2018/05/30

Kembali memakai Regulator DC Klasik

Assalaamu alaikum sahabat guruKATRO,

Setiap kali water jetpump menyala, tiba tiba mesin pengeras suara di Masjid sebelah rumah guruKATRO itu langsung mati.

Yang pertama disalahkan dan di vonis sebagai sumber masalah adalah Bandrekan AC-Matic Regulator dengan keluaran Voltage 24Volt dan Kuat Arus 15 Ampere yang beberapa tahun terakhir dipasang pada TOA ZA2240.

Dipasang AC-Matic karena guruKATRO dkk merasa kesultanan ketika sekian lama tiada bisa menemukan Trafo toroid, berbentuk Donat!. Salah satu keunggulan trafo jenis itu adalah bisa mengeluarkan tegangan cukup tinggi dan arus yang cukup besar dengan bentuk fisik yang cukup kecil. Gimana tidak mumet, diganti trafo biasa 5 ampere 32 volt (murni) saja sudah tidak muat dipasang ditempat itu, karena box yang dibuat tipis. padahal kebutuhan makan amplifier toa tersebut 24 volt 20 ampere.



Awal awal tahun pemasangan AC-Matic semua lancar lancar saja alias no problem, tapi beberapa bulan terakhir, ketika voltage listrik disini sering down hingga 160 volt (tekor 60 volt dari 220), AC-Matic itu tidak mau bekerja disaat pompa air berputar ... Akibatnya bisa KO ditengah kumandang adzan, dan baru mau bekerja lagi setelah tugas pompa air selesai. Itupun harus dengan langkah cabut steker jek listrik terlebih dahulu!.

Seandainya Kern trafo toroid yang katanya telah gosong itu ada disini, pasti sudah guruKATRO gulung ulang, tapi sayangnya trafo mati itu tidak ikutan dibawa pulang ke kampung halaman ini. Daripada ada barang bagus tidak terbeli dengan harga super-sangat-veri-most-murah alias diperoleh dalam bentuk shadaqah dari seorang dermawan yang rela bersusah susah bawa barang berat demi untuk masjid. Shadaqah dalam bentuk Power Amplifier merk TOA nan hebat namun sayang Trafo sudah tiada ditempatnya lagi.

Jauh sebelum datang Ramadhan 1349 H, pengurus telah minta solusi, dan guruKATRO beri masukan beli trafo biasa minimal 15 Ampere. Tapi sayang beberapa pekan setelah guruKATRO pesan, tiada kunjung tersedia juga pada toko elektronik terdekat yang membuat guruKATRO menyerah dengan bukti membeli trafo hanya dengan arus keluaran 10 ampere.

Dengan Trafo 10 ampere pertama guruKATRO ambil tegangan 18 Volt AC, dengan asumsi setelah disearahkan tegangan akan menjadi 23.73 volt (sudah hampir 24 Volt), ternyata suara klepek klepek ... hanya mampu putar potensio volume 40% saja, selebihnya sudah drop, tak jelas itu suara.

Lanjut ... kini dengan sedikit was was transistor final bisa jebol, coba dengan 24 VAC yang artinya DC = 31,64 volt (sudah terlalu tinggi dari 24 Volt). Ada sedikit peningkatan kualitas output audio. Beberapa menit dinyalakan sambil memaksimalkan volume diantara suara rekan yang tengah tadarus Al Quran, dengan seksama guruKATRO letakkan ujung jari pada heatsink, untuk mengetahui seberapa cepat perkembangan panasnya.

satu menit, dua menit ... dst ternyata Lembaran aluminium pendingin transistor itu masih tak bergeming dari suhu dingin, tetap sedingin salju. Trafo 10 ampere murni dengan tegangan AC 24 volt sama sekali tidak mampu memebuat mesin TOA yang satu ini sedikit hangat ...... Mau mencoba menaikkan tegangan dengan 32VAC, tapi guruKATRO takut akan merusak komponen lain selain rangkaia final.

Besoknya guruKATRO beli 4 buah 3055 untuk merangkai regulator, agar keluaran bisat stabil di 24VDC walau berapapun VAC diinputkan.

Namanya itu transistor berpasangan maka harus sekaligus dibeli yang 2955 nya juga ....... Lalu yang 2955 nya buat apaan nich??? iseng2 guruKATRO googling tentang Power Supply yang menggunakan Transistor PNP (2955) misalnya. nemu di situs bule seperti ini ..


Dengan transistor PNP, jelas input masuk melalui Emitor dan akan keluar melalui Kolektor, itu sudah sangat benar.

Seperti pada image pertama diatas, rangkaian PS itu sudah guruKATRO rakit, walau dengan penuh rasa ragu. Ragu dengan skemanya, terutama R7 (100R/0.5 watt) guruKATRO tandai panah dan angka 1 pada gambar, secara langsung dari sumber + di umpankan ke basis 2955, itu artinya tegangan ouput pada kolektor masih tetap utuh setinggi input + yang masuk melalui kaki emitor. Maksudnya bila pada secondary trafo 24V dan keluar dari dioda (sesudah manjadi DC) setinggi 31,64 V, maka keluaran pada kolektor juga masih sama = 31.64 VOLT.

Pembatas tegangan justru dipasang pada kaki kolektor .... hanya dengan IC 7812, ini jelas akan rentang rusak 7812 nya karena menahan arus sebesar 35 ampere. Menurut penjelasan dari sononya ... biar 7812 aman dari kerusakan, gunakanlah fuse (sekring 1 ampere untuk menuju kolektor), guruKATRO tandai panah dan angka 2 pada gambar diatas.

Betul memang dengan fuse itu membuat 7812 jadi aman, karena bila ada arus tak terkendali maka fuse akan terputus dan amanlah si 7812.

Tapi dengan putusnya fuse tersebut itu memiliki arti 7812 masih hidup tapi sama sekali tidak bekerja, karena zener pembatas voltage dari kaki 3 IC 7812 itu tidak menyambung ke kolektor 2955. Yang terjadi pasti keluaran dari kolektor itu kembali pada tegangan awal = 31.64 VOLT!!! ...

Menurut hemat guruKATRO, Itu sama saja dengan menjaga keselamatan 7812 tapi mengabaikan keselamatan Power Amplifier nya.

Lalu mengapa guruKATRO yang meragukan kinerja PS tersebut kok tetap saja merangkai ????. Disamping karena penasaran dengan Transistor 2955 yang tidak terpakai, juga karena referensi dari blog pintarsegalamacamhal ini :



Menurut blog itu, rangkaian diatas (2955) yangbenar, dan gambar dibawah (3055) adalah rangkaian yang salah. guruKATRO sendiri tidak mengetahui bila si pintarsegalamacamhal itu sudah melakukan hipotesa atau hanya sekedar referensi copas saja, bila sang pemosting blog telah membuat percobaan dan hasilnya benar, itu berarti guruKATRO sendiri yang belum bisa merangkai dengan baik.

Berikut hasil percobaan guruKATRO menggunakan 4 buah transistor 2955.

Regulator 2955 hasil rangkaian guruKATRO adalah pada gambar pertama posting ini :

guruKATRO tidak menggunakan 7812, melainkan 7824, karena kebutuhan amplifier yang sedang dihadapi membutuhkan tegangan 24 volt.

- Percobaan pertama menggunakan 25 volt sekunder trafo, dan ditemukan 30 volt setelah melewati dioda (DC), setelah dipasangi regulator 2955, tegangan turun menjadi 26 volt. guruKATRO sempat bengong, 7824 kok keluanya 26 volt.

- Percobaan kedua terjadi karena penasaran oleh percobaan pertama, guruKATRO naikkan dengan menggunakan 32 volt sekunder trafo, dan setelah melewati dioda tegangan naik menjadi 40 volt. Setelah regulator 2955 dipasang, ternyata tegangan menjadi 30 volt,

- Kesimpulannya, berarti ada perbedaan tegangan setelah dipasang 7824 :
  • dengan input 30 volt tegangan keluar menjadi 26 volt, 
  • dengan input 40 volt tegangan keluar menjadi 30 volt
Seandainya dengan input berbeda tapi output tetap sama, berapapun voltage nya, guruKATRO percaya 7824 bekerja dengan baik, dan pastinya akan melanjutkan percobaan hingga menemukan output tegangan tepat di 24 volt. Tapi dengan kejadian input berbeda membuat output juga ikut berbeda, ini pasti ada yang tidak beres. Entah disebelah mana kekeliruan guruKATRO dalam merangkai regulator dengan transistor PNP (2955) itu.

Hendak mengecilkan resistensi R7, takutnya basis 2955 tidak kuat karena menerima arus terlalu besar, hendak di besarkan dari 100 ohm, nanti malah semakin tidak jelas kinerja IC 7824 nya. Hingga sampai disini frustasi dech guruKATRO melakukan hipotesa, dan malah kembali merangkai regulator yang menggunakan transistor NPN (3055) layaknya yang disalahkan oleh blog pintarsegalamacamhal itu.

Kalau urusan merangkai regulator dengan 3055 dengan driver IC 78(05/12/15/24), itu sudah diluar kepala guruKATRO. Rangkaiannya juga sama persis dengan gambar yang dianggap salah itu. Hanya memparalelkan 3055 sebanyak 4 biji dengan asumsi satu biji = 5 ampere, empat biji berarti = 20 ampere.

  • Basis di paralel secara langsung dan mendapat tegangan 24 volt dari kaki 3 IC 7824. 
  • Kolektor sebagai input tegangan positif diparalel secara langsung.
  • Emitor sebagai output tegangan di paralel dengan sambungan resistor .1 ohm 5 watt.
Mohon maaf image tidak sempat guruKATRO jepret, disamping karena sangat mirip dengan yang 2955 diatas, juga karena ia sudah terlanjur masuk box amplifier TOA milik masjid itu. Namun sebagai gambaran, disini guruKATRO tunjukkan rangkaian yang sama dengan image punya blog sebelah itu. Rangkaian yang guruKATRO buat seperti ini :




Elko dan kapasitor sengaja tidak diikutkan pada gambar itu, karena hanya akan membuat terlihat rumit saja. heheheheh. Pada dunia nyatanya guruKATRO memasang :
  • elko 1000 uF/50v dan kapasitor 100nF dari kaki 3 menuju kaki 2 IC LM 7824
  • elko 10.000 uF/50v dan kapasitor 100nF pada input (40v) dan juga pada output (24v)

Sumber tegangan DC 40 volt itu berasal dari 32 volt trafo 10 ampere (yang seharusnya ada tegangan DC 42.19 volt). Hanya keluar 40 volt itu terjadi karena aliran listrik ke masjid sedang down, mungkin pengaruh dari sambungan pada tiang listriknya dan itu sangat malas bila guruKATRO harus memeperbaiki disana.

Yang jelas, ketika guruKATRO coba menggunakan tegangan 25v dari trafo, keluar DC 30v, dan juga coba dengan 32v dari trafo, keluar DC 40v, output setelah regulator itu tetap berada pada tegangan 24v. Itu menunjukkan bila IC LM 7824 bekerja dengan baik. Dengan demikian guruKATRO punya keyakinan bahwa bila listrik sedang sangat down karena water jetpump menyala, maka tegangan untuk TOA amplifier tetap berada pada tegangan 24v, walau mungkin arus akan kurang sekian ampere.

BERARTI TUGAS UTAMA DARI RANGKAIAN ITU ADALAH SEBAGAI STABILIZER VOLTAGE, BIAR ADA INPUT TEGANGAN BERAPAPUN, MAKA OUTPUT TEGANGAN TETAP STABIL BERADA PADA TEGANGAN 24 VOLT.

Hasilnya memang cukup memuaskan, walau kualitas suara belum 100% sesuai keinginan, karena trafo yang seharusnya 20 ampere terpaksa menggunakan 10 ampere. Tapi ada sisi untungnya juga karena dengan keadaan trafo yang demikian itu membuat 4 biji 3055 untuk men supply 4 biji 5200 tidak panas, hanya hangat hangat tai ayam saja heheheh. Jelas akan membuat regulator 3055 itu akan sangat awet.

Yaaaah hasil googling guruKATRO demi memanfaatkan transistor 2955 terpaksa ditunda dulu ..... dan nyatanya kini guruKATRO kembali menggunakan regulator yang dianggap salah oleh blog sebelah itu, regulator yang pada jaman dulu, ketika guruKATRO masih muda, biasa merakit dan menggunakannya sebagai power supply untuk alat komunikasi radio amatir.

DAN REGULATOR YANG SANGAT BERFUNGSI SEBAGAI STABILIZATOR VOLTAGE ITU MUNGKIN JUGA AKAN SEGERA TIDAK DIGUNAKAN LAGI, DISAAT NANTI BILA PIHAK PLN ATAU YANG LAINNYA TELAH MEMPERBAIKI SALURAN LISTRIKNYA.\
Demikian Posting tentang Kembali memakai Regulator DC Klasik yang dapat guruKATRO sajikan, mohon maaf bila masih banyak kekurangannya, kritik dan saran serta pertanyaan dapat disampaikan melalui kolom komentar.

Terima kasih

No comments

Mohon maaf bila link hidup dan spam tidak bisa muncul dalam komentar
Mohon maaf pula bila ada komentar yang tidak langsung dibalas, karena Admin tidak selalu OnLine