti ini :





Ya sudahlah ... bila tetap bingun berarti sama saja nasibnya dengan yang menulis artikel ini.

Mari kita mulai saja, untuk lebih mudah kita mulai dari input audio yang akan diolah oleh mixer ini.
NB : ada disana paling ujung adalah rangkaian penguat mic (dibahas paling akhir nanti), sehingga pada bagian input tertera buka tulisan in atau input, namun terbaca AUX-LINE, yang nantinya akan bekerja bila lobang aux-line ditusuk dengan jek dari player maka akan menyalurkan audio dari player, sedang bila jek dicabut, maka secara otomatis akan menyalurkan audio dari Pre-Amp MIC.


1. Perjalanan signal Audio pada mixer

sengaja guruXATR0 portrait kan gambar, agar yang membaca dengan smartphone tidak terlalu kesulitan menganalisa.

penting!

jangan lengah dengan garis warna lain, apalagi fokus ke latar belakang berbunyi guruKATRO, itu hanya sebagai prefentive gambar saja, karena akhir akhir ini cukup banyak blog murahan milik para pemalas yang meng copas artikel guruKATRO.

fokus saja dulu ke line atau garis atau jalur yang berwarna :
1. ungu
2. hijau
3. biru
4. biru tua



1.a. Sinyal audio dari out player masuk melalui titik AUX-LINE berwarna ungu, kemudian disaring menggunakan R 4K7, lalu masuk input OP-AMP (kaki 5 TL072-3), untuk diperkuat signalnya dan keluar melalui kaki 7 TL072-3, jalur masih berwarna ungu, lanjut ke kaki 3 masing masing pot-TC

NB : jangan hiraukan jalur ini mampir ke pot-GAIN, karena itu kaki 1 dan kaki 2 sudah digabung jadi satu alias sudah langsung mengalir.

1.b. Setelah masuk TC melalui kaki 3 masing masing pot-TC, sinyal audio yang sudah dikontrol kualitasnya oleh TC itu keluar melalui kaki 2 masing masing pot-TC, jalur sudah berubah menjadi warna hijau

Keluar dari kaki 2 pot-TC audio masuk ke input OP-AMP (kaki 2 TL072-3), dan akan keluar melalui kaki 1 TL072-3, yang kini berfungsi sebagai TC-aktif. makanya masing masing kaki 3 pot-TC masuk kesini juga sebagai peredam nada tertentu sesuai aturan TC.

1.c. Keluar dari kaki 1 TL-072-3, jalur sudah berubah menjadi biru, sinyal audio diperkuat lagi dengan masuk ke kaki 5 TL-072-2 setelah disaring dengan R-220, dan keluar melalui kaki 6-7 TL-072-2

1.d. Keluar dari 6-7 TL-072-2, dilanjut ke kaki 1 pot-INPUTKONTROL, dan keluar melalui kaki 2 pot-INPUTKONTROL (kaki 3 ke GND).

Keluar dai kaki dua pot-INPUTKONTROL, audio dibelah menajdi dua, yaitu L dan R. Untuk mengatur level L dan R sinyal audio sekaligus disambung ke pot-PAN.

1.e. Ssudah audio menjadi stereo, diperkuat lagi dengan masuk ke :

kaki 3 TL071-1 dan keluar melalui kaki 1-2 TL071-1 sebagai output (main-L), dan
kaki 5 TL071-1 dan keluar melalui kaki 6-7 TL071-1 sebagai output (main-R)

Selasai sudah pembahasan alur audio pada mixer HORISSON ini

lanjut nggak ???

kan masih ada efek, masih ada gain, masih ada peak dan masih ada pre-MIC

Penulis berbagi PENGETAHUAN
Pembaca mendukung dg TIDAK MEMBLOKIR IKLAN
dg SALING PENGERTIAN seperti ini
Insya Allah kita selalu dalam KEBERKAHAN

Demikian Posting tentang Bedah Mixer HORISSON yang dapat guruKATRO sajikan, mohon maaf bila masih banyak kekurangannya, kritik dan saran serta pertanyaan dapat disampaikan melalui kolom komentar.

Terima kasih

1 komentar

Admin memberi kesempatan bagi pembaca yang kesulitan komentar menggunakan akun google. Namun dalam berkomentar harus ditetapkan satu nama diri yang tetap.
Komentar dengan identitas Unknow dan Anonim atau sejenis SPAM dan mengandung LINK AKTIF tidak akan diterbitkan.